• Kapolres Bima Kota Bantu Anak Yatim yang Ditinggal Ibu Jadi Pekerja Imigran

    Kota Bima, Zona Rakyat,-  NTB (13/01) – Jiwa menolong dan rasa empati yang besar tergambar pada Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra,S.I.K MH.

    Mendapat informasi ada seorang bocah yatim yang ditinggal ibunya menjadi pekerja imigran di negeri Jiran Malaysia, lalu berharap belas kasih orang sekitar dengan bekerja dan berharap imbalan ala kadarnya, tersentuh hatinya untuk membatu meringankan beban bocah tersebut.

    Siapa bocah yang membuat rasa dan tersentuh hati orang nomor satu di Mapolres Bima Kota itu ?, Muhammad, nama yang indah dari bocah 9 tahun itu, yang tinggal bersama bibinya di Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, langsung di kunjungi Kapolres Bima Kota, bersama Bupati Bima Hj Indah Damayanti Puteri dan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal.

    Kamis (13/1/22) siang, menjadi hari bahagia bagi Muhammad dan keluarga, betapa tidak, di hari itu, Kapolres Bima Kota datang berkunjung atas nama cinta dan rasa peduli, membawa seabrek buah tangan bagi bocah yang bercita-cita jadi Tentara itu.

    AKBP Henry Novika Chandra, sepertinya tidak ingin anak sekecil itu, menanggung beban hidup di usia dini yang mestinya berbahagia layaknya anak sebayanya, bermain dengan lincahnya dan bersekolah tanpa terbebani masalah hidup demi menatap masa depan sebagaiman cita-citanya.

    Seabrek kado istimewa diberikan ikhlas dan tulus oleh ‘Mataharinya’ Polres Bima Kota itu. Mulai dari uang untuk biaya sekolah dalam bentuk Tabanas atas nama bocah Muhammad.

    Selain itu, Ada pula baju seragam sekolah dan baju kokoh untuk Muhammad yang dalam harapan besarnya agar selalu mengaji dan sholat. Bingkisan beragam dan kasur spring bed juga menjadi buah tangan untuk Muhammad.

    Dihadapan keluarga dan jiran tetangga yang berkerumun saat itu, Kapolres Bima Kota dengan suara parau penuh haru, berucap jangan biarkan anak bangsa sebagai generasi penerus negeri ini, merasakan beban hidup sejak dini.

    ”Menjadi tanggung jawab bersama, untuk menolong dan membantu Muhammad. Kita tidak boleh membiarkan dia merasakan duka,”ucap Henry.

    Lanjut Kapolres, Negeri ini,  sejak dulu dan telah membudaya jiwa gotong royong dan rasa kebersamaan. Sifat dan jiwa ini haruslah tetap di pupuk. 

    “Jangan biarkan Muhammad merasakan beban itu sendiri. Bantu dan ringankan bebannya,”ajak Kapolres Bima Kota.(ZR-04).