• Forum Kemajuan Pendidikan Daerah Tingkat Nasional V Digelar

    Kegiatan forum kemajuan pendidikan daerah tingkat nasional V, Senin (21/10/2019)
    Bima, Zona Rakyat.-Forum Kemajuan Pendidikan Daerah Tingkat Nasional V dengan tema memajukan pendidikan melalui gerakan literasi di Kabupaten Bima digelar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang rapat Bupati Bima, Senin (21/10/2019). 
    Hadir dalam kegiatan tersebut,  Staf Ahli Bupati Muara Enim Sumatera Selatan, Perwakilan Bappeda Kabupaten Bima,  para pegiat literasi yang berasal dari perwakilan 10 Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia, Perwakilan Indonesia Mengajar (Strategy And Development Manager), Tim Inovasi Bima dan Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bima.

    Kabid Perpustakaan Basyirun, SPd, MPd mengatakan,  kegiatan forum kemajuan Pendidikan daerah tingkat nasional ke 5 di wilayah Kabupaten Bima ini digagas oleh Indonesia Mengajar. Melalui kegiatan tersebut, kedepan dapat meningkatkan kemajuan pendidikan di daerah.
    Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif, setiap daerah yang bekerja bersama Indonesia Mengajar membutuhkan peran semua pihak. Oleh karena itu Yayasan Indonesia Mengajar menyelenggarakan Forum Kemajuan Pendidikan Daerah (FKPD).
    "Ini sebuah forum tahunan yang bertujuan mempertemukan para pelaku pendidikan di daerah-daerah mandiri dan yang bersinggungan dengan lingkungan Indonesia Mengajar," jelas Basirun.
    Dijelaskannya, keberadaan para pelaku pendidikan yang terdiri dari para anggota Gerakan Indonesia Mengajar serta penggerak dan pegiat pendidikan di daerah, dapat merefleksikan perjalanan dan dampak gerakan pendidikan daerah yang telah dilaksanakan selama.
    Selain itu kata dia, FKPD juga bertujuan agar dapat menjadi ruang untuk melahirkan inisiatif-inisiatif baru gerakan pendidikan di Indonesia, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bima. 

    Esensi dari kegiatan ini kata Basirun, yaitu penyelenggaraan pendidikan secara umum dapat diakses oleh semua warga negara Indonesia. Namun demikian, masih terdapat warga negara Indonesia yang belum dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan secara layak. 
    Sementara Perwakilan Indonesia Mengajar Subhanuddin Husen menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka memajukan dunia pendidikan, sehingga keberadaan Forum Kemajuan Pendidikan Daerah (FKPD) dalam rangka menyatukan asa dalam peningkatan pendidikan di Indonesia. 
    "Pendidikan merupakan salah satu sarana yang penting bagi generasi kita termasuk kita dalam menciptakan generasi emas 2020," ungkapnya.

    Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan, Pendidikan merupakan salah satu dari empat tujuan negara yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini. Satu dari empat tujuan negara yang berhubungan dengan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. 
    Dalam rangka itu, pemerintah telah berupaya membangun sektor pendidikan secara terencana, terarah, dan bertahap serta terpadu dengan keseluruhan pembangunan kehidupan bangsa, baik ekonomi, Iptek, sosial, maupun budaya. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 

    Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 menyebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
    Konsepsi tersebut mengandung pengertian bahwa pendidikan sebagai proses pemanusiaan dapat dipandang dari dua sisi, sebagai proses pendewasaan peserta didik untuk hidup di alam demokrasi dan memasuki sektor ekonomi produktif.
    Dikatakan Bupati, penyelenggaraan pendidikan dasar tidak dapat dilakukan secara asal saja hanya dengan mementingkan kuantitas dengan mengabaikan kualitas. Hal ini disebabkan karena cepat lambatnya pembangunan suatu negara sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang ada. Di sisi lain, pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas ditentukan oleh kualitas pendidikan. 
    "Penyelenggaraan pendidikan harus memperhatikan kualitas selain kuantitas. Salah satu faktor penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan adalah sumber belajar. Sumber belajar pendidikan yang berkualitas akan mendorong elemen sekolah untuk berkinerja lebih baik," jelasnya.
    Dinda berharap, dengan adanya forum kemajuan pendidikan daerah akan dapat melahirkan gagasan dan pemikiran segar dalam memajukan dunia pendidikan dalam rangka menciptakan generasi emas  yang berkualitas penerus bangsa," harapnya. (ZR.06)