MAPABA PMII Rayon Al-Bimawi Berakhir, Usai Dibai'at Anggota Baru Laksanakan Sholat Istisqa Bersama Warga Roka
![]() |
| Usai Dibai'at Anggota Baru PMII Rayon Al-Bimawi STKIP Taman Siswa Bima laksankan sholat istisqa bersama warga Roka, Minggu (25/10/2026). |
Bima, zonarakyat.com.—Rangkaian kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Al-Bimawi STKIP Taman Siswa Bima berakhir. Kegiatan kaderisasi formal tingkat pertama yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat (23/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026) di Ponpes Darul Marif Desa Roka Kecamatan Belo Kabupaten Bima tersebut sukses mencetak 20 orang peserta. Mereka resmi dibai'at sebagai anggota baru oleh Pengurus Cabang (PC) PMII Bima.
Usai prosesi pembai'atan atau pengukuhan yang berlangsung khidmat, jajaran Pengurus PC PMII Bima, Pengurus Rayon Al-Bimawi, beserta para anggota baru langsung berbaur dengan masyarakat Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima untuk menggelar Shalat Istisqa (shalat meminta hujan) secara berjamaah.
Dalam aksi ibadah dan pengabdian masyarakat tersebut, Ketua Umum PC PMII Bima, Wira Purdiawan Putra, memberikan penekanan mendalam mengenai esensi Shalat Istisqa yang berpijak pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA) sebagai fondasi berpikir dan bergerak kader PMII.
"Dalam kerangka teologi Aswaja yang dipegang teguh oleh PMII, keimanan seorang mukmin tidak pernah boleh tercerabut dari realitas sosial dan ekologis di sekitarnya. Shalat Istisqa yang kita laksanakan bersama warga Desa Roka ini adalah manifestasi nyata dari prinsip tawazun (keseimbangan) dan tasamuh, di mana ikhtiar vertikal bermunajat kepada Allah SWT berjalan seirama dengan empati horizontal merasakan kesulitan rakyat yang tengah dilanda kemarau," ujar Wira Purdiawan Putra di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa penanaman nilai Hablum Minal 'Alam (hubungan harmonis dengan alam) melalui ibadah sunnah seperti Shalat Istisqa merupakan bentuk konkret pengamalan nilai Aswaja dalam merespons krisis lingkungan.
"Kader PMII yang baru dibaiat hari ini harus menyadari bahwa watak dasar Aswaja menuntut kita untuk selalu hadir memberi kemaslahatan (ishlah). Ketika bumi Bima merindukan tetesan air hujan untuk kehidupan dan pertanian, di situlah kader PMII berdiri bersama rakyat, mengetuk pintu langit, memohon rahmat, sekaligus meneguhkan komitmen bahwa gerakan mahasiswa ini hidup dan mati bersama denyut nadi penderitaan umat," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PMII Rayon Al-Bimawi STKIP Taman Siswa Bima, Ramadhan, menyampaikan rasa syukur atas tuntasnya seluruh tahapan kaderisasi yang berjalan lancar sejak Jumat hingga Minggu.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian MAPABA selama tiga hari akhirnya tuntas dan berjalan dengan sukses. Kami sangat bangga menyambut 20 anggota baru yang telah resmi berproses di Rayon Al-Bimawi," ujarnya.
Penutupan yang diwarnai pelaksanaan Shalat Istisqa berlandaskan nilai-nilai Aswaja bersama warga Desa Roka ini menjadi cerminan bahwa kader baru siap dididik menjadi insan ulul albab yang saleh secara ritual dan peka secara sosial.
Masyarakat Desa Roka menyambut hangat keikutsertaan para mahasiswa dan pengurus PMII dalam memanjatkan doa bersama memohon keberkahan serta turunnya hujan di wilayah Kabupaten Bima.
Dengan bertambahnya 20 Anggota baru ini, PMII Rayon Al-Bimawi STKIP Taman Siswa Bima berkomitmen untuk terus konsisten merawat tradisi intelektual dan sosial kemasyarakatan. Prosesi penutupan MAPABA ini sekaligus menandai dimulainya fase pembinaan lanjutan (follow-up) bagi para anggota baru agar siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap memegang teguh identitas keislaman dan kebangsaan.
Melalui momentum ini, keluarga besar PMII Bima berharap agar sinergi antara gerakan mahasiswa dan elemen masyarakat akar rumput terus terjaga, menjadikan anggota maupun kader PMII sebagai garda terdepan pengabdian yang solutif bagi setiap persoalan umat. (ZR5)





.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar