Perkuat Hubungan Kerjasama, Wali Kota Ichinoseki Jepang Kunjungi Kota Bima

Wali Kota Bima saat menerima kunjugan Wali Kota Ichinoseki Jepang dan rombongan di aula Pemkot Bima, Senin (5/10/2026).
Kota Bima, zonarakyat.com.-Pemerintah Kota Bima menyambut kunjungan Wali Kota Ichinoseki, Jepang, Yoshihito Sato, beserta rombongan di Kota Bima, Senin (5/10/2026). Kunjungan yang berlangsung hingga 7 Oktober tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan kerja sama kedua daerah, khususnya di bidang ketenagakerjaan.
Wali Kota turut didampingi Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, Sekretaris Daerah Kota Bima, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima dan Kepala Kajari Raba Bima.
Sementara itu, turut hadir pula rombongan delegasi dari Kota Ichinoseki, Jepang, terdiri dari Yamakura Hiroya (Devisi Umum), Ito Hiroyoshi (Kepala Layanan Lansia), Chiba Fuminobu (Seksi Pengembangan Perdagangan dan Industri), Sato Yoshihito (Walikota), Katsuura Nobuyuki (Ketua DPRD), Chiba Kunihiro (Ketua Asosiasi Bisnis), Saito Ken (Direktur), Sasaki Kazunori (Direktur), Sato Misao, Konno Ikuro (Direktur Pelaksana), Iwabuchi Rikiya, serta Nguyen Cong Phin (Direktur).
Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE menyampaikan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda pemerintahan, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat persahabatan antara dua kota, masyarakat, dan kebudayaan yang berbeda.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bima, saya ucapan selamat datang kepada Wali Kota Ichinoseki beserta seluruh rombongan di Kota Bima,” ujarnya.
Rahman mengatakan, kerja sama yang telah dibangun, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan, merupakan pintu masuk untuk mengembangkan hubungan yang lebih luas antara Kota Bima dan Ichinoseki.
Menurutnya, persoalan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi perhatian bersama. Data yang disampaikan menunjukkan angka kemiskinan Kota Bima turun dari 8,12 persen pada 2024 menjadi 7,33 persen pada 2025.
Sementara di bidang ketenagakerjaan, pada 2024 Kota Bima memiliki 89.413 orang angkatan kerja. Sebanyak 86.486 orang telah bekerja, sedangkan 2.927 orang masih menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Bima tercatat 3,27 persen.
Namun, pemerintah tidak hanya melihat persoalan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Rahman menyoroti keberadaan masyarakat yang telah bekerja tetapi masih memiliki keterbatasan jam kerja atau masuk kategori setengah pengangguran.
“Pemerintah Kota Bima saat ini terus berupaya menangani persoalan ini melalui berbagai program,” katanya.
Upaya itu dilakukan melalui pembukaan dan perluasan kesempatan kerja, bantuan sosial, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan, hingga pemutakhiran dan penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam konteks tersebut, kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha di Jepang dinilai memiliki arti penting.
Pemkot Bima juga menaruh perhatian terhadap perlindungan warga Kota Bima yang bekerja di Jepang. Pemerintah berharap mereka mendapatkan jaminan keamanan, perlindungan, kenyamanan serta pemenuhan hak selama bekerja di Negeri Sakura.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan Pemkot Bima adalah memberikan dukungan bagi anak-anak muda yang ingin bekerja di Jepang.
Pada tahun anggaran 2027, Pemerintah Kota Bima menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung subsidi pelatihan bagi siswa yang akan bekerja ke Jepang melalui Nichini Kaigo School.
“Pada tahun anggaran 2027 Pemerintah Kota Bima menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung subsidi pelatihan bagi siswa yang akan bekerja ke Jepang melalui Nichini Kaigo School,” ujar H. A. Rahman.
Pemkot Bima menargetkan sedikitnya 100 anak Kota Bima dapat dikirim ke Jepang setiap tahun.
Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses lapangan kerja bagi generasi muda, tetapi juga menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperluas kesempatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
A. Rahman menegaskan, hubungan Kota Bima dan Ichinoseki ke depan diharapkan tidak berhenti pada kerja sama ketenagakerjaan. Kedua kota diharapkan dapat membangun kemitraan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, termasuk di bidang pendidikan melalui pertukaran pelajar, mahasiswa, guru, pengetahuan dan pengalaman pendidikan.
Kota Bima juga menawarkan potensi budaya Mbojo seperti Rimpu, tenun Bima, seni dan tradisi masyarakat untuk diperkenalkan kepada masyarakat Ichinoseki.
Di sektor ekonomi, peluang kerja sama dapat dikembangkan melalui UMKM, perdagangan dan investasi, termasuk membuka ruang business matching antara pelaku usaha Kota Bima dengan dunia usaha di Ichinoseki.
Kerja sama juga diharapkan merambah sektor pertanian, perikanan dan pengolahan pangan, terutama dalam peningkatan kualitas produk, teknologi pascapanen, pengemasan hingga perluasan akses pasar.
Selain itu, bidang lingkungan dan pengelolaan sampah turut menjadi perhatian. Pemkot Bima terbuka untuk belajar dari pengalaman Jepang terkait pemilahan sampah, pengurangan sampah, daur ulang hingga edukasi masyarakat.
“Kami ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan. Anak-anak muda Kota Bima mendapat kesempatan untuk belajar dan bekerja di Jepang, sementara masyarakat dan dunia usaha di Ichinoseki mendapat mitra yang baik dari Kota Bima,” ujarnya.
Kunjungan Wali Kota Ichinoseki bersama rombongan diharapkan menjadi awal semakin eratnya persahabatan, kerja sama dan kemitraan antara Kota Bima dan Kota Ichinoseki.(ZR1)



.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar