IGABA Bima-Dompu Konsolidasi, Perkuat Ideologi dan Kompetensi Guru PAUD ‘Aisyiyah
![]() |
| Foto bersama kegiatan Konsolidasi organisasi Ikatan Guru 'Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA), Minggu (19/9/2026). |
Kota Bima, zonarakyat.com.-Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu menggelar konsolidasi organisasi yang dirangkaikan dengan pengkaderan melalui Baitul Arqam.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026, di Hotel La Ila, Kota Bima. Sebanyak 44 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas pengurus IGABA serta guru dan pendidik TK/PAUD Bustanul Athfal (ABA).
Peserta berasal dari Kota Bima sebanyak 15 orang, Kabupaten Bima 21 orang, Kabupaten Dompu tujuh orang, serta satu orang utusan Panti Asuhan At-Thoyyibah ‘Aisyiyah Kota Bima.
Ketua Panitia, Lina Rahmayanti, S.Pd., yang juga Ketua IGABA NTB, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas pengurus, sekaligus menyelaraskan pemahaman pendidik terhadap arah pendidikan PAUD ‘Aisyiyah.
IGABA merupakan wadah berhimpun para pendidik PAUD/TK di lingkungan ‘Aisyiyah. Organisasi ini memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter anak usia dini serta menanamkan nilai-nilai Islam Berkemajuan sejak dini.
Dijelaskan Lina, konsolidasi dan pengkaderan ini juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman anggota terhadap ideologi, visi, dan misi gerakan ‘Aisyiyah, meningkatkan soliditas dan koordinasi internal IGABA, serta memperkuat pemahaman pendidik terhadap Kurikulum PAUD ‘Aisyiyah.
Perkuat Pemahaman Ideologi
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) NTB, Hj. Sofi Rawiana, ST., MT., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman ideologi pergerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bagi para guru TK ABA.
“Melalui kegiatan ini diharapkan guru-guru TK ABA bisa memahami ideologi pergerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk mencetak kader-kader militan melalui lembaga pendidikan ‘Aisyiyah,” ujar Sofi Rawiana.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan pemikiran Islam yang berlandaskan manhaj Tarjih Muhammadiyah.
“Dengan tiga pilar dasar epistemologi pemikiran Islam sesuai dengan manhaj Tarjih Muhammadiyah, yaitu bayani, burhani, dan irfani,” katanya.
Penguatan ideologi dan kaderisasi tersebut dinilai penting karena pendidikan PAUD ‘Aisyiyah tidak hanya berorientasi pada aspek pembelajaran anak, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai Islam Berkemajuan sejak usia dini.
Perkuat Tata Kelola dan Kurikulum
Selain aspek kaderisasi, konsolidasi IGABA juga diarahkan pada penguatan tata kelola organisasi dan kompetensi pendidik.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan terbentuk alur koordinasi dan tata kelola organisasi IGABA yang lebih rapi dan solid. Pada saat yang sama, kompetensi pendidik dalam menyusun dan menerapkan Kurikulum PAUD ‘Aisyiyah di satuan pendidikan masing-masing juga diharapkan meningkat.
Kegiatan yang mempertemukan guru dan pengurus IGABA dari tiga wilayah tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi organisasi serta menyamakan pemahaman mengenai arah pendidikan PAUD ‘Aisyiyah.
Perpaduan antara konsolidasi organisasi, penguatan kurikulum, dan pengkaderan, IGABA diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam menyiapkan pendidik PAUD yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen terhadap nilai-nilai gerakan ‘Aisyiyah. (ZR3)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar