• Breaking News

    Empat Personel Lazismu Kota Bima Diturunkan ke Flores NTT, Kawal Bantuan Gempa

    Personel Lazismu Kota Bima Turun Langsung mengawal distribusi bantuan kemanusiaan gempa di Flores NTT.

    Kota Bima, zonarakyat.com.-
    Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Bima menurunkan empat personel untuk mengawal dan mendistribusikan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum’at (04/09/2026).

    Bantuan tersebut merupakan hasil solidaritas masyarakat yang dihimpun melalui berbagai sumber, di antaranya penggalangan dana oleh Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Bima, dana infak bencana yang disalurkan melalui rekening Lazismu Kota Bima, serta infak warga Persyarikatan Muhammadiyah melalui kaleng infak Rp1.000 per hari.

    Direktur Lazismu Kota Bima, Dopu Teibang, M.Pd, mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan bentuk kepedulian warga Muhammadiyah Kota Bima terhadap masyarakat yang menjadi korban gempa di Flores.

    Bantuan yang dibawa diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, terutama kebutuhan tempat tinggal sementara dan perlengkapan dasar pascabencana.

    Dijelaskan Dopu, sejumlah bantuan yang didistribusikan Lazismu Kota Bima meliputi 11 buah terpal berkualitas terbaik dengan nilai sekitar Rp8,5 juta, dan 32 lembar tikar senilai sekitar Rp1,3 juta. Dengan demikian, nilai dua jenis bantuan tersebut mencapai sekitar Rp9,8 juta.

    Selain itu, bantuan yang turut dibawa seperti biskuit, popok bayi (pampers), pembalut perempuan, pakaian baru, dan sejumlah uang tunai yang telah disiapkan dalam amplop untuk diberikan sebagai tambahan biaya perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

    Lazismu Kota Bima menurut Dopu secara khusus menyasar warga korban gempa di Randang, Manggarai Timur, yang mengalami kerusakan rumah cukup parah.

    Wilayah tersebut menjadi perhatian khusus karena sebagian masyarakat setempat memiliki keterikatan dengan Muhammadiyah Bima, termasuk sejumlah warga yang merupakan alumni Muhammadiyah Bima.

    Karena itu, bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan logistik dasar, tetapi juga diharapkan dapat membantu warga dalam proses pemulihan pascabencana, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan cukup berat.

    "Empat personel yang diturunkan Lazismu Kota Bima akan mengawal bantuan hingga ke lokasi sasaran sekaligus memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

    Pengiriman bantuan ini juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah yang terus menggalang solidaritas untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

    Lazismu Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, pelajar Muhammadiyah, warga Persyarikatan, dan para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban gempa.

    Gerakan infak Rp1.000 per hari yang dilakukan melalui kaleng infak warga Persyarikatan juga menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari jumlah yang besar. Infak kecil yang dilakukan secara konsisten dapat dihimpun menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama.

    Melalui bantuan tersebut, Lazismu Kota Bima berharap dapat mengambil bagian dalam meringankan beban masyarakat Flores yang masih menghadapi dampak gempa.

    “Semoga bantuan yang kami bawa ini dapat menjadi bagian dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa dan membantu mereka untuk bangkit kembali. Semoga menjadi amal kebaikan bagi seluruh donatur dan semua pihak yang telah berkontribusi. Aamiin,” demikian harapan Direktur  Lazismu Kota Bima.

    Total bantuan yang telah teridentifikasi nilainya Rp9.800.000, ditambah biskuit, pampers, pembalut, pakaian baru, dan bantuan uang tunai untuk perbaikan rumah.(ZR3)

    Tidak ada komentar