• Breaking News

    FAI UM Bima Bekali 285 Mahasiswa PPL dan PKL, Tekankan Kompetensi dan Profesionalisme di Era Digital

    Kegiatan pembekalan mahasiswa PPL dan PKL, Sabtu (3/10/2026l di Aula H.M. Tayeb Abdullah, Kampus 1 UM Bima, Tolotongga Kota Bima.

    Kota Bima, Zona Rakyat.-Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) membekali 285 mahasiswa yang akan mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pembekalan ini menjadi tahap penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia praktik secara profesional, adaptif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi di era digital.

    Kegiatan pembekalan berlangsung di Aula H.M. Tayeb Abdullah, Kampus 1 UM Bima, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan mengusung tema “Transformasi Kompetensi, Karakter, dan Profesionalisme Mahasiswa melalui Pengalaman Lapangan yang Bermakna, Adaptif, dan Berbasis Teknologi di Era Digital.”

    Sebanyak 285 mahasiswa mengikuti PPL dan PKL tahun ini. Mereka berasal dari enam program studi di lingkungan FAI UM Bima, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Ekonomi Syariah, dan Hukum Keluarga.

    Untuk pelaksanaan PPL, mahasiswa akan ditempatkan di 33 sekolah sebagai lokasi praktik. Sementara mahasiswa peserta PKL akan melaksanakan praktik di sejumlah instansi dan lembaga mitra, antara lain Pegadaian, perbankan, Kantor Urusan Agama (KUA), BUPMD, dan Pengadilan Agama.

    Kegiatan pembekalan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UM Bima, Dr. Syamsuddin, S.H., M.H., bersama Dekan FAI UM Bima, Dr. Ruslan, M.Ag., M.Pd.


    Dalam sambutannya, Dr. Syamsuddin menekankan bahwa PPL dan PKL tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban akademik untuk memenuhi kurikulum.


    “PPL dan PKL harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di ruang kuliah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Kami harap mahasiswa menjaga nama baik almamater, menunjukkan kedisiplinan, etika, dan profesionalisme selama berada di lokasi praktik,” ujarnya.

    Menurut dia, perkembangan teknologi juga menuntut mahasiswa memiliki kemampuan beradaptasi. Penguasaan teknologi, kata dia, harus berjalan beriringan dengan karakter dan tanggung jawab.

    “Di era digital, kompetensi teknologi memang penting, tetapi teknologi tanpa karakter tidak cukup. Mahasiswa harus mampu menggabungkan pengetahuan, keterampilan, akhlak, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja,” katanya.

    Sementara itu, Dekan FAI UM Bima, Dr. Ruslan, M.Ag., M.Pd., mengatakan pengalaman lapangan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa.

    Menurutnya, mahasiswa FAI tidak hanya dituntut menguasai teori sesuai bidang keilmuan, tetapi juga harus mampu menerjemahkan ilmu tersebut ketika berhadapan dengan masyarakat, lembaga pendidikan, maupun dunia profesional.

    “Kami ingin mahasiswa FAI UM Bima hadir di lokasi PPL dan PKL bukan hanya sebagai peserta praktik, tetapi sebagai calon tenaga profesional yang membawa nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan profesionalisme,” ujar Ruslan.

    Ia juga meminta mahasiswa menjaga sikap selama menjalankan praktik. Sebab, menurutnya, perilaku mahasiswa di lapangan ikut mencerminkan kualitas institusi dan nilai-nilai yang dibangun di lingkungan UM Bima.

    “Jaga etika, komunikasi, kedisiplinan, dan hubungan baik dengan guru pamong, pimpinan lembaga, pegawai, serta masyarakat. Jadikan setiap persoalan di lapangan sebagai proses belajar,” katanya.

    Ruslan menambahkan, mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan PPL dan PKL untuk membangun pengalaman dan jejaring profesional.

    “Jangan hanya berpikir bagaimana menyelesaikan kewajiban PPL atau PKL. Bangun pengalaman, belajar dari orang-orang di tempat praktik, dan tunjukkan kemampuan terbaik. Pengalaman itu akan menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan studi,” ujarnya.

    Ketua Panitia PPL dan PKL FAI UM Bima, Dr. Wahyu Mulyadin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembekalan merupakan tahapan awal yang dirancang untuk memastikan kesiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lapangan.

    “Pembekalan ini kami laksanakan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan, mekanisme, tata tertib, serta tanggung jawab selama melaksanakan PPL dan PKL. Kami ingin mahasiswa berangkat ke lokasi praktik dengan persiapan yang matang,” katanya.

    Ia menjelaskan, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai sikap profesional, kedisiplinan, etika, komunikasi, serta pemanfaatan teknologi selama menjalankan kegiatan di lapangan.

    “Mahasiswa harus memahami bahwa mereka membawa nama pribadi, program studi, Fakultas Agama Islam, dan Universitas Muhammadiyah Bima. Karena itu, sikap dan perilaku selama di lokasi praktik menjadi bagian yang sangat penting,” ujarnya.

    Wahyu berharap mahasiswa dapat memanfaatkan PPL dan PKL sebagai kesempatan untuk memperoleh pengalaman nyata sekaligus mengembangkan kompetensi yang tidak seluruhnya dapat diperoleh di ruang kuliah.

    “Kami berharap mahasiswa mampu belajar dari pengalaman, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun komunikasi yang baik, serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan,” katanya.

    PPL dan PKL menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas di lapangan.

    Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan profesional, komunikasi, pemecahan masalah, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja.

    Dengan melibatkan 285 mahasiswa, 33 sekolah, serta sejumlah instansi dan lembaga mitra, FAI UM Bima berharap pelaksanaan PPL dan PKL tahun ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya FAI UM Bima memperkuat lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, etika, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

    Pada akhirnya, praktek pengalaman lapangan tersebut diharapkan menjadi bekal mahasiswa untuk berkontribusi di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, maupun dunia profesional sesuai bidang keilmuan masing-masing. (ZR3)

    Tidak ada komentar