Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Dompu Fokus Transformasi Desa dan Penanggulangan Kemiskinan
![]() |
| Bupati Dompu Bambang Firdaus,S.E (atas) dan Kepala Bappeda Kabupaten Dompu Aris Ansyary, ST., MT. |
Dalam sambutannya, Bupati Dompu, Bambang Firdaus,S.E menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan fase strategis dalam implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Pembangunan akan difokuskan pada penguatan transformasi sosial yang inklusif, ekonomi yang produktif dan berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif.
“Tema pembangunan tahun 2027 adalah peningkatan produktivitas dan investasi berbasis desa untuk mendukung ketahanan pangan serta percepatan penurunan kemiskinan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi, yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi berkualitas, penguatan sektor agro-maritim, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Target Kemiskinan dan Stunting
Pemkab Dompu menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga satu digit pada 2027, dengan kemiskinan ekstrem ditekan hingga nol persen. Selain itu, prevalensi stunting ditargetkan turun menjadi 12 persen.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat intervensi berbasis desa melalui program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta peningkatan layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.
“Penanganan stunting difokuskan pada seribu hari pertama kehidupan melalui perbaikan gizi, sanitasi, dan edukasi keluarga,” katanya.
Penguatan SDM dan Sektor Unggulan
Di bidang sumber daya manusia, pemerintah daerah menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Pendidikan diarahkan tidak hanya pada akses, tetapi juga kualitas dan pembentukan karakter, sementara sektor kesehatan difokuskan pada upaya preventif.
Sementara itu, sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan akan didorong melalui modernisasi sistem produksi, penggunaan teknologi, serta penguatan hilirisasi industri.
“Desa harus menjadi pusat produksi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.
Penciptaan Lapangan Kerja
Upaya menekan angka pengangguran dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan. Program pelatihan vokasi, kewirausahaan, serta kemitraan dengan sektor swasta akan diperluas, terutama bagi generasi muda.
Pemerintah juga berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan dan peningkatan kemudahan berusaha.
Reformasi Tata Kelola Pemerintahan
Dalam aspek tata kelola, Pemkab Dompu akan memperkuat penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas. Selain itu, pengawasan internal dan eksternal akan diperketat untuk mencegah praktik korupsi.
Bupati juga menekankan pentingnya penggunaan satu data dalam perencanaan pembangunan guna menghindari perbedaan persepsi antar perangkat daerah.
Ajak Kolaborasi
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat, untuk berkolaborasi dalam pembangunan daerah.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergi dan komitmen bersama untuk mewujudkan Dompu yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Musrenbang ini diharapkan menghasilkan kesepakatan program prioritas pembangunan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah. (ZR3)



.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar