• Breaking News

    Kantongi SK DPP, Iwan Panjidinata Resmi Pimpin Gerindra KSB



    MATARAM - Iwan Panjidinata kembali memimpin DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumbawa Barat. Dia menggantikan Ketua DPC Partai Gerindra sebelumnya Mustafa HMS. Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Gerindra Nomor: 09-0192/Kpts/DPP-GERINDRA/2021 tertanggal 14 September 2021.

    Penyerahan SK pergantian personalia DPC Partai Gerindra Kab. Sumbawa Barat tersebut dilakukan Ketua Badan Pengawas dan Disiplin DPP Partai Gerindra H. Bambang Kristiono (HBK) di Mataram, Jumat malam (17/12). SK tersebut diterima oleh Iwan Panjininata secara langsung. SK ditandatangani langsung Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra H. Ahmad Muzani.

    “Pergantian, atau pergeseran posisi ini adalah bagian dari proses konsolidasi Partai,” kata HBK.

    Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini memastikan, pergantian tersebut merupakan bagian dari konsolidasi dan penguatan Partai di Bumi Pariri Lema Bariri, mengingat agenda-agenda politik yang akan dihadapi Partai dalam waktu yang tak terlalu lama.

    HBK juga mengingatkan pentingnya pengelolaan Partai secara tertib dan modern. Mengenai rencana proses pergantian antar waktu salah seorang anggota DPRD Kab. Sumbawa Barat yang disebut sakit, telah menjadi sorotan beberapa pihak di KSB.

    Iwan Panjidinata sendiri pernah memimpin DPC Partai Gerindra KSB sebelumnya. Iwan tadinya pernah terpilih menjadi Anggota DPRD Kab. Sumbawa Barat dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD. Namun, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kab. Sumbawa Barat tahun 2015, Iwan dicalonkan Partainya ikut dalam kontestasi Pilkada untuk posisi calon Wakil Bupati berpasangan dengan H. Mala Rahman. Namun, pasangan ini hanya memperoleh posisi ketiga dari tiga pasangan calon.

    Karena mencalonkan diri, sesuai UU Pilkada, Iwan kemudian harus mundur dari keanggotaannya sebagai anggota DPRD Kab. Sumbawa Barat. Penggantinya dilantik pada tahun 2015. Belakangan, posisi Iwan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra KSB berganti ke Mustafa HMS, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kab. Sumbawa Barat.

    Sekretaris DPD Partai Gerindra Prov. NTB Ali Al Khairy mengatakan, pergantian pucuk kepemimpinan ini adalah hal yang lumrah dan biasa dalam sebuah organisasi termasuk Partai politik. Partai Gerindra, kata Ali, adalah rumah besar. Banyak kamarnya. Sehingga Ia menyebut, pergantian ini semata hanya pindah kamar saja. Sementara tugas, pengabdian, dan tanggungjawab semua kader adalah masih sama.

    “Yang paling penting adalah tugas untuk memenangkan agenda - agenda politik mendatang. Ada pemilihan legislatif, ada pemilihan presiden, ada juga pemilihan kepala daerah,” katanya.

    Selain Iwan, Merliza juga ditunjuk menjadi Sekretaris dan Ikhsan Musa Mahdi sebagai Bendahara DPC Partai Gerindra Kab. Sumbawa Barat. Ditetapkan pula sepuluh wakil Ketua, empat wakil Sekretaris, dan dua wakil Bendahara.

    Terkait posisinya yang kini kembali memimpin DPC Partai Gerindra KSB, Iwan mengatakan, dirinya akan langsung konsolidasi dengan kepengurusan di tingkat Anak Cabang setelah menerima Surat Keputusan DPP tadi malam.

    Penguatan PAC menjadi prioritasnya, karena manakala PAC di setiap Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat  memiliki positioning kuat, maka hal itu juga akan menjadikan DPC Partai Gerindra KSB juga menjadi kuat.

    Selain itu, pengelolaan kepartaian yang tertib juga akan menjadi atensinya. Termasuk soal proses PAW salah satu anggota DPRD Partai Gerindra yang mejadi sorotan.

    “Kami juga menyiapkan target-target untuk pemenangan Partai ke depan,” kata Iwan.

    Pihaknya menargetkan, perolehan kursi Partai Gerindra di KSB bisa meningkat menjadi empat kursi pada pemilihan legislatif tahun 2024. Pada Pemilu 2019 lalu, Partai Gerindra memperoleh dua kursi. Jumlah tersebut berkurang satu kursi dibanding perolehan suara pada Pileg 2014. Saat Partai Gerindra memperoleh tiga kursi, Iwan menjadi Ketua DPC.

    “Di KSB ini ada tiga daerah pemilihan. Kalaupun nantinya pada prosesnya Partai Gerindra hanya mendapatkan satu kursi di tiap daerah pemilihan di Pileg 2024, maka itu berarti sudah menjadi perbaikan dari perolehan kursi saat ini,” kata Iwan.(ZR -05)

    Tidak ada komentar