• Ratusan Ulama dan Tokoh Agama Bima Tolak RUU HIP

    Tokoh agama dan tokoh masyarakat saat aksi tolak RUU HIP di Kantor DPRD Kabupaten Bima
    Kota Bima, Zona Rakyat.-Ratusan ulama dan tokoh agama dari Kota dan Kabupaten Bima menyampaikan aspirasi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP). RUU HIP tersebut saat ini masuk dalam program legislasi nasional di DPR RI.

    Aspirasi ratusan ulama dan tokoh agama tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Rakyat yang ada di kantor DPRD Kabupaten Bima, Rabu (9/7/2020).

    Para ulama dan tokoh agama yang menyampaikan aspirasi diterima sejumlah wakil rakyat diantaranya Supardi (Gerindra), Ramdin, SH, Azhar, SE, dan Musmulyadin, SH (Golkar). Keempatnya mendengarkan dengan seksama semua aspirasi dan tuntutan dari para ulama dan tokoh agama, bahkan wakil rakyat Supardi dan Ramdin langsung berdiri di atas mobil bak terbuka bersama koordinator aksi.

    Dalam aksi damai para ulama dan tokoh agama itu, ada tiga hal pokok yang menjadi tuntutan dan aspirasi mereka. Ketiga hal itu yakni Hapus RUU HIP dari Prolegnas, tangkap inisiator RUU HIP dan bubarkan partai pengusungnya.

    “Kami minta kepada DPRD Kabupaten Bima untuk meneruskan aspirasi ini kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI. RUU HIP ini ingin menyuburkan kembali Komunisme di negara kita,” tegas Ustadz Asikin Ketua Forum Ummat Islam Bima.

    Sementara Supardi mewakili Anggota DPRD Kabupaten Bima menegaskan, pihaknya mendukung aspirasi para ulama Bima yang menolak RUU HIP. 

    Menurutnya RUU HIP ini adalah cara-cara untuk mengotak-atik Pancasila, tidak bisa ditawar lagi Pancasila adalah harga mati dan PKI adalah musuh bersama yang harus dilawan.

    “Terima kasih untuk para ulama Bima atas kepedulian dan perjuangannya menjaga kemurnian ideolagi bangsa kita Pancasila. Aspirasi ini akan kami teruskan ke Pemerintah Pusat dan DPR RI,” janjinya. (ZR07)