• LINGUATOURISM

    Syahruna
    Persoalan mendasar bagi para pembelajar asing adalah bagaimana menguasai bahasa Inggris dalam waktu yang relatif singkat. Menguasai bahasa Inggris dalam waktu singkat dibutuhkan konsep hasil kajian linguistik terapan yang mendalam, dipadukan dengan disiplin ilmu lain. Sumber Daya Manusia yang berkualitas merupakan aspek utama menyukseskan program ini. Dana dan dukungan pemerintah memang sangat dibutuhkan pula. Untuk menghasilkan output dan outcome yang bernilai tinggi maka semua komponen  harus bersinergis berkelanjutan.

    Indikator kemampuan bahasa Inggris seseorang dapat diukur dari empat skill. Empat skill dimaksud yaitu reading, writing, speaking, and listening. Bagi masyarakat tidak akan memperhatikan keempat indikator itu.  Pada umumnya publik menilai hanya pada skill speaking dan listening saja. Kemampuan berbahasa Inggris seseorang lebih banyak diukur dari kedua skill ini, ketimbang yang lain.  Jika seseorang mampu mengekspresikan ide dan gagasannya melalui speaking dan mampu memahami apa yang dibicarakan lawan bicaranya, maka orang itu dapat disimpulkan bahwa ia mampu berbahasa Inggris. Begitulah penilaian masyarakat.

    Secara akademik memang beda. Ke-empat Skill berbahasa; reading, writing, speaking, and listening merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam memberikan penilaian kompetensi berbahasa Inggris para  learners. Disinilah keunggulan konsep Linguatourism. Yaitu memadukan konsep akademik dengan kebutuhan masyarakat dan pasar. Kemahiran berbahasa Inggris sangat dirindukan oleh semua orang. Tapi tidak semua orang mampu berbahasa Inggris dengan baik, walaupun sudah lama dan bertahun-tahun mempelajarinya.

    Kurikulum dan metode pembelajaran bahasa Inggris pada sekolah sekolah dan perguruan tinggi bahkan pada lembaga-lembaga kursus tidak mampu membuat siswa bisa berbahasa Inggris dengan lancar, baik, dan benar. Konsep kurikulum dan metode yang diterapkan masih menggunakan pendekatan tata bahasa atau grammatical approach. Siswa diajarkan hanya pada struktur bahasa dan aturan-aturan bahasa. Sedangkan yang dibutuhkan para siswa adalah metode pendekatan komunikatif yang dapat membuat siswa mampu berbahasa Inggris dengan lancar, baik, dan benar.

    Linguatourism merupakan salah satu konsep pengajaran bahasa Inggris yang mengedepankan pendekatan fungsional dan komunikatif. Pendekatan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kemampuan berkomunikasi siswa dalam bahasa Inggris. Baik kemampuan dalam menyampaikan pendapat pandangan maupun persepsi mereka terhadap berbagai persoalan yang kemudian siswa menjadi lebih kritis berpikir analitis dan konstruktif serta mampu bertindak positif dan sportif.

    Selama ini para siswa mempelajari bahasa Inggris hanya sebatas pada tataran kemampuan mengenal struktur bahasa dan hanya memahami wacana wacana sederhana sehingga komunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kaku, karena aplikasi pola kebahasaan kurang mendapat pelatihan yang cukup. Akibatnya belajar bahasa Inggris selama bertahun-tahun menjadikan siswa jenuh, bosan, tidak mood. Danpaknya para siswa  tidak mampu menuangkan dan mengembangkan ide dan gagasannya baik lisan maupun tulisan dalam bahasa Inggris.

    Padahal konsep dasar pembelajaran bahasa adalah mampu berkomunikasi pada 2 alur siklus komunikasi yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Konsep itulah yang seharusnya dijabarkan secara sistematis dan terencana menjadi dalam pembelajaran bahasa karena hakekat bahasa adalah alat komunikasi. Pada pembelajaran bahasa Inggris, kemampuan komunikasi yang intensif dan terarah seharusnya menjadi perhatian utama para guru bahasa Inggris. Langkah-langkah inovatif dan kreatif sangatlah dibutuhkan dalam melakukan revolusi pembelajaran bahasa inggris agar tidak semata mengerahkan segalanya pada kurikulum yang selalu berubah-ubah apalagi bersikap cenderung selalu menyalahkan siswa yang dianggap kurang motivasi belajarnya.

    Linguatourism adalah salah satu solusi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa inggris. Metode-metode dan materi ajar yang bersifat energik dapat merangsang siswa untuk lebih agresif berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.  Bagian-bagian dalam metode dan materi pada Linguatourism lebih kepada merangsang untuk mendorong berkomunikasi ketimbang menghimbau. Nilai-nilai kompetisi sehat seperti menunjukkan kualitas intelektual maupun kualitas berbahasa Inggris terhadap lawan bicara sangatlah menarik dan memotivasi para siswa untuk lebih giat mengembangkan kualitas bahasa Inggris mereka. 

    Dengan menggunakan metode English Speaking Performance, pembelajaran bahasa Inggris akan lebih menarik dan rasa simpati siswa terhadap bahasa Inggris secara kuantitas akan lebih meningkat seirama dengan meningkatnya kualitas pembelajaran nya. Lingkungan tempat belajar sangat perlu diperhatikan. Hal ini sangat menentukan. Atmosfir di sekitarnya harus diciptakan seperti lingkungan tempat wisata. Di mana siswa merasa nyaman dan senang baik untuk berinteraksi dengan classmatenya mapun dengan instrukturnya.

    Memahami persoalan ini dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, khususnya para siswa, maka Foreign Language Institute Kota Bima- Indonesia perlu mengadakan Program Linguatourism untuk membantu pemerintah dalam upaya menciptakan dan meningkatkan kualitas bahasa Inggris masyarakat dan siswa sehingga mampu menguasai bahasa Inggris dalam waktu yang relatif singkat. Bagaimana menikmati menu Linguatourism itu? Ikuti kegiatannya. (*)

    Catatan: Menulis dengan menggunakan metode MENEMUBALING (Menulis dengan Mulut dan membaca dengan Telinga)