• Breaking News

    Sujud Syukur 10 Tahun PMI Dea Malela, Abdul Mu’ti Gaungkan Pendidikan Berbasis Proses dan Karakter

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. DR. Abdul Mu'ti, M.Ed saat menghadiri di PMI Dea Malela Sumbawa NTB.

    Sumbawa, Zona Rakyat
    .-Sosok Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed menjadi pusat perhatian dalam momentum peringatan satu dasawarsa Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela Sumbawa yang ditandai dengan pelaksanaan sujud syukur di Masjid Saidah, Jumat (17/9/2026).


    Di hadapan ratusan santri, Abdul Mu’ti tidak sekadar hadir sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai pembina PMI Dea Malela yang memberikan arah dan inspirasi bagi perjalanan pendidikan di lembaga tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan tidak diukur dari hasil semata, melainkan dari kualitas proses yang dijalani secara konsisten.

    “Belajar bukan soal hasil, tetapi proses yang dijalankan dengan kesungguhan dan kesabaran. Bukan Anda sehebat apa hari ini, tetapi seberapa sungguh Anda berproses dalam menuntut ilmu,” tegasnya.

    Ia mengingatkan bahwa kesuksesan membutuhkan keteguhan cita-cita dan daya juang tinggi. Menurutnya, cita-cita adalah anugerah yang harus dijaga oleh setiap insan beriman, sehingga tidak ada ruang untuk putus asa dalam perjalanan pendidikan.

    Dalam narasi yang kuat dan reflektif, Abdul Mu’ti mengangkat kisah ulama besar Ibnu Hajar al-Asqalani sebagai inspirasi ketekunan. Ia menuturkan bagaimana Ibnu Hajar yang sempat mengalami kesulitan belajar menemukan titik balik saat menyaksikan tetesan air yang mampu melubangi batu keras karena dilakukan secara terus-menerus.

    “Ketekunan itu kuncinya. Hal kecil yang dilakukan terus-menerus akan menghasilkan sesuatu yang besar,” ujarnya, menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi.

    Lebih jauh, Abdul Mu’ti juga mengarusutamakan pembangunan karakter santri melalui program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang mencakup disiplin bangun pagi, ibadah, olahraga, pola hidup sehat, gemar belajar, kepedulian sosial, serta manajemen waktu istirahat.

    Ia menilai kebiasaan tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. Dalam beberapa kesempatan, Abdul Mu’ti kembali menegaskan pentingnya menjadikan motto “From Good to Great” sebagai orientasi bersama. Ia mendorong para santri untuk tidak berhenti pada capaian “baik”, tetapi terus bergerak menuju keunggulan yang lebih tinggi.

    Sementara itu, Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Din Syamsuddin, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada Abdul Mu’ti atas perhatian dan kontribusinya terhadap pengembangan PMI Dea Malela.

    “Kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Prof. Abdul Mu’ti atas kehadiran, dukungan, dan arahan yang terus diberikan kepada PMI Dea Malela. Kehadiran beliau menjadi energi besar bagi kami untuk terus maju dan berkembang,” ungkap Prof. Din.

    Menurutnya, peran Abdul Mu’ti tidak hanya sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai pembina yang konsisten mendorong penguatan kualitas pendidikan berbasis nilai dan karakter di PMI Dea Malela.

    Kehadiran dan pesan kuat Abdul Mu’ti dalam peringatan satu dasawarsa ini sekaligus menjadi penegasan arah PMI Dea Malela ke depan sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya melahirkan lulusan berkualitas, tetapi juga membentuk generasi berdaya saing global dengan karakter yang kokoh. (ZR3)

    Tidak ada komentar