• Breaking News

    Mentoring AIK UM Bima Digelar untuk Mahasiswa FHE, Tekankan Integrasi Intelektualitas dan Spiritualitas

    Mentoring AIK bagi mahasiswa Fakultas Hukum dan Ekonomi (FHE), Rabu (7/10/2026).

    Kota Bima, zonarakyat.com.-
    Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK) Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) menggelar Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi seluruh mahasiswa Fakultas Hukum dan Ekonomi (FHE) UM Bima, Rabu (7/10/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Masjid Kampus UM Bima tersebut menghadirkan Drs. H. M. Syathur H. Ahmad sebagai narasumber. Mentoring menjadi bagian dari program penguatan AIK bagi mahasiswa, sekaligus upaya membangun keterpaduan antara kecerdasan intelektual, nilai keislaman, dan karakter mahasiswa.

    Ketua LPP AIK UM Bima, Anwar Sadat, M.Pd.I., mengatakan Mentoring AIK merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

    "Mentoring AIK ini merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa dan dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan mahasiswa," ujar Anwar.

    Menurutnya, mentoring tidak hanya diarahkan untuk memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter mahasiswa agar nilai-nilai AIK dapat terintegrasi dalam kehidupan akademik maupun kehidupan sehari-hari.

    Penguatan AIK tersebut juga menjadi bagian penting dari arah pengembangan UM Bima di bawah kepemimpinan Rektor H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H. Penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam pembinaan mahasiswa di lingkungan universitas.

    Program tersebut diarahkan agar mahasiswa UM Bima tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta landasan nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan yang kuat.

    Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui pelaksanaan Mentoring AIK yang secara bertahap akan menyasar mahasiswa di seluruh fakultas di UM Bima.

    Wakil Rektor III UM Bima, Dr. Hajairin, S.H., M.H., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa Mentoring AIK tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa FHE, tetapi akan dilaksanakan di seluruh fakultas di lingkungan UM Bima.

    "Mentoring AIK ini akan dilaksanakan di seluruh fakultas di UM Bima," tegas Hajairin.

    Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan AIK bagi seluruh mahasiswa UM Bima. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan diharapkan menjadi bagian yang melekat dalam proses pendidikan mahasiswa, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai nilai yang diimplementasikan dalam kehidupan.

    Sementara itu, narasumber Mentoring AIK, Drs. H.M. Syathur H. Ahmad, dalam penyampaiannya menyoroti pentingnya membangun keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas.

    Menurut Syathur, intelektualitas merupakan motor penggerak perubahan dan pemikiran kritis. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual harus memiliki kemampuan membaca persoalan secara kritis dan memberikan gagasan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

    Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan berpikir kritis tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai spiritual.

    "Intelektualitas sebagai motor penggerak perubahan dan pemikiran kritis. Tetapi kritis tanpa spiritualitas akan ada masalah," katanya.

    Ia menilai, berbagai persoalan yang terjadi di dunia saat ini salah satunya berkaitan dengan adanya pemisahan antara intelektualitas dan spiritualitas. Kemajuan ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual, apabila tidak disertai landasan spiritual dan moral, berpotensi kehilangan arah.

    Karena itu, mahasiswa perlu membangun kesatuan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.

    "Karena itu perlu ada kesatuan napas atau integrasi antara intelektual dan spiritualitas," tegasnya.

    Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademik dan kritis dalam berpikir. Mereka juga harus memiliki nilai moral dan spiritual sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III UM Bima, Ketua Program Studi Ilmu Hukum Dr. Musmuliadin, M.H., para dosen FHE, serta seluruh mahasiswa Fakultas Hukum dan Ekonomi UM Bima.

    Melalui pelaksanaan Mentoring AIK secara berkelanjutan di seluruh fakultas, UM Bima menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan kompetensi profesional, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. (ZR3)

    Tidak ada komentar