• Breaking News

    SMP Negeri 15 Kota Bima Sosialisasikan 19 Inovasi, 17 Diantaranya Siap Berlaga pada IGA 2026

    Foto bersama Kepala Sekolah, Koordinator Lomba Inovasi saat sosialisasi dan penguatan persiapan lomba.

    Kota Bima, zonarakyat.com.-
    SMP Negeri 15 Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya inovasi di lingkungan sekolah. Sebanyak 19 inovasi telah dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, penguatan karakter peserta didik, pelestarian budaya lokal, kepedulian lingkungan, serta pengembangan kreativitas dan potensi warga sekolah.


    Dari 19 inovasi tersebut, sebanyak 17 inovasi akan diikutsertakan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari langkah strategis SMP Negeri 15 Kota Bima untuk memperkenalkan berbagai praktik inovatif yang telah dikembangkan dan dilaksanakan secara nyata di lingkungan sekolah.

    Koordinator Lomba Inovasi SMP Negeri 15 Kota Bima, Sri Maryani, S.E., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam IGA 2026 bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mendokumentasikan dan memperkuat budaya inovasi yang telah tumbuh di sekolah.

    “Kami ingin pastikan bahwa inovasi yang dikembangkan bukan hanya menjadi sebuah program, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menyelesaikan permasalahan yang ada di sekolah. IGA 2026 menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan bahwa sekolah dapat melahirkan inovasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan lingkungan,” terangnya.

    Dijelaskan Sri Maryani, ada 17 inovasi SMP Negeri 15 Kota Bima yang diikutsertakan dalam IGA 2026. Inovasi itu yakni SAROME 2 IN 1 (Sabun Rempah Lo'i Me'e Malembo 2 in 1), MALEMBO (Masker Lo'i Me'e Mbojo), SADAR KARASO (Sabun Antiseptik Daun Jarak Pagar), LABORA (Laboratorium Rakyat), GERAKAN SEKOLAH “BE SAFE” (Bersih, Sehat, Asri, Fungsional dan Estetik), SATRIA (Sanitasi dan Tanggung Jawab Rutin Siswa), dan SETARA (Selasa Tampil Berprestasi).

    Selain itu kata dia, ada SEMAR (Senam Berkarakter), BE MA CAHA (Menghidupkan Semangat Literasi Negeri di Atas Awan di Kota Bima), KOPER MATIK (Kotak Pelaporan dalam Menekan Tindak Kekerasan di SMP Negeri 15 Kota Bima), JUISER (Jum'at Infak Seribu), SODA ( Sholat dan Do'a), PROMAH (Program Muroja'ah), PROPENA (Program Peningkatan Nilai TKA), GROW (Guru Reflektif Optimalkan Wawasan), dan 15TV BISA (Berkualitas, Informatif, Santun, dan Akurat) : Inovasi Ekstrakurikuler Jurnalistik Berbasis Media Digital dalam Penguatan Literasi Informasi, Komunikasi, dan Karakter Peserta Didik, BERLIAN (Berbagi Literasi Ilmu Pengetahuan).

    Beragam inovasi tersebut kata Sri Maryani, menunjukkan bahwa inovasi di SMP Negeri 15 Kota Bima tidak hanya berfokus pada satu bidang. Inovasi dikembangkan dalam berbagai aspek, mulai dari kesehatan dan sanitasi, lingkungan, literasi, pendidikan karakter, keagamaan, peningkatan prestasi akademik, pengembangan kompetensi guru, kewirausahaan, hingga pemanfaatan media digital.

    Kepala SMP Negeri 15 Kota Bima Abdul Rauf, S.Pd, dalam sosialisasi dan persiapan lomba memberikan penguatan kepada seluruh tim inovasi agar mempersiapkan setiap inovasi secara optimal. Penguatan diarahkan pada pemahaman terhadap substansi inovasi, kelengkapan dokumen dan bukti dukung, keberlanjutan program, dampak terhadap penerima manfaat, serta kemampuan tim dalam mempresentasikan inovasi secara efektif.

    Abdul Rauf menegaskan bahwa seluruh warga sekolah memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan inovasi. Setiap inovasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan lomba, tetapi terus dilaksanakan, dievaluasi, dikembangkan, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

    "Inovasi harus memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, orang tua, juga masyarakat," tegas Kepala SMPN 15 Kota Bima.

    Dengan mengusung semangat “Inovasi untuk Solusi, Prestasi, dan Keberlanjutan”, SMP Negeri 15 Kota Bima optimistis menjadikan IGA 2026 sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem inovasi sekaligus memperkenalkan berbagai potensi sekolah kepada masyarakat luas. (ZR2)

    Tidak ada komentar