• PON Cabor Panjat Tebing Mulai Dipertandingkan, Nurul Iqamah Masuk Final


    Papua, Zona Rakyat.- Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 Papua Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing resmi dibuka Ketua Umum FPTI, Yeni Wahid yang didampingi Bupati Timika, Senin (26/09/21) tadi pagi. 

    Cabang olahraga  Panjat Tebing akan mempertandingkan 16 nomor dari 3 kategori yang diikuti 26 provinsi se Indonesia. 

    Ketua Harian FPTI Kota Bima, M. Fauzi kepada media via what app (WA), siang tadi mengatakan, hasil kualifikasi pada nomor boulder perorangan puteri, atlet andalan NTB asal Kota Bima Nurul Iqamah berhasil masuk ke babak final bersama 5 atlet lainnya. 

    Kata dia, Nurul sendiri berada pada peringkat kedua, sementara pada peringkat satu atas nama Fitria Hartani dari Jawa Timur, disusul Kharisma Ragil Rakasiwi peringkat tiga, Apriana Nasution dari Sumatra Barat pelima dan peringkat enam Julita dari Kepulauan Bangka Belitung. “Rekan se tim Nurul Iqamah atas nama Anggun Yolanda berada pada peringkat 10,” ujarnya.

    Menurut Ozi, Keenam finalis tersebut mengikuti babak final yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2021. ”Kita patut berbangga, Nurul atlet andalan Kota Bima-NTB masuk final, semoga bisa meraih medali emas. Kita do’akan bersama,” harapnya.

    Sementara itu, Pada nomor lead perorangan putra, NTB menurunkan 2 atlit sesuai kuota yaitu Azhar Wan Akbar dari Dompu dan Joni Kasria dari Lombok Timur (Lotim). 

    “Di nomor lead putra berlaku babak lengkap yakni babak kualifikasi, semifinal dan final karena jumlah pesertanya 31 atlet, sedangkan pada nomor puteri langsung ke babak final karena jumlah peserta hanya 28 atlet,” ujarnya.

    Dinomor ini atlet NTB baik Joni Kasria maupun Azhar Wan Akbar berhak mengikuti babak semifinal. Mereka berada pada peringkat 14 dan 16. “Jumlah atlet yang lolos babak semifinal berjumlah 28 atlit,” katanya.

    Ia menambahkan, tanggal 28 September 2021 tim panjat tebing NTB akan bertanding pada nomor lead perorangan puteri dan boulder perorangan putera, serta speed perorangan putera-puteri. (ZR-03)