• Gelar Seminar Bahaya Narkotika, Mahasiswa KKN STIH Dapat Pujian

    Mahasiswa KKN STIH Muhammadiyah Bima
    Bima, (Zona Rakyat).-Kelompok Mahasiswa KKN STIH Muhammadiyah Bima Desa Talapiti Kecamatan Ambalawi menggelar seminar bahaya Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang. Kegiatan yang dihelat di aula SMPN 2  Ambalawi Kabupaten Bima, Rabu (25/7/2019) mendapat pujian dari masyarakat Ambalawi, termasuk guru dan sejumlah kepala sekolah.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala SMPN 2 Ambalawi Hidayah S.Pd. Dirinya menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih kepada mahasiswa KKN STIH Muhammadiyah Bima yang telah sukses menyelenggarakan seminar.

    "Seminar ini luar biasa karena memberi pengetahuan bagi anak-anak. Kami sebagai orang tua dan guru merasa terbantu dengan seminar tentang Bahaya Narkoba. Jempol buat mahasiswa KKN STIH Muhammadiyah Bima," pujinya.

    Kegiatan yang mengusung tema "Menciptakan Generasi Pintar Tanpa Narkotika" dihadiri Kepala SMPN 2 Ambalawi, Kepala SMAN 1 Ambalawi, Kepala SMK 164 Ambalawi,  Kepala UPT Dikpora, Kepala  UPT Kesehatan Ambalawi, Pemerintah Desa se-Kecamatan Ambalawi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan sejumlah siswa se Kecamatan Ambalawi. Menghadirkan narasumber Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Perwakilan BNN Bima dan Kapolsek Ambalawi.

    Ketua Posko Desa Talapiti Mahmud mengatakan, kehadiran Mahasiswa KKN STIH Muhammadiyah Bima untuk mengajak dan mentransformasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama di kampus. Sehingga ada kesadaran dan pengetahuan bagi masyarakat khususnya para siswa terkait ancaman dan bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Apalagi peredaran Narkotika kian marak dan mengkhawatirkan. 

    "Kami mengajak semua pihak terutama orang tua dan guru juga masyarakat berperan aktif dalam mencegah dan memberikan pembinaan kepada anak-anak. Agar mereka menjauhi obat-obatan terlarang seperti tramadol, komix, sabu-sabu, ganja dan minuman keras lainya," ajaknya.

    Narkotika menurut Mahmud adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan  penurunan atau perubahan kesadaran. Seperti hilangnya rasa, terganggu psikologis kejiwaanya, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. 

    Ditambahkannya, penggunaan Narkotika serta obat-obatan keras lainya disamping merugikan diri sendiri juga merugikan masyarakat.

    "Tawuran, perkelahian antar remaja dan antarkampung selama ini sering dipicu oleh perilaku anak-anak dan remaja yang kecanduan obat-obatan terlarang," pungkas Mahmud.(ZR. 03)