Ketuk Pintu, Cek Rumah: Baznas Kota Bima Turun Langsung Demi 26 Keluarga Punya Hunian Layak

Tim survei dari Baznas Kota Bima Turun ke lapangan untuk program rumah layak huni.
Kota Bima, Zona Rakyat.-Satu per satu rumah warga didatangi. Bukan untuk menagih, tapi untuk memastikan siapa yang paling pantas menerima bantuan. Itulah yang sedang dilakukan tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima pekan ini. Mereka turun ke lapangan, mengetuk pintu, dan menilai langsung kondisi rumah warga yang diusulkan sebagai penerima Program Rumah Layak Huni.
Sebaran bantuan tersebar di empat kelurahan yakni Kelurahan Ntobo 8 unit (Program Desa Berdaya), Kelurahan Jatibaru 8 unit (Program Desa Berdaya),
Kelurahan Penanae 5 unit, dan Kelurahan Rite 5 unit.
Kepala Pelaksana Baznas Kota Bima, Rangga Iskandar Julkarnain, menegaskan survei ini bukan formalitas kosong. Menurutnya, tahap verifikasi adalah kunci agar dana zakat benar-benar sampai kepada warga yang kondisinya paling membutuhkan, bukan sekedar memenuhi daftar.
Tim yang turun ke lapangan tidak hanya melihat sekilas kondisi bangunan. Mereka mengecek langsung struktur rumah, tingkat kelayakan huni, hingga memverifikasi berbagai persyaratan calon penerima semua demi memastikan bantuan pembangunan atau rehabilitasi rumah nantinya benar-benar tepat sasaran.
Bukan Cuma Rumah, Baznas Juga Bidik Ekonomi Warga
Selain program hunian, Baznas Kota Bima juga tengah menyiapkan "senjata" lain untuk memberdayakan warga. Sebanyak 20 unit Z-KUP (Zakat-Kelompok Usaha Produktif) yang rencananya akan ditempatkan di titik-titik strategis dan ramai di berbagai sudut kota.
Berbeda dari bantuan konsumtif biasa, program ini dirancang sebagai jembatan menuju kemandirian ekonomi. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas, Ust. Sudirman H. Makka, menjelaskan bahwa lewat Z-KUP, zakat tidak hanya "diberikan", tapi diarahkan agar penerima memiliki akses usaha produktif yang bisa mendongkrak pendapatan mereka secara bertahap. Dua program ini Rumah Layak Huni dan Z-KUP merupakan hasil sinergi antara Baznas Kota Bima dan Baznas Provinsi NTB.
Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, menyebut kolaborasi semacam ini penting untuk memperkuat penyaluran zakat, baik untuk kebutuhan dasar maupun program pemberdayaan jangka panjang.
Kini, sementara tim survei masih bekerja dari rumah ke rumah, para calon penerima menunggu babak berikutnya: verifikasi tuntas, penetapan penerima, hingga akhirnya palu diketuk untuk pembangunan atau rehabilitasi rumah mereka.
Baznas Kota Bima memastikan seluruh proses akan terus dikawal ketat berdasarkan hasil temuan di lapangan agar bantuan tidak salah alamat, transparan, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Harapannya sederhana namun besar: rumah yang lebih layak, usaha yang lebih produktif, dan Kota Bima yang perlahan melangkah menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. (ZR4)



.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar