• Breaking News

    UM Bima Raih Tiga Pendanaan Program Aksara Mahasiswa 2026, Garap Sampah Plastik hingga Hilirisasi Kemiri

    Para dosen UM Bima yang mencatat prestasi tingkat regional. Kampus swasta yang meraih tiga judul pendanaan Program Aksara Mahasiswa TA 2026 dari Kemendiktisaimtek.

    Kota Bima, zonarakyat.com.–
    Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) mencatat prestasi di tingkat regional. Kampus swasta di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu meraih tiga judul pendanaan Program Aksara Mahasiswa Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

    Pengumuman penerima pendanaan tertuang dalam surat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 1386/DST/C3/DT.06.01/2026 tertanggal 7 Oktober 2026. Hasil penetapan dapat diakses pengusul melalui akun masing-masing di sistem BIMA mulai Kamis, 8 Oktober 2026.

    Tiga Judul dari UM Bima

    Tiga judul tersebut dipimpin dosen-dosen UM Bima dengan fokus pada lingkungan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat desa.
    Pertama, program bertajuk “SIRKULAR-BIMA: Hilirisasi Teknologi SMARTPET untuk Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Komunitas dan Ekonomi Sirkular”. Tim ini diketuai Dr. Sutriawan, M.Kom., dengan anggota Darmin, S.KM., M.Kes. dan Nur Husnul Khatimah, S.KM., M.KM.

    Kedua, program “Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Hilirisasi Kemiri model Integrasi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian dan Teknologi Pemasaran Digital (TEKPRODIG) di Desa Bumi Paio”. Ketuanya Syahrul Ramadhan, M.Pd., didampingi anggota Assoc. Prof. Dr. Ridwan, S.H., M.H. dan Khas Sukma Mulya, S.E., M.Ak.

    Ketiga, program “Entrepreneurship Student Community (ESC): Integrated Waste Management Berbasis Waste to Energy dan Circular Economy sebagai Model Transformasi Sampah Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan. Tim dipimpin Dr. M. Noris, M.Pd., dengan anggota Assoc. Prof. Dr. Ridwan, S.H., M.H. dan Darmin, S.KM., M.Kes.

    Rektor: Bangga, Dorong Dosen Kejar Hibah Nasional dan Internasional

    Rektor UM Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., menyatakan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia mendorong para dosen untuk terus bersaing dalam kompetisi hibah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    "Kami bangga atas capaian ini. Kami mendorong seluruh dosen untuk terus mengejar kompetisi hibah nasional maupun internasional. Mari bersama-sama kita wujudkan kampus yang unggul, termasuk dalam bidang hibah dan riset," ujarnya, Sabtu (10/10/2026) di temui di kampus setempat.

    Menurut Ilyas, keberhasilan meraih pendanaan nasional merupakan bukti bahwa dosen UM Bima mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat budaya riset di lingkungan kampus.

    "Capaian ini harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh dosen. Kita ingin riset dan pengabdian masyarakat di UM Bima tumbuh semakin kuat, berkualitas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.

    Wakil Rektor I: Apresiasi untuk Tiga Tim, Dukungan untuk Dosen Aktif Menulis
    Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor I UM Bima, Dr. Syamsuddin, S.H.,M.H., kepada tiga tim yang lolos pendanaan. Ia menegaskan pihak kampus akan terus mendukung dosen yang aktif menulis dan berprestasi dalam kompetisi hibah.

    "Kami memberikan apresiasi kepada tiga tim yang lolos. Kami akan terus mendukung dosen-dosen yang aktif menulis dan meraih kompetisi hibah," kata Syamsuddin.

    Sementara itu ucapan selamat turut disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bima, Darmin, S.KM., M.Kes. Ia mengucapkan selamat kepada dosen-dosen yang lolos pendanaan.

    "Kami dari tim mengucapkan selamat kepada dosen-dosen yang lolos. Semoga ke depan tim UM Bima bisa lebih banyak lagi yang lolos," ujar Darmin.

    UM Bima di Antara PTS LLDIKTI Wilayah VIII

    Dalam rekapitulasi penerima pendanaan di lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII, tercatat 23 judul dari 13 perguruan tinggi swasta (PTS). UM Bima berada di jajaran perolehan judul terbanyak, yakni tiga judul, sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Hanya Universitas Mahasaraswati Denpasar yang unggul dengan empat judul.

    Sebagai perbandingan, Universitas Bumigora, Universitas Dhyana Pura, dan Universitas Gunung Rinjani masing-masing meraih dua judul. Sementara itu, Institut Teknologi dan Kesehatan Bali, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng, STKIP Agama Hindu Singaraja, Universitas Hamzanwadi, Universitas Pendidikan Mandalika, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, dan Universitas Warmadewa masing-masing mendapat satu judul. (ZR3)

    Tidak ada komentar