• Penetapan Pengurus Masjid Baitul Hamid Dipersoalkan

    Salah seorang warga yang protes ditenangkan aparat Kepolisian. 
    Kota Bima, (Zona Rakyat).- Penetapan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Sekertaris umum pengurus Masjid Baitul Hamid Raba yang diumumkan tim formatur di Masjid Baitul Hamid Raba, Kamis (16/7) malam dipersoalkan.
    Nurdin, salah seorang jamaah menunjuk-menunjuk tim formatur karena menduga dalam pemilihan itu tidak sesuai prosedur.
    Namun kejadian tersebut dapat diredakan Kapolsek Rasanae Timur dan anggotanya serta seorang pengurus masjid yang langsung melakukan Azan shalat Isya karena bertepatan waktu shalat.
    Pantuan wartawan saat kejadian, tim formatur yang terdiri dari Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Bima,Drs.H.Ramli,MM,  Camat Raba, Sirajuddin, S.Sos, tokoh masyarakat dan tokoh agama sebenarnya hendak memberi penjelasan. Namun karena insiden kecil itu sehingga tim membatalkannya.
    "Saya minta tim formatur batalkan penetapan pengurus. Karena berdasarkan pengalaman selama ini dipilih langsung oleh jamaah dan Yayasan Islam Bima," pinta Nurdin.
    Senada juga dikatakan jamaah lainnya seperti H.M.Tayeb, warga Rabangodu Utara. 
    Tayeb menyesalkan penetapan  tim formatur karena semua pengurus intinya dari kelurahan Penaraga, padahal saat pencalonan ada beberapa tokoh seperti Drs H.M.Yamin, M.Pd yang mengisi formolir pencalonan sebelumnya, tetapi tidak diterima.
    "Saya tidak keberatan dengan pencalonan secara formatur tapi tim formatur harus memilih juga pengurus inti dari Rabangodu agar seimbang," ujarnya.  
    Camat Raba, Sirajuddin, S.Sos yang dikonfirmasi seusai penetapan menyesalkan dengan kejadian itu padahal sebelumnya sudah disosialisasikan. "Seharusnya kalau tidak setuju dengan penetapan itu bisa ajukan keberatan di Dewan Masjid Indonesia Kota Bima", pintanya. (ZR.007)