• Pengaruh IT Terhadap Generasi Milenial

    Suci Lestari
    Generasi milenial merupakan generasi yang lahir antara tahun 1980an hingga 2000an. Istilah Indonesia 4.0 sudah tidak asing lagi bagi kita semua, awal mula dari istilah ini terjadi ketika revolusi industri di seluruh dunia yang merupakan sebuah revolusi karena adanya perubahan yang terjadi memberikan efek besar pada ekosistem dunia dan tata cara kehidupan. Revolusi 4.0  bahkan diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan.

    Pada era jaman revolusi 4.0 ini tidak ada generasi milenial yang tidak mengenal gadget. Handphone merupakan salah satu gadget yang paling banyak digunakan sa’at ini, seakan sehari beraktifitas tanpa handphone terasa gelisah hidupnya. Dimana kita ketahui bahwa handphone merupakan salah satu dari IT yang memiliki berbagai sumber informasi baik dari media online, media sosial, dan media mainstream.

    Dari penggunaan IT ini memiliki dua dampak, yaitu dampak positif dan dampak negatif.

    Dampak positif :
    Mudah untuk mendapatkan informasi, dengan adanya kemajuan teknologi akses informasi dan berbagai macam kebutuhan yang kita inginkan dapat kita akses melalui media online, hal-hal kecil yang kita anggap perlu untuk di ketahui dapat kita searching di interent. Seperti lokasi yang ingin kita kunjungi dapat kita ketahui jarak dari kita berada, mencari informasi bagaimana cara melakukan sesuatu, dekorasi yang cocok untuk suatu taman dan beberapa hal lain sebagainya.

    Mudah untuk melakukan transaksi, pada dampak positif ini di manfaatkan oleh sebagian orang untuk melakukan aktifitas dalam dunia enterpreneurship (berwirausaha). Ini merupakan suatu Kemajuan untuk dunia bisnis Indonesia. Dalam hal ini sudah banyak kaum milenial yang terjun kedalam dunia bisnis, ada yang Membuka kedai kopi, jualan pakaian, makanan dan menawarkan jasa lainnya. Semua bisnis ini dilakukan oleh generasi milenial dengan mempromosikann barang dan jasanya melalui media online sehingga mudah di lihat oleh para konsumen yang berminat untuk membeli dan menggunakan jasa mereka. Seperti grap food, jasa titip, barang online dan lain sebagainya.

    Persahabatan lintas dunia, pada era jaman teknologi sekarang, handphone memili daya manfaat untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan dan juga menambah teman. Mengapa bisa demikian? Karena akses media online seperti facebook, line, whatsapp, twitter, instagram dan lajn sebagainya bisa menghubungkan kita dengan siapa saja yang ada dalam dunia maya tersebut. Sehingga mempermudah kita untuk mengenal orang baru untuk kita ajak berkomunikasi dan bisa berteman dengannya.

    Namun selain dari dampak positif masih ada pula dampak negatif dari kemajuan IT.

    Dampak negatif :
    Menyebarkan berita hoax, dengan adanya kemudahan dalam mengakses informasi maka akan mudah pula terjadi penyebaran berita yang tidak benar dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Ini bukanlah hal baru yang kita dengar, ketika kita membuka internet untuk mencari tahu kebenaran suatu informasi maka akan banyak muncul pilihan link internet pada website yang kita cari. Dari sinilah muncul kebingungan kita dalam menganalisa sumber informasi yang mana yang benar-benar real data dan faktanya. Dari berita- berita tersebut dapat menimbulkan konflik antar sesama kita karena memperdebatkan informasi yang menurut kita itulah informasi yang paling valid namun belum tentu benar menurut pihak lain. Ini menjadi ancaman bagi kita semua karena dapat menimbulkan permusuhan yang mengakibatkan perpecahan.

    Cyber crime, dalam dunia maya tidak menutup kemungkinan oleh sebagian orang untuk melalukan kejahatan. Ketika seseorang telah mahir dalam menggunakan dan mengelola keahliannya menggunakan gadget, mereka bisa melakukan kejahatan kepada siapa saja yang ingin mereka kenai sasarannya. Kejahatan ini bisa berupa menipu seseorang, mencuri data penting, membuat berita-berita palsu, membuat teror ataupun ancaman, hingga melakukan penculikan melalui aplikasi komunikasi online. 

    Silent generation, dari beberapa dampak negatif ini, yang paling mengkhwatirkan menurut saya yaitu silent generation. Karena kemajuan IT menjadikan generasi yang kecanduan akan gadget dan menjadikan generasi yang pasif pada dunia nyata, seakan generasi sudah tidak ada lagi tegur sapa ataupun komunikasi secara langsung melainkan lebih mengutamakan komunikasi melalui media online. Menurut saya ini sangat mengkhawatirkan akan budaya Indonesia yang di kenal dengan keramah tamahannya dalam berkomunikasi memudar karena pengaruh gadget. Selain itu juga ketika generasi telah kecanduan akan gadgetnya maka pengaruh yang besar akan berdampak pada banyaknya waktu yang terbuang percuma karena selalu memperhatikan handphone. Sehingga aktifitas yang lain menjadi terbengkalai dan lupa waktu karena selalu memandang layar handphone.

    Bagaimanakah generasi ini menghadapi masalah sosial kedepan? Apakah mereka hanya akan bungkam dengan adanya  ketidakadilan yang terjadi? Semoga saja ini semua tidak terjadi di kemudian hari. Dan generasi ini tidak mengutamakan dunia fantasi dibandingkan dunia realitasnya. Dengan adanya beberapa pengaruh negatif dari kemajuan teknologi semoga tidak menjadikan generasi yang pasif dalam menghadapi masalah sosial. Yang harus di sadari semua masalah ini timbul karena akibat dari kurang kuatnya pondasi iman kita. Kita telah terlena dengan kemewahan dunia.

    Dengan demikian untuk menanggulangi masalah kecanduan terhadap teknologi ini menjadikan kita kembali intropeksi dan mengontrol diri dengan memperbanyak pengetahuan literasi dan meningkatkan keimanan, memanajemen waktu sebaik mungkin, check and recheck sumber informasi agar tidak mudah terhasut oleh berita hoax, hormati orang tua, hargai yang sebaya dan sayangi yang muda. Dan jika dirasa perlu yaitu sering melakukan diskusi dan musyawarah untuk memahami bagaimana penggunaan IT secara bijak dan benar. 

    Bijaklah dalam menggunakan IT, karena pada era revolusi 4.0 ini IT menjadi salah satu alat yang dapat menghancurkan dan dapat pula mengembangkan kemampuan generasi muda. Maka dari itu jangan terlena dengan berbagai kemudahan yang dapat kita miliki, jadilah pemuda yang kritis dalam menganalisa suatu masalah, jangan menjadikan IT sebagai kebutuhan pokok karena IT hanyalah kebutuhan penunjang dalam kehidupan. Perkuat iman kita dengan tidak meninggalkan sholat dan menghormati nasehat orang tua.

    Penulis adalah mahasiswa STIH Muhammadiyah Bima