PDM Kota Bima Gelar Pengajian, Dr Anwar Sadat Ajak Warga Muhammadiyah Bijak Menyikapi Keragaman Ibadah
![]() |
| Kegiatan pengajian rutin PDM Kota Bima yang digelar di Masjid Baitul Ali Kecamatan Mpunda Kota Bima. |
Kota Bima, Zona Rakyat.–Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bima menggelar pengajian rutin Ahad pagi. Pengajian kali ini dilaksanakan di Masjid Baitul Ali, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mpunda, Kota Bima, Ahad (2/8/2026).
Pengajian yang diikuti oleh ratusan jamaah tersebut menghadirkan Ketua Lembaga Pengembangan Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK) Universitas Muhammadiyah Bima, Dr. Anwar Sadat, M.Pd.I., sebagai penceramah.
Pengajian ini menjadi wadah penguatan pemahaman keislaman warga Muhammadiyah, khususnya dalam menyikapi keragaman (tanawwu') praktik ibadah berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Jamaah diajak memahami bahwa perbedaan dalam persoalan ibadah yang memiliki landasan dalil merupakan bagian dari khazanah fikih Islam yang harus disikapi secara bijaksana.
Dalam tausiyahnya, Dr. Anwar Sadat menjelaskan bahwa terdapat sejumlah praktik ibadah yang memang memiliki variasi sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Karena itu, perbedaan tersebut tidak layak dijadikan bahan perdebatan, apalagi memicu perpecahan di tengah umat.
"Dalam persoalan ibadah, kita harus memahami adanya tanawwu' atau keragaman yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Misalnya bacaan takbir, doa iftitah, basmalah, hingga tasyahud. Semua itu memiliki dasar dalil sehingga tidak boleh dipertentangkan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bagi warga Muhammadiyah, pedoman dalam melaksanakan ibadah adalah keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah yang tertuang dalam Kitab Tarjih.
"Apa yang telah diputuskan melalui Tarjih itulah yang menjadi pegangan kita. Namun, pada saat yang sama, kita tetap harus menghormati saudara-saudara kita yang memiliki praktik ibadah berbeda selama memiliki landasan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Menurutnya, perbedaan pada persoalan-persoalan furu'iyah tidak boleh menggerus ukhuwah Islamiyah.
"Jangan sampai perbedaan cara beribadah merusak ukhuwah Islamiyah. Yang harus kita kedepankan adalah saling menghormati, saling menghargai, dan tetap menjaga persatuan umat," pungkas Dr. Anwar Sadat.
Pengajian tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bima, para pimpinan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Bima, unsur Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima beserta dosen dan tenaga kependidikan, Direktur RS PKU Muhammadiyah Bima, jajaran Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Bima, Camat Mpunda, serta pimpinan dan staf dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Kehadiran unsur persyarikatan, pemerintah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan AUM menunjukkan kuatnya sinergi Muhammadiyah dalam membangun pembinaan keagamaan di Kota Bima.
Sementara itu, Sekretaris PDM Kota Bima, Dopu Teibang, M.Pd.I., mengapresiasi antusiasme jamaah yang hadir dalam pengajian rutin tersebut. Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memakmurkan masjid dan menjadikan pengajian sebagai bagian dari tradisi keilmuan dan pembinaan spiritual.
"Alhamdulillah, semangat warga Muhammadiyah mengikuti pengajian sangat luar biasa. Kami mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus bergembira menghadiri pengajian-pengajian Persyarikatan. Mari kita istiqamah dan lebih aktif mengikuti pengajian berikutnya sebagai ikhtiar menambah ilmu, memperkuat ukhuwah, dan menguatkan komitmen dalam bermuhammadiyah," ujar Dopu.
Pengajian yang diikuti ratusan jamaah itu berlangsung khidmat dan interaktif. PDM Kota Bima berharap kegiatan pengajian rutin ini terus menjadi sarana memperkuat pemahaman keislaman warga Muhammadiyah, meneguhkan komitmen terhadap manhaj tarjih, serta mempererat ukhuwah Islamiyah melalui semangat belajar dan berdakwah secara berkelanjutan. (ZR3)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar