• Immada Mataram : Kegagalan Bupati Bima Dalam Pembangunan Di Monta Dalam

    Pengurus Ikatan Mahasiswa Monta Dalam (IMMADA)  Mataram.
    Mataram. Ikatan Mahasiswa Monta Dalam (IMMADA) Mataram diawal tahun 2020 memberikan catatan terhadap kepemimpinan IDP-Dahlan selama memimpin kabupaten Bima 1 januari 2020.

    Dalam hal kepemimpinan IDP-dahlan selama memimpin Kabupaten Bima Ketua Immada Mataram Ahdin menilai IDP-Dahlan telah gagal membangun monta dalam  di berbagai aspek diantaranya.

    1. Infrastruktur

    Pembangunan infrastruktur di wilayah monta dalam dinilai diskriminatif yaitu mulai dari jalan wa’I kancio sampai jalan munuju pantai rontu, hingga saat ini mengalami kerusakan yang sangat  parah sehingga tidak dapat dan layak di gunakan untuk masyarakat. Terbukti dengan kondisi beberapa jalanan yang rusak parah dan terpotong sehingga tidak layak untuk di lewati, hal ini menjadi ironis ketika musim hujan tiba, jalanan mejadi lumpuh total tidak bisa dilewati imbas dari adalah mambetnya aktivitas perekonomian masyarakat.

    2. Keamanan

    Dalam aspek kemanan seperti kriminalitas, pencurian, perkelahiaan antara kampung serta narkoba di wilayah monta dalam sangat meprihatinkan.  Sehingga hal tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi mayarakat monta dalam. Wilayah monta dalam menjadi pusat konflik terbesar, disebabkan lambatnya penanganan, pihak keamanan hadir setelah ada korban bukan hadir sebagai solusi dalam persoalan, dan kami menganggap kepolisian gagal mengawal wilayah monta dalam.

    3. Wisata yang berbasis budaya

    Wisata merupakan program yang selalu didengungkan oleh IDP-Dahlan tapi berbeda dengan wisata yang ada di pantai wane dan pantai rontu, wisata yang ada di pantai wane pembangunanya tidak berdasarkan pada wisata yang bebasis budaya justru dibangunnya patung yang berbaur tentang proses penghapusan budaya local. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki aset pariwisata yang berpotensi, tentunya Monta dalam harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kab. Bima, selain dari pada harapan perekonomian yang berkemajuan juga bisa di jadikan sebagai icon local wisdom (budaya local) yang masih asli dengan pelestarian cerita-cerita rakyat seperti halnya cerita legenda labibano yang sering  di peringatkan setiap tahun. Harapan ini tentunya sangat jauh dari harapan masyarakat monta dalam, pemerintah kab, Bima sampai Dengan hari ini seolah-olah acuh-tak acuh terhadap wilayah Monta dalam, terbukti dengan tidak didukungnya aset tersebut dengan pembangunan infrastruktur jalanan. Ironisnya sudah selama masa kepemimpinan IDP 4 tahun wilayah Monta dalam belum pernah dikunjungi, baik dikunjungi secara pribadi maupun atas nama pemerintahan, hal kemudian memunculkan mosi ketidak percayaan lagi terhadap kepemimpinan IDP-DAHLAN.

    4. Pengangguran

    Sebagai salah satu daerah dengan lumbung pangan terbesar dengan produksi hasil bumi dan lautnya seperti padi, ikan, rumput laut, dll, tentunya Monta dalam menjadi daerah dengan potensi perekonimian paling besar di daerah kab. Bima, terbukti dengan hasil ekspor SDA yang menguasai pasar yang ada di Bima sampai dengan hari ini, namun hal itu berbanding terbalik dengan apa yang di alami oleh masyarakat dan pemuda Monta dalam, produksi yang besar tidak di imbangi dengan pengolaan dan perhatian khusus dari pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Sehingga imbasnya adalah tidak teraturnya masalah harga dan segala macam yang dimainkan membuat masyarakat pesimis, hal ini kemudian menyebabkan masyarakat malas bekerja dan lebih memilih menjadi pengangguran, hasil dari pengangguran ini masyarakat dan pemuda pada umumnya memilih aktivitas yang tidak terkontrol sehingga tidak heran kemudian konflik, kenakalan remaja dll menjadi hal yang biasa terjadi di wilayah tersebut. Sampai dengan saat monta dalam di cap sebagai daerah zona merah dengan potensi konflik terbesar dikarenakan kurang perhatian dari pemerintah  Kab. Bima.

    Lebih lanjut pemuda asal desa sondo ini mengatakan bahwa kegagalan IDP-Dahlan akan menjadi catatan di dalam hati masyarakat monta dalam. Sambungnya, Ahdin menilai visi misi bima ramah hanyalah angan-angan dan telah gagal membangun monta dalam yang ramah. "Dalam hal ini kami mengatakan mosi ketidak percayaan kepada pemerinta kab.Bima dengan berbagai catatan tersebut"Tegas Ahdin. (ZR. 04)