• Iptu Afrah Putra Sape Raih "Unamid Medal" Misi Perdamaian PBB

    Iptu Afrah H Muhtar saat menerima penghargaan "Unamid Medal" usai melaksanakan Misi Perdamaian PBB di Sudan, Senin (15/10/2018).
    Sudan, Zona Rakyat.-Meraih prestasi dan mendapatkan penghargaan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi diri, tim dan keluarga. Begitu halnya dirasakan Iptu Afrah H Muhtar, seorang putra kelahiran Desa Buncu Kecamatan Sape Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.
    Personil Sat Brimob Polda Papua yang tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) 10 Indonesia meraih Unamid Medal usai menyelesaikan misi perdamaian PBB di Sudan.
    Iptu Arfah tersebut adalah satu dari 140 orang personil terbaik Polri yang menjadi pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Sudan. Dia adalah putra asli Sape Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat.
    "Alhamdulillah ini adalah anugerah terindah bagi saya, tim dan Bangsa Indonesia. Lebih-lebih bagi keluarga saya yang ada di Bima. Karena saya satu-satunya orang Bima yang dikirim bersama 140 Satgas Polri terbaik," ungkap Iptu Afrah melalui selulernya, Rabu (17/10/2018).
    Iptu Afrah bersama beberapa anggota Tim FPU 10 Indonesia di Sudan.
    Menurutnya, FPU 10 Indonesia adalah personil Satgas Polri terbaik yang ditugaskan untuk menjadi pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Sudan. 
    Bersama 140 rekannya, dirinya dianugerahi Unamid Medal dalam acara Penyerahan Medali Indonesia "National Police Peacekeepers Medal Parade" di Dafur Sudan.
    Misi Unamid kata Afrah, merupakan misi yang paling berat dari semua misi PBB di dunia seperti di Congo, Haiti, Sudan Selatan dan lainnya. 
    FPU 10 Indonesia selama sembilan bulan hingga saat ini telah menjalankan tugas secara professional dan penuh tanggung jawab khususnya ketika situasi di Darfur sedang membutuhkan tenaga profesional dalam mengamankan beberapa kamp dan perkampungan yang sedang mengalami konflik.   
    Dirinya bersama anggota FPU 10 Indonesia lainnya disebar di daerah Kutum yang sedang konflik dan hasil yang dicapai cukup menggemberikan. 
    Dijelaskannya, FPU 10 Indonesia bukan saja profesional dalam menjalankan tugas di lapangan, namun lebih dari itu telah mampu membawa misi PBB di tengah-tengah masyarakat Sudan, khususnya di Darfur dan diterima secara baik. Hal itu disebabkan karena budaya dan tata krama yang ditunjukkan oleh personil FPU mampu mencerminkan budaya bangsa Indonesia sehingga patut diberikan penghargaan. Bukan saja telah berperan dalam misi perdamaian yang profesional juga telah menjadi duta-duta bangsa yang baik. 
    Berkat pencapaian itu, dan profesionalisme yang ditunjukkan FPU 10 Indonesia dalam menjalankan tugas selama satu tahun terakhir, PBB menganugerahkan Unamid Medal kepada putra putri Indonesia. 
    "Tugas utama kita adalah menjaga staf dan properti PBB, melindungi warga sipil, dan mendukung kegiatan operasi kepolisian lokal," urainya.

    Iptu Afrah H Muhtar saat di Sudan menjalankan misi Perdamaian PBB

    Dalam kegiatan sehari-hari tambah Afrah, pasukan Indonesia juga sering mengadakan kegiatan amal di camp pengungsi, panti asuhan dan sekolah-sekolah di camp pengungsi. Mereka menyumbangkan alat tulis, pakaian, tas sekolah dan berbagai keperluan ibadah.
    Pada upacara Medal Parade yang digelar pada 15 Oktober 2018 di lapangan multi fungsi Garuda Camp Indonesia tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi PBB di Unamid. Selain itu hadir juga Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea serta para komandan kontingen FPU dan militer dari berbagai negara yg tergabung dalam misi Unamid di Darfur Sudan Afrika Utara. Hadir pula delegasi dari RI yang diwakili oleh Brigjen Pol Krisna Murti mewakili negara dan Kepolisian RI. Sedangkan Pejabat UNAmid yg hadir
    Deputy Joint Special Representative Unamid (Wakil ketua Unamid), POLICE CHIEF OF OPS UNAMID dan para pejabat tinggi Unamid lainnya. (ZR.02)