• ADA YANG BEDA DIAKHIR TAHUN 2020

    MUNIR HUSEN 

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

    Rasa kagum setidaknya terbersit di relung hati yang suci, pada saat melintas malam hari di Jembatan Padolo Kota Bima menuju Terminal Dara. Ketika memasuki area Jembatan Padolo Kota Bima, ada pemandangan agak lain jika dibandingkan sebelumnya, yaitu panorama lampu hias  di kanan-kiri jembatan memiliki model yang cukup apik untuk sekelas Kabupaten Kota, terang benderang yang tidak pernah ada sebelumnya. 

    Di penghujung tahun 2020 lampu hias Jembatan Padolo menghias langit Kota Bima saat malam hari. Bagi sebahagian masyarakat Kota Bima lampu hias jembatan tersebut dianggap biasa-biasa saja. Tetapi juga tidak sedikit merasa kagum dengan pemasangan lampu hias tersebut dan dianggap luar biasa. Masyarakat melihat bahwa ada bukti nyata atas kemajuan Kota Bima, diera masa kepemimpinan H. Muhammad Lutfi dan Fery Sofiyan. Bagi pengendara mobil, sepeda ontel, maupun sepeda motor menegakkan kepalanya hanya ingin melihat suasana baru yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Bahkan pejalan kaki-pun serta kendaraan yang berhenti di Jembatan Padolo hanya menyaksikan panorama lampu hias yang sangat indah. Fenomena lampu hias Jenbatan Padolo ini baru ada dipenghujung Tahun 2020, dan menjadi Icon dimasa penutupan akhir tahun. Moment yang dipilih pemasangan lampu hias Jembatan Padolo tersebut sangat tepat. Filosofi yang penulis tangkap cukup memberikan pesan bahwa Kota Bima tetap gemerlap, tetap bersinar dan tetap bercahaya, tetap berkarya walaupun dalam suasana masa Covid-19 pembangunan jalan terus. Ada niat dan upaya membangun, mempercantik Kota Bima melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai dinas teknis perlu diapresiasi dibawah kepemimpinan H. Muhammad Lutfi dan Fery Sofiyan. Siapapun pemimpinnya, kemajuan itu harus dilihat dari prespektif obyektif tidak selalu pada kaca mata politis yang selalu membias seperti warna pelangi dan cendrung subyektif. Obyektif dalam penilaian yang positif adalah kemulian sekalipun ada yang tidak bisa menerima. Semua ini tergantung sudut dan cara pandang kita pada sebuah permasalahan yang ada. 

    Apabila kita ingin menyaksikan panorama keindahan Jembatan Padolo ada pada waktu malam hari, dihiasi dengan lampu-lampu yang warna warni dan sangat terang serta memancar ke segala arah. Keindahan ini tampak sangat sempurna karena terkena pencahayaan yang digunakan diatur secara khusus, sehingga terlihat kemegahan dan konstruksi jembatan yang cukup mendukung pemasangan lampu tersebut. Dari sudut pandang kejauhan tampak lampu hias Jembatan Padolo dapat berubah-rubah warna dalam hitungan menit. Kehadiran lampu hias jembatan padolo mempercantik suasana di sekitar jembatan padolo. Sayangnya jembatan Padolo ini tidak memiliki pengembangan lain, tidak seperti jembatan-jembatan daerah lain justru memiliki fungsi ganda disamping ornament lampu yang luar biasa juga menjadi obyek wisata air, kuliner dan sebagainya. Semoga lampu hias jembatan padolo sebagai pintu masuk kota maka harus terus dijaga keberlangsungannya. Disamping itu, ada fungsi lain lampu hias jembatan, selain sebagai penerang, juga mempercantik pengejawantahan jembatan menjadi tampil megah, mewah dan memiliki nilai estetika. Estetika adalah pengalaman akan keindahan, seperti kindahan jasmani dan keindahan rohani, keindahan alam dan keindahan seni, kemudian diselidiki emosi manusia sebagai reaksi terhadap yang indah, agung, tragis, bagus, mengharukan dan sebagainya (Surajio 2005). 

    Pada hakekatnya lampu hias  jembatan tidak semata-mata alat penerang semata. Namun ada kemanfaatan hakiki bagi pengguna jalan dimana mereka merasa yaman dan tidak akan merasa gelap atau menjaga hal-hal yang tidak dinginkan. Penerangan lampu hias jembatan sangat penting karena bisa sekaligus sebagai petunjuk bahwa di suatu daerah ada kehidupan. 
    Ada 3 icon jembatan yang akan dipasang lampu hias dengan ornament yang sama berdasarkan informasi yang akurat yaitu; Jembatan Padolo Kecamatan RasanaE Barat, Jembatan Penatoi Kecamatan Raba dan Jembatan Kodo di Kecamatan RasanaE Timur. Tiga titik jembatan ini kalau sudah dipasang lampu hiasnya maka cukup memberikan kesan yang sangat positif. Apa lagi di sekitar  Jembatan di Kodo Kecamatan RasanaE Timur, pemerintah telah membuatkan taman dan ruang terbuka hijau untuk publik yang cukup representatif. Ketika lampu hias sudah terpasang, maka secara otomatis taman itu pada malam hari akan bisa memberikan kontribusi pada masyarakat di sekitarnya. Bisa jadi akan ada usaha ekonomi rakyat sehingga bisa memberikan pendapatan dan nilai tambah bagi masyakat di sekitar Kecamatan RasanaE Timur. Target yang diharapkan meningkatkan estetika Taman Kodo Kota Bima sehingga dapat memancing pusat keramaian, khususnya di Jembatan Kodo. Dengan adanya pusat keramaian akan memancing pula terciptanya pertumbuhan usaha kecil, tinggal memacu penataan dan pengelolaannya. Apalagi di Kota Bima berbagai kuliner dan minuman serba ada ditambah lagi dengan makan khas Bima hanya saja belum dilaksanakan secara maksimal.

    Lampu hias jembatan akan memberikan beberapa manfaat yang bisa kita rasakan sekaligus, yaitu; 1, Ruang menjadi lebih tenang. Pengunaan lampu memang dimaksudkan untuk membuat suatu area menjadi lebih terang. Teutama di kota besar dengan arus lalu lintas yang tinggi, dengan menggunakan lampu penerang, kecelakaan lalu lintas bisa diminimalisir. 2. Membuat area menjadi lebih menarik. Dengan menggunakan lampu hias dengan bentuk yang bervariasi, membuat area di sekitar jembatan menjadi lebih tertarik. 3. Perawatan yang lebih mudah. Perawatan yang dilakukan untuk lampu jembatan hias juga tidak sulit. (https://www.lampuhiaskota.com/produk/manfaat-menggunakan-lampu-hias-jembatan). 
    Wallahualam bisyawab.

    Penulis DOSEN STIH MUHAMMADIYAH BIMA dan Pimpinan Umum Media Zona Rakyat Bima.