• Selamat Atas Wisuda Mahasiswa STIH Muhammadiyah Bima Angkatan XXVI Tahun 2021

    Munir Husen
    (Dosen STIH Muhammadiyah Bima)

    Wisuda
    adalah akhir dari segala perjuangan yang ditempuh pada jenjang pendidikan tinggi. Wisuda menjadi momentum kebahagian atas segala prestasi selama kuliah. Wisuda adalah keniscayaan, hari dimana mahasiswa secara resmi dinyatakan lulus dan berhak untuk mendapatkan gelar sesuai dengan jenjang bidang keilmuannya, pada tingkat doktoral S3, magister S2 maupun strata satu S1.

    Perasaan senang, bahagia, bangga bercampur haru atas segala usaha wisudawan/wati hari ini, mengikuti final gladi bersih prosesi wisuda yang disaksikan oleh orang tua, keluarga, sahabat serta masyarakat. Moment yang sangat ditunggu-tunggu, oleh siappun yang pernah duduk dibangku kuliah akan merasakan hal yang sama pada setiap insan mahasiswa.
    Kebahagian orang tua semakin bersahaja ketika menyaksikan wisudawan/wati memasuki ruangan Convention Hall Paruga NaE dengan memakai atribut khusus, baju toga berselempang almamater dan bertopi wisuda, apatah lagi jika wisudawan/wati terpilih menjadi lulusan terbaik. Pemindahan tali toga, pengukuhan oleh Ketua STIH Muhammadiyah Bima sebagai isyarat tanda legalnya gelar yang diimpikan oleh wisudawan/wati sejak awal mengenyam bangku kuliah.
    Hari ini keluarga para wisudawan/wati dan undangan telah berjubel mendatangi Gedung Convention Hall Paruga NaE Kota Bima untuk menyaksikan langsung prosesi wisuda STIH Muhammadiyah Bima angkatan XXVI. Detik-detik yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh keluarga wisudawan/wati sebagai kado istimewa atas prestasi akadekmik mahasiswa yang diraih.
    Coba renungkan wisudawan/wati, prosesi wisuda tempat duduknya istimewa, tersendiri tidak duduk bersama dengan orang tua maupun undangan lain. Jika wisudawan/wati berdiri sejenak menatap dan menghadap pada posisi duduk orang tuanya lambaikan tanganmu dan angkat topi wisudamu sebagai ucapan terimakasih kepada orang tua yang bekerja keras, akhirnya bisa meraih gelar akademik Sarjana Hukum (SH).
    Hari ini wisudawan/wati diwusuda oleh almamater tercita STIH Muhammadiyah Bima sebagai hari yang paling bersejarah, bagi wisudawan/wati dan keluarganya. Lika liku perjalan kuliah tidak terasa selama delapan smester bahkan lebih kalian bersama dosen dan civitas akademika dengan berbagai pengalaman yang begitu pahit, dan melelahkan selama proses kuliah.
    Hari ini, wisudawan/wati menyandang gelar Sarjana Hukum (SH) dengan segala kewajiban dan hak yang melekat, sebagai pertanggungnjawaban kepada orang tua khususnya dan stakeholder umumnya. Setelah kalian diwisuda bukan berarti tugasnya selesai perjalanan panjang masih terpampang di depan mata yang harus dilalui, etape pertama sudah kalian lalui dan berhasil. Dan etape selanjutnya adalah kompetisi ketat dengan berbagai perguruan tinggi untuk menentukan masa depan kalian.
    Pertanyaannya apakah wisudawan/wati telah siap untuk etape berikutnya, semua ini bergantung sungguh dari kalian sendiri. Pada etape selanjutnya adalah etape penentuan masa depan, wisudawan dan wisudawati tidak cukup bermodalkan prestasi akademik dengan indeks komulatif tertinggi atau cumlaude namun harus dibarengi dengan soft skill. Semua ini adalah mata rantai yang harus dimiliki oleh wisudawan dan wisudawati dalam menentukan masa depannya.

    STIH Muhammadiyah Bima telah menunjukkan prestasi alumninya ketika formasi penerimaan pegawai negeri sipil baik yang vertikal maupun yang horizontal. Alumini STIH Muhammadiyah Bima Alhamdulillah selalu saja ada yang diterima. Prestasi ini tidak diraih dengan segopok uang sogokan/suap tetapi adalah murni prestasi yang diraih oleh alumni STIH Muhammadiyah Bima.
    Prestasi yang diraih oleh wisudawan/wati untuk melanjutkan dan mempertahankan agar setiap kali ada formasi, STIH Muhammadiyah Bima akan terukir prestasi akademiknya. Maka pada hari ini wisudawan dan wisudawati berbanggalah bahwa almamatermu adalah almamater yang punya reputasi dan prestasi walaupun bersaing dengan perguruan tinggi ternama. Semua itu tergantung sungguh prestasi masing-masing.  Tidak ada jaminan perguruan tinggi yang ternama akan mendominasi formasi yang ada.
    Hari ini para wisudawan dan wisudawati untuk bisa memilih profesi pekerjaannya sesuai dengan keinginan personal dalam rangka mengabdikan diri pada Nusa dan bangsa melalui seleksi PNS, Poliri, TNI melalui jaringan Perwira karir dengan ijazah minimal strata satu (S1), perusahaan multi nasional, wiraswasta, advokat lembaga independen seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) semua ini bergatung sungguh pada wisudawan dan wisudawati, atau mungkin ada yang melanjutkan pada Strata dua (S2) jalur ilmu hukum atau Notaris semua ini memiliki plus minus. Oleh sebab itu, wisudwan dan wisudawati mempunyai tanggung jawab moral untuk mengharumkan nama baik almamater.
    Selamat atas prestasi dan gelar yang diraih. STIH MUHAMMADIYAH BIMA ALMAMATERKU.
    Allahul Mustaan