• Penanaman Nilai Integritas Oleh Guru Solusi Mencegah Prilaku Korupsi

    (Guru PAUD Anak Solehah Dena)

    Oleh : Idha dena Indonesia
    merupakan negara yang sangat kaya, tetapi masih belum dapat dikatakan  negara yang makmur dan sejahtera karena seluruh potensi dan  kekayaan alam negeri ini belum dikelola dengan benar dan amanah.
     
    Bukan menjadi rahasia umum bahwa aset negeri ini telah terjadi kebocoran dimana-mana akibat ulah para koruptor. Seakan-akan korupsi merupakan trend baru sehingga akhir-akhir ini wajah para pejabat yang terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wira wiri di media elektronik dan  media cetak. Para koruptor pun tanpa ada rasa malu tersenyum di kamera bak artis papan atas.
     
    Itulah potret negeri ini, manusia-manusia serakah telah merusak tatanan kehidupan bangsa, menghancurkan generasi dan membunuh bangsa. Perlu adanya upaya bersama seluruh rakyat Indonesia agar bisa terbebas dari penyakit menahun korupsi. Semua kita bisa berantas korupsi sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing. 
     
    Ada tiga cara memberantas korupsi, pertama melalui represif atau penindakan, kedua melalui perbaikan sistem dan ketiga edukasi dan sosialisasi. Sebagai masyarakat umum maka lakukan pengawasan layanan publik dan laporkan jika melihat sesuatu yang  menyalahi aturan dan prosedur. 
     
    Seorang guru pun bisa memberantas korupsi melalui edukasi dan sosialisasi baik kepada sesama guru dan rekan di lingkungan sekolah maupun kepada siswa. Melalui keteladanan nilai-nilai integritas dari seorang guru  serta pembiasaan baik yang dirancang dan direncanakan di lingkungan sekolah maka pada jangka pajang mampu menciptakan budaya antikorupsi yang akan menyelamatkan negeri. Jika bukan kita siapa lagi, maka segera ambillah peran penting ini, jadilah guru hebat penggerak integritas di lingkungan anda. Untuk mengajak dan menggerakkan orang lain berintegritas, ada kiat sederhana yang dapat dilakukan yaitu mulailah dari sendiri, mulailah dari hal kecil dan mulailah saat ini juga.
     
    Ada sembilan nilai integritas antikorupsi yang jika salah satu hilang dari diri seseorang maka akan berpotensi melahirkan perilaku koruptif yang akan merugikan diri dan orang lain. Sembilan nilai tersebut adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana berani dan adil. Jika setiap guru mampu mengambil peran sebagai penggerak integritas dan aktif memberikan edukasi sembilan nilai ini maka mimpi Indonesia bidang pendidikan tahun 2045 pada usia emasnya untuk menjadikan generasi hebat yang cerdas, terampil , kreatif, berbudaya dan berintegritas pasti terwujud. 
     
    Ikatan Guru Indonesia (IGI)  sebagai salah satu organisasi prefesi guru di Indonesia terus berupaya dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia terutama di bidang peningkatan mutu dan kompetensi guru melalui pelatihan, sehingga melahirkan sekitar 67 kanal pelatihan dan salah satunya kanal SAGUPEGTAS (Satu guru Penggerak Integritas).  
     
    Pada tanggal 9-11 Maret 2018 kanal pelatihan SAGUPEGTAS  bekerja sama dengan ACLC ( Anti Corruption Learning Centre) pusat edukasi antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dengan sukses menyelenggarakan ToT Nasional bertempat di kantor lama KPK.  Kegiatan ToT diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, dan salah satu pesertanya berasal dari Kabupaten Bima, Ida Nurhaidah  guru PAUD Anak Sholeh Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat.  
     
    Semoga dengan keikutsertaan salah seorang perwakilan Kabupaten Bima pada kegiatan tersebut dapat berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bima sendiri terutama dalam hal pendidikan nilai-nilai integritas yang dapat bermanfaat bagi kemajuan Bangsa umumnya dan kemajuan Dana Mbojo khususnya.  
    Menurut hasil penelitian  bahwa ada korelasi yang signifikan antara kualitas pendidikan suatu negara dengan tingkat korupsi di negara tersebut. Semakin rendah indeks korupsi suatu negara maka semakin tinggi tingkat kualitas pendidikannya. Apabila kita mampu menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini pada anak maka 10-20 tahun yang akan datang akan lahir para pemimpin hebat yang jujur dan amanah, sehingga menjadikan Indonesia sebagai barometer pendidikan di dunia. Semoga !