Menkes Budi Gunadi Tinjau Rumah Sakit Umum Type C Kota Bima
![]() |
| Menkes RI Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur NTB, Wali Kota Bima, Wakil Wali Kota, Bupati Bima dan sejumlah pejabat saat meninjau RSUD Kota Bima, Jumat (27/2/2026). |
Kota Bima, Zona Rakyat.-Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, S.Si., CHFC, CLU meninjau Rumah Sakit Umum Tipe C tiga lantai milik Pemerintah Kota Bima, Jumat (27/2/2026).
Rumah sakit ini berlokasi di eks kantor Wali Kota Bima jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Raba.
Kunjungan Menteri Kesehatan dalam rangka melihat langsung gedung dan fasilitas pendukung di RSUD Kota Bima yang telah rampung dikerjakan pada akhir Desember 2025 lalu.
Pantauan media ini di lokasi, Menkes Budi Gunadi langsung meninjau kondisi pembangunan rumah sakit, mulai dari lantai 1 hingga sejumlah kamar di lantai 3. Tidak hanya itu, Menkes juga langsung keliling di belakang dan beberapa tempat penting rumah sakit seperti di ruangan Rawat Inap, ruangan Jenajah, ruangan Loundri, dan ruangan lainnya.
Pembangunan rumah sakit kota itu juga berhasil dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan model TIPE C III Lantai. Melihat pembangunan rumah sakit, Menteri Kesehatan Budi Gunadi memuji RSUD Kota Bima yang baru dibangun. Pembangunan RS Tipe C seperti di Kota Bima juga serentak dilakukan di beberapa daerah terluar dan tertinggal. Mengingat ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di sektor kesehatan.
Program tersebut menyasar layanan penyakit katastropik dan layanan dasar strategis, meliputi Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU KIA), salah satunya di Kota Bima.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, S.Si., CHFC, CLU, menyampaikan, bahwa dirinya hanya ingin meninjau untuk memastikan program prioritas presiden Prabowo di bidang kesehatan berjalan lancar.
"Dari hasil peninjauan RSUD Kota Bima, ada beberapa catatan, tapi itu urusan kontraktornya," ungkapnya.
"Jumlah bad yang harus tersedia sekitar 200 bad, itu baru mencukupi. Sedangkan untuk alat kesehatannya nanti akan nyusul. Dan itu sudah dianggarkan 20 MIliyar," beber Budi Gunadi.
Ia menyampaikan, untuk tenaga medis seperti dokter spesial sudah ada, namun yang paling diutamakan adalah dokter putra-putri asli Kota Bima.
"Jadi kita utamakan SDM yang ada di daerah. Dokter asal Kota Bima semua tetap diakomodir," ujarnya.
Diharapkan dengan adanya RSUD Kota Bima masyarakat tidak perlu berobat ke Daerah lain. Karena semua sudah tersedia di RSUD Kota Bima. (ZR1)



.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar