• Tiga Atlet Panjat Tebing Kota Bima Bertandang ke PON Papua

    Foto: Dari Kiri Nurul Iqamah, Muhammad Fajar, dan Ayu Fatullah, sesaat sebelum berangkat menuju Timika, Papua di BIL, Praya-NTB.

    Kota Bima, Zona Rakyat - Tiga orang atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bima yang mewakili Tim PON NTB bertandang ke Timika- Papua, Kamis (23/09) tadi pagi. Keberangkatan tiga atlit menuju tempat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020,  bersamaan dengan 6 atlet lainnya dari kabupaten/kota se-NTB, melalui Bandara Internasional Lombok, Praya, NTB.

    Ketua Umum FPTI Kota Bima, Agus Salim kepada media ini mengatakan, ketiga atlet Panjat Tebing yang mewakili Tim PON NTB tersebut merupakan atlet andalan dari Kota Bima yang selama ini memiliki prestasi di tingkat nasional. Ketiga atlet tersebut yakni, Nurul Iqamah, Ayu Fatullah dan sibontot Muhammad Fajar. 

    Menurutnya, atlet Nurul Iqamah merupakan atlit binaan Panjat Tebing Kota Bima sejak usia 10 tahun yang kini telah matang di usianya ke 25 tahun

     "Nurul yang merupakan andalan utama adalah peraih medali perunggu di PON Jawa Barat tahun 2016. Sekaligus peraih medali emas pada nomor Combined di ajang Asian Games beberapa tahun lalu," terangnya. 

    Berita Lain:

    Gagalkan Ribuan Tramadol Dari Jakarta, Polres Bima Kota Amankan 3 Terduga Pelaku

    Walikota Bima HML MoU Dengan Dirjen Tata Ruang Kementrian ATR/BPN

    Dilapisan kedua kata Agus, ada nama Ayu Fatullah, peraih medali emas nomor lead perorangan putri pada ajang Porprov NTB tahun 2018 lalu. Ayu akan mengikuti dua kategori yaitu lead dan bolder. Ayu akan memperkuat bolder tim putri, lead tim putri, bolder campuran.

    "Di ajang PON Jawa Barat tahun 2016 lalu, Ayu yang turun di nomor bolder mix hanya mampu duduk di peringkat 5 nasional," urainya.

    Lalu siapakah Muhammad Fajar? Menurut Ketua Harian FPTI Kota Bima, M.Fauzi mengaku, Fajar adalah atlet muda berbakat yang usianya cukup muda yakni 17 tahun. Sebelumnya Fajar pernah menduduki peringkat 1 NTB untuk nomor lead, bolder dan speed pada ajang Kejuaraan Umur Bupati Lombok Timur Cup Tahun 2017.

    "Di Porprov NTB tahun 2018 pada cabang olahraga panjat tebing Fajar menyumbang medali perak pada nomor boulder tim putra," pujinya.

    Kata Ozi, sosok Fajar merupakan anak asuhan Muhammad Rangga selaku Pelatih Panjat Tebing Kota Bima, sejak usia 7 tahun sudah menggeluti olahraga panjat tebing. 

    "Rangga sendiri punya prestasi luar biasa di Panjat Tebing sebelum dipilih menjadi pelatih utama Kota Bima. Sehingga spirit juara untuk para atlet setidaknya telah berbaur jadi semangat berapi-api meraih prestasi," tandasnya memuji.

    Ozi menambahkan, modal juara umum pada ajang pra PON cabang Panjat Tebing di Pinrang Sulawesi Selatan beberapa tahun lalu adalah modal dasar meraih medali emas. Karena di zona 2 ini tidak masuk atlet dari Jawa dan Bali serta Sumatra. Sedangkan zona 3, NTB bersama Kalimantan, Sulawesi dan NTT. " Saat itu NTB raih juara umum dengan 7 medali emas", kenangnya.

    Mengakhiri obrolan di beranda latihan Panjat Tebing, Fauzi meyakinkan, dengan bermodalkan pengalaman dan prestasi yang ditoreh sebelumnya, maka wajarlah panjat tebing Kota Bima dan NTB berharap mendapat 1 medali emas. Untuk itu mari kita mendo'akan para atlet yang akan bertanding, semoga meraih prestasi gemilang.

    "Selamat bertanding adik-adikku. Saya harap Nurul dan Ayu bisa membimbing Fajar untuk tingkatkan motivasinya," pintanya. (ZR-04)