• Bantuan Kemanusiaan (Untuk Pasien Miskin): Antara Meringankan dan Menyelamatkan…!

     (Pimpinan Babuju Mandiri)
    *(Sebuah SOLUSI – 2) 
    Oleh : Rangga Babuju

    Sebelumnya penulis telah mengupas permasalah pada tulisan bagian pertama. Sehingga pada tulisan lanjutan ini sebagai ulasan SOLUSI terhadap permasalahan sebelumnya.
     
    Pada kupasan penulisan sebelumnya, penulis memberi gambaran terkait persoalan yang kerap didapati oleh pasien dan pendamping keluarga pasien. 
     
    Membantu warga yang membutuhkan, lebih-lebih bagi mereka yang menderita sakit yang menahun dan atau akibat ketiadaan ekonomi untuk melanjutkan penanganan medis adalah ‘ladang amal’ bagi kita yang sehat dan memiliki sedikit rejeki yang lebih. Namun akan tidak bermakna apa-apa bila yang kita ulurkan, tidak bermanfaat langsung bagi yang kita niatkan. 
     
    Bantuan Donasi kita mungkin tidaklah seberapa, namun jika dikalkulasi dengan donasi dari berbagai pihak, bisa dikatakan cukup atau lebih (secara materi). Tetapi akan menjadi sia-sia bila kita tidak dapat menyembuhkan atau membuatnya lebih baik dari sebelumnya. Sehingga ada bantuan yang sifatnya hanya MERINGANKAN. Ada pula yang sifatnya MENYEMBUHKAN…!!! Dan tentu saja, kita harapkan dari donasi yang tak seberapa kita ulurkan itu dapat menyembuhkan orang yang kita niatkan. 
     
    Bantuan yang meringankan tidaklah keliru atau salah, namun akan lebih baik bila dapat menyembuhkan atau membuatnya lebih baik. Maka, sebelum kita bantu dengan niat dan harapan menyembuhkan, kita harus memastikan bahwa orang atau pasien tersebut sudah memiliki Pendamping dari Relawan Kemanusiaan yang memang sudah terbukti atau teruji kinerjanya. 
     
    Di NTB sendiri, Lembaga, Organisasi dan atau Ikatan Kelompok yang bergerak di Dunia Kemanusiaan, sudah banyak. Tentu saja sudah teruji kredibilitasnya dan kinerjanya. Di Bima ada *BABUJU CARE CENTRE (BCC)*, ada *LPKS (Lembaga Pemerhati Kesejahteraan Sosial)*, di Dompu ada *Yayasan We Save Dompu, Phian Bharaduta cs*, di Lombok ada banyak malah seperti *Endri EF, Rekan Ntb (Relawan Kemanusiaan), Bimbo GR cs* dan lainnya. 
     
    Mereka-mereka ini telah memiliki Jaringan dan link kemitraan, baik dengan RSUD/RSUP/RS Sanglah. Kemitraan dengan berbagai yayasan serta ‘Jam Terbang’ yang tak diragukan lagi. Lembaga2 tersebut telah memiliki jaringan founding untuk mem-backup bila dana yang dibutuhkan dari yang digalang, belumlah cukup. Lembaga-lembaga tersebut telah memiliki tim yang dapat melakukan Pendampingan penuh baik di RSUD, RSUP maupun di RS Sanglah. 
     
    Apabila lembaga-lembaga tersebut telah turun melakukan pendampingan atas orang atau pasien yang dimaksud, maka, cukup atau tidak cukup dana yang ada, dengan komitment kemitraan mereka, insyaallah akan dituntaskan. Pasien maupun keluarga pendamping pasien hanya taunya naik kendaraan, masuk pemeriksaan, tinggal di tempat yang nyaman, makan minum yang sehat dan menjalani pemeriksaan medis tanpa harus terbebani oleh pikiran biaya lainnya. 
     
    Meski lembaga-lembaga tersebut adalah Relawan Kemanusiaan yang siap membantu hingga kondisi yang lebih baik, namun, masing-masing Lembaga itu punya SOP Penanganan. Punya cara dan manajemen yang berbeda. Punya pola kerja dan mekanisme yang berbeda antara satu dengan lainnya. Namun tetap memprioritaskan Kenyamanan, pelayanan dan pendampingan penuh atas pasien yang menjadi tanggungjawabnya.
     
    Dengan demikian, insyaallah Donasi yang diniatkan akan dapat membantu meringankan sekaligus menyembuhkan atau menyelamatkan orang atau pasien yang dimaksud. Donasi yang diulurkan akan dikelola sesuai kebutuhan pasien dan dipertanggungjawabkan langsung kepada Donatur, baik melalui laporan perkembangan, laporan periodik maupun laporan lengkap, sesuai yang diminta oleh pihak pendonasi. 
     
    Semoga dengan membaca kupasan permasalahan (pada postingan sebelumnya) dan solusinya ini, dapat memberi pemahaman kita terkait penanganan dan kenapa Relawan Kemanusiaan dibutuhkan. 
     
    Sudah banyak pengalaman yang kami jumpai atas pasien pendampingan. Bagi yang mendapatkan kesempatan didampingi oleh lembaga Relawan Kemanusiaan nampak tersugesti lebih kuat dan sembuh. Hal ini karena tidak ada beban yang membuat pasien dan atau keluarga pasien resah dan merasa beban, dibandingkan dengan pasien yang secara ekonomi terbatas. Antara Pasrah terima Takdir dan Bertahan dengan pikiran tak tenang. (*)