• Bawaslu Rakor Evaluasi Laporan Akhir Hasil Pengawasan Pemilu 2019

    Pimpinan Bawaslu NTB saat pembukaan Rakor evaluasi  laporan akhir hasil pengawasan Pemilu 2019, Rabu (4/9/2019).
    Mataram, Zona Rakyat.-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Koordinasi evaluasi laporan akhir pengawasan Pemilu 2019.
    Kegiatan yang dipusatkan di Fave Hotel Mataram, Rabu (4/9/2019) tersebut diikuti Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Kota se NTB.
    Hadir dalam Rakor tersebut, Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi NTB, Muhammad Khuwailid SAg MH, Suhardi SIP MH, DR Hj Yuyun Nurul Azmi, Itratip ST MT dan Umar Ahmad Seth SH MH.
    Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut dibuka oleh Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid SAg MH.
    Dalam sambutannya Ketua Bawaslu mengatakan, setelah penyususunan laporan akhir komprehensif oleh Bawaslu Kabupaten Kota khususnya NTB, ada beberapa catatan perbaikan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, pertemuan dalam agenda rapat evaluasi harus dilakukan.
    Menurutnya, ada disporitas yang cukup tinggi antara Bawaslu Kabupaten yang satu dengan yang lainnya, sehingga dapat dipastikan ada metode dan cara penulisan yang tidak sama.
    "Kali ini kita mereviuw hasil laporan masing-masing kabupaten kota, karena kaidah dalam penulisan ilmiah itu harus sama. Standar penulisan laporan akhir sudah harus ditingkatkan menjadi penulisan ilmiah," katanya.
    Mengingat standar penulisan menjadi penulisan ilmiah maka komprehenshif data dan lainnya juga harus ditingkatkan dari berbagai dimensi disertai indikatornya.
    Sementara Kordiv SDM dan Organisasi Itratip ST MT menegaskan bahwa ada beberapa variabel dan indikator penilaian terhadap laporan komprehensif. Ada tiga variabel dan beberapa indikator yang dinilai yakni pertama validasi data yang terdiri dari sumber data, data faktual dan dokumen. Kedua teknis penyajian yang terdiri dari penulisan laporan, penyajian data, ketajaman analisis. Ketiga ketepatan format pebulisan terdiri dari komprehensif, format penulisan, ketepatan pengiriman dan ketepatan perbaikan.
    "Dari variabel dan indikator ini menjadi dasar penilaian. Penilaiannya dilakukan oleh Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Provinsi seluruh Indonesia. Masing-masing daerah dinilai oleh tim dari Bawaslu Provinsi yang berbeda, sehingga standar penilaiannya sangat tergantung dari siap yang menilainya," terang Itratip.
    Namun yang patut dibanggakan kata Itratip, laporan komprehensif Bawaslu Kabupaten Kota untuk NTB, nilainya di atas rata-rata Bawaslu Kabupaten Kota lainnya di Indonesia.
    "Ini berkat dukungan sahabat-sahabat semua yang penuh tanggung jawab dan semangat dalam menyelesaikan laporan akhir komprehensip pemilu 2019," ungkap Kordiv SDM dan Organisasi bangga.
    Memaksimalkan reviuw dan meminimalkan disparitas laporan komprehensif, masing-masing pimpinan Bawaslu NTB memandu dua Bawaslu kabupaten kota. 
    Hasil penilaian terhadap laporan komprehensif Bawaslu Kabupaten Kota oleh Bawaslu RI berdasarkan variabel dan indikator penilaiannya dari hasil perengkingan yakni Kabupaten Dompu, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara. (ZR.02)