• Breaking News

    UM Bima Wajibkan Baitul Arqam bagi Calon Lulusan, Tegaskan Standar Ideologi PTM

    Kegiatan Baitul Arqam Universitas Muhammadiyah Bima.

    Kota Bima, Zona Rakyat.-
    Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) melalui Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menggelar kegiatan Baitul Arqam Purna Studi bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan pada tahun 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026, di Aula Kampus 1 UM Bima.


    Mengusung tema “Meneguhkan Ideologi Memajukan Universitas Muhammadiyah Bima”, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses akhir akademik mahasiswa, khususnya dalam penguatan nilai-nilai keislaman dan ideologi kemuhammadiyahan.

    Pelaksanaan Baitul Arqam dibagi berdasarkan fakultas dan program studi. Pada hari pertama, Senin (13/7), kegiatan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI). Selanjutnya, Selasa (14/7), diikuti oleh mahasiswa FAI, Program Studi Gizi dari Fakultas Kesehatan (FAKES), serta Program Studi Ilmu Komputer dan Teknik Sipil dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK).

    Hari ketiga, Rabu (15/7), diikuti oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komputer (FTIK) dan Prodi Kewirausahaan dari Fakultas Hukum dan Ekonomi (FHE). Sementara pada hari terakhir, Kamis (16/7), kegiatan diikuti oleh mahasiswa Prodi Kewirausahaan (FHE) dan Prodi Ilmu Hukum (FHE). Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.

    Ketua LPP AIK UM Bima, Anwar Sadat, M.Pd.I, menegaskan bahwa Baitul Arqam Purna Studi merupakan instrumen strategis dalam membentuk karakter lulusan. Baitul Arqam ini adalah penguatan ideologi dan pemahaman keagamaan bagi alumni UM Bima.

    "Mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Wakil Rektor IV UM Bima, Dr. Hendra, M.Si, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam Baitul Arqam merupakan bagian dari standar kelulusan di UM Bima.

    “Mahasiswa wajib mengikuti Baitul Arqam sebagai salah satu syarat kelulusan. Ini menjadi ciri khas alumni UM Bima yang membedakan dengan perguruan tinggi lainnya,” katanya.

    Sementara itu, Rektor UM Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan bagian dari standar pengelolaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

    Baitul Arqam kata Ilyas adalah standar dalam pengelolaan PTM. Karena itu, setiap alumni PTM, termasuk UM Bima, harus mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembentukan jati diri lulusan.

    "Kegiatan ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa UM Bima. Selain menjadi pengganti ujian lisan AIK, Baitul Arqam juga merupakan salah satu syarat utama untuk mengikuti yudisium dan wisuda," tegasnya.

    Melalui kegiatan ini, UM Bima berharap para calon lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas ideologis serta komitmen keislaman yang kuat sebagai kader Muhammadiyah. (ZR3)

    Tidak ada komentar