• Breaking News

    Sholat Idul Adha di Kampus I UM Bima, Khotib Sampaikan Hikmah Dibalik Ibadah Kurban

    Ustadz Muhammad Yunan, Lc., M.HI sebagai khotib sholat Idul Adha 1447 H di kampus I Universitas Muhammadiyah Bima, Rabu (27/5/2026).

    Kota Bima, Zona Rakyat.
    -Ada banyak hikmah yang terkandung dibalik peristiwa dan sejarah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Hal itu dikatakan Muhammad Yunan, Lc., M.HI dalam khutbah Idul Adha 1447 H di halaman kampus I Universitas Muhammadiyah Bima, Rabu (27/5/2026).


    Dikatakan Yunan yang juga dosen muda UM Bima, sedikitnya ada dua hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa itu, yakni hubungan orang tua dan anak juga berkurban sebagai salah satu bentuk sedekah.

    Dalam momen sakral itu, khotib yang juga alumni Gontor ini menjelaskan, bahwa ada banyak hikmah yang terkandung di balik sejarah Nabi Ibrahim As., dan anaknya Islamil AS. Setidaknya ada dua poin hikmah yang disampaikannya, pertama, hubungan orang tua dan anak.
    Peristiwa kurban mengingatkan kita pada hubungan kepatuhan mutlak Ismail AS kepada Ayahanda Ibrahim AS.
    Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’.

    Kemudian Ismail menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (Qs. as-Shaffat [37]: 102).

    "Peristiwa menyentuh hati dan perasaan ini mengajak kita untuk melihat kembali bagaimana anak-anak kita? Sudahkan kita didik menjadi anak yang patuh dan taat mengikuti perintah Allah SWT ?
    Anak adalah amanah, mereka juga adalah investasi terbaik bagi orangtuanya," ujarnya.

    Dengan anak maka amal menjadi mengalir, sebagaimana hadist riwayat Muslim “Apabila manusia mati, maka putuslah amalnya, kecuali tiga: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya”. (HR. Muslim).

    Tapi ingat, disebabkan anak juga orang tuan bisa masuk ke dalam neraka karena mengabaikannya. “Tiga orang, diharamkan Allah SWT surga bagi mereka: pecandu khamar/narkoba, durhaka kepada orang tua dan orang tua/wali yang membiarkan keluarganya berbuat nista”. (HR. Ahmad).

    Pertanyaannya, kita diingatkan dengan tanggung jawab terhadap anak-anak kita. Sudahkah kita didik mereka dengan baik? Bagaimana bacaan al-Qur’an mereka? Bagaimana shalat mereka? Sudahkan mereka menutup aurat?
    Pagi ini juga anak diingatkan tentang bakti kepada orang tua. Bagaimanapun banyaknya amal mereka, kalau anak durhaka kepada orang tua. Maka Allah SWT haramkan surga bagi mereka.

    "Jika mereka masih hidup, kembali dari shalat ini, kita masih bisa datang ke rumah mereka. Memeluk dan mencium mereka dengan kasih sayang. Sebagai ungkapan rasa bersalah karena tidak mampu membalas budi baik mereka. Tapi, andai ajal telah mendahului, dan sesal kemudian tiada berarti," ustad mengingatkan.

    Hikmah kedua, kata alumni Mesir ini, berkurban adalah salah satu bentuk sedekah, dimana Islam bukan agama yang melarang orang untuk mencari harta.

    "Dalam Islam diajarkan, orang yang mampu secara ekonomi, kuat fisik, ilmu dan iman, lebih baik dan dicintai Allah SWT daripada orang yang miskin, lemah fisik, lemah ilmu dan lemah iman," ingatnya.

    Dosen Universitas Muhammadiyah Bima ini juga menjelaskan, bahwa ada tiga fungsi sedekah yakni menjadi pelindung dari api neraka sebagaimana Hadist Riwayat Al-Bukhari “Jagalah diri kalian dari api neraka, walaupun hanya dengan bersedekah setengah biji kurma.”
    Selain itu sedekah secara sembunyi menjadi sebab mendapat naungan Allah “Dan seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya, sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari dan Muslim), dan sedekah mencegah dari kematian yang buruk
    “Sesungguhnya sedekah benar-benar dapat memadamkan murka Rabb dan dapat menolak kematian yang buruk.” (HR. At-Tirmidzi)

    "Semoga momen ‘Idul Adha kembali mengingatkan kita akan pentingnya: pendidikan anak, seimbang dalam usaha dan tawakkal, dan yang jauh lebih penting adalah berkurban untuk agama Allah SWT," ungkap Yunan dalam khutbahnya.

    Pelaksanaan sholat Id sendiri dimulai pukul 07.15 Wita yang dipimpin Ustadz Abdurrahman, MPd sebagai imam. (ZR2)

    Tidak ada komentar