• Breaking News

    Dandim 1608 Bima Dalam Launching Program Studi dan Simposium Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045 di UM Bima

    Munir Husen
    (Dosen Fakultas Hukum UM Bima)

    Universitas Muhammadiyah Bima
    (UM Bima) resmi meluncurkan dua program studi (Prodi) baru, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Program Studi Kesehatan Lingkungan pada Fakultas Kesehatan. Launching dua program studi dilangsungkan di Auditorium H.M. Thayeb Abdullah, Kampus 1 UM Bima, Kamis (20/8/2026).


    Peluncuran prodi dirangkaikan dengan Simposium Kebangsaan bertema “Maja Labo Dahu: Menguatkan Pancasila dan Demokrasi untuk Indonesia Emas 2045.” Menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang diantaranya Ida Faridah, S.Pd, Ketua IGI Kabupaten Dompu; N. Marewo, Budayawan Bima, dan Fahmi Hatib, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI NTB Kota Bima dan Kabupaten Bima.

    Yang menarik dari sejumlah narasumber, hadirnya Dandim 1608 Bima, Letkol Arm Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc. Kehadiran Dandim 1608 Bima ini memberi warna tersendiri dalam dunia akademik di kampus I UM Bima. Mengingat berbagai aktivitas yang terus membaur dan menyatu dengan masyarakat yang kerap dilakukan orang nomor satu di Kodim 1608 Bima ini.

    Apalagi menurut Wakil Rektor I Dr. Syamsuddin SH. MH, bahwa Universitas Muhammaadiyah Bima saat ini menjadi icon perguruan tinggi di Bima, setelah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Bima menjadi universitas kepercayaan publik. Peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa baru dari tahun ke tahun meningkat. Kepercayaan diberikan oleh orang tua kepada UM Bima direspon oleh Rektor UM Bima H. Ilyas Sarbini dan jajarannya sebagai tantangan untuk terus
    meningkatakan kualitas pendidikan.

    Kepercayaan serta dukungan dari wali mahasiswa dan masyarakat pada UM Bima modal utama untuk dipertahankan eksistensinya. UM Bima terus berinovasi diri berkembang lebih maju dan jangan pernah jumawa atas prestasi yang diraih. UM Bima maju terus sebagai garda terdepan dengan visi menjadi pusat inovasi di bidang Edutechnopreneurship Law and Health berlandaskan humanitas dan religiusitas pada tahun 2045.

    Launching dua program studi baru dalam suasana HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai hadiah terindah yang diberikan UM Bima untuk bangsa tercinta. Ini sebuah eksistensi nyata menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan melalui program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan program studi Kesehatan Lingkungan untuk Fakultas Kesehatan.

    Kehadiran Dandim 1608 Bima dalam Simposium dan Peluncuran Program studi UM Bima dengan menguatkan karakter generasi muda melalui kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme dan integritas. Mengajak generasi muda untuk menjadi generasi yang siap menghadapi berbagai tantangan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang melekat dan hidup dalam masyarakat.

    Menurutnya, nilai Maja Labo Dahu yang berarti malu dan takut memiliki makna penting sebagai kontrol diri agar setiap orang mampu menghindari perbuatan yang bertentangan dengan norma, hukum dan nilai moral.

    “Maja Labo Dahu merupakan simbol yang baik. Kita harus memiliki rasa takut untuk melakukan pelanggaran dan rasa malu terhadap perbuatan yang salah di mata masyarakat. Nilai ini harus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkuat persatuan, toleransi, disiplin, tanggung jawab dan kejujuran,” tegas Dandim 1608/Bima dalam pemaparannya.

    Ajakan Dandim kepada generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan.

    Kehadiran program studi PPKn memiliki posisi strategis dalam menanamkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagaimana harapan Dandim 1608 Bima dan harapan masyarakat Bima khususnya. PPKn bukan sekadar program studi yang menyiapkan tenaga pendidik, tetapi memiliki tanggung jawab akademik untuk membangun generasi yang memahami Pancasila, demokrasi, konstitusi, serta memiliki karakter sebagai warga negara.

    UM Bima memiliki tanggung jawab dan memastikan nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai pengetahuan yang dihafalkan, tetapi menjadi nilai yang dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Semoga!

    Tidak ada komentar