• Breaking News

    Harga Jagung Rp5.350/Kg, Petani Harap Harga Tetap Stabil di Tengah Tingginya Biaya Produksi

    Mitra Gudang CPI, Wilian,dan Segar, Abdul Hafid (kiri) dan Aslan (kanan)
     petani asal Desa Karambura, Kabupaten Dompu

    Dompu, Zona Rakyat
    .-Harga jagung di tingkat petani di wilayah Bima dan Dompu saat ini berada di kisaran Rp5.300 per kilogram. Kondisi ini disambut dengan rasa syukur oleh para petani, meskipun mereka tetap berharap adanya peningkatan harga atau setidaknya tidak mengalami penurunan di tengah tingginya biaya produksi.


    Berdasarkan informasi dari mitra gudang CPI, Wilian dan Segar, Abdul Hafid, S.P menyampaikan bahwa harga jagung per hari ini relatif stabil di kisaran Rp5.200 hingga Rp5.350 per kilogram. Menurutnya, kestabilan harga ini menjadi angin segar bagi petani setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi harga di pasaran.

    “Dalam beberapa hari terakhir harga cenderung stabil. Ini tentu memberikan harapan bagi petani agar kondisi pasar tetap kondusif,” ujarnya.

    Salah seorang petani jagung asal Desa Karambura, Kabupaten Dompu, Aslan, mengungkapkan bahwa harga tersebut sudah cukup baik jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Namun demikian, ia berharap harga jagung masih bisa mengalami kenaikan atau setidaknya bertahan di level saat ini.

    “Kalau memang tidak bisa dinaikkan lagi, minimal jangan sampai turun. Harga sekarang ini sudah lumayan membantu petani,” katanya.

    Aslan menjelaskan bahwa biaya operasional dalam bertani jagung terus mengalami peningkatan, mulai dari harga pupuk, bibit, hingga ongkos tenaga kerja. Selain itu, petani juga harus menanggung berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan anak.

    “Biaya produksi sekarang cukup berat. Belum lagi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak yang harus kami tanggung,” tambahnya.

    Senada dengan itu, petani lainnya, H. Nurwan, juga berharap agar harga jagung tetap bertahan di angka saat ini. Ia menilai perjuangan petani tidaklah ringan, mulai dari proses tanam, perawatan, hingga panen yang penuh dengan risiko.

    “Kami berharap harga tetap stabil. Perjuangan petani ini cukup berat, apalagi menghadapi cuaca yang tidak menentu dan biaya yang terus meningkat,” ujarnya.

    Para petani di Desa Karambura berharap adanya perhatian dari pemerintah, baik dalam menjaga stabilitas harga jagung maupun memastikan ketersediaan sarana produksi dengan harga terjangkau. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. (ZR3)

    Tidak ada komentar