• Pelantikan Pimpinan Baznas Lombok Barat Tunggu Rekom Pusat

     


    Lombok Barat, Zona Rakyat - Gerung 8 Nopember 2021 - Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid menerima kedatangan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bapak Ir. H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec, Ph.D dan Kepala Divisi Hukum dan Kelembagaan Baznas RI Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., MH, Ibu Siti Khozanah, SH dan Alwan Mubarok, SH Staf Pemberian Pertimbangan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota.

    Dalam pertemuan silaturrahmi tersebut bupati didampingi Sekretaris Daerah Dr.Baehaqi, Kepala Kanwil Kementrian Agama Lombok Barat Dr.H.Jalalussayuthy, Asisten I Setda Lombok Barat H.Agus Gunawan dan Kabag Kesra H.Maksum.

    Pertemuan ini berlangsung di Ruang Kerja Bupati, Senin, (8/11).

    Kehadiran Pimpinan Baznas tersebut tidak lain untuk membicarakan pengisian pimpinan Baznas Lombok Barat yang selama ini masih dalam proses untuk dilakukan pelantikan.

    "Dari 10 calon pimpinan Baznas Lombok Barat yang sudah diumumkan lulus seleksi, ada 5 orang yang kita tunggu rekomendasinya dari pusat untuk dilantik. Bisa saja yang kita rekom ke pusat tidak diterima oleh pusat, maka kita tunggu rekomendasi pusat baru kita adakan pelantikan," kata Fauzan Khalid.

    Pimpinan Baznas kali ini harus mampu bekerjasama bersinergi dengan Pemerintah Daerah, sambungnya, agar setiap program tidak tumpang tindih seperti penanganan stunting, gizi buruk  dan disabilitas yang jarang di sentuh.

    Selain itu ia juga minta pada Panita Seleksi (pansel) untuk memilih calon yang dapat bekerjasama dengan pemerintah, punya kemampuan manajerial, punya pengalaman minimal pernah menjabat menjadi Unit Pelayanan Zakat (UPZ) tingkat Kecamatan, dan ada keterwakilan wilayah selatan, tengah dan utara Kecuali Kecamatan Sekotong tidak ada pendaftar.

    Mantan Ketua KPU NTB itu memperkirakan Baznas Lombok Barat akan mengelola anggaran Rp 10 Milliar pertahun karena Lombok Barat punya potensi besar apalagi disebutkan pada bulan Agustus tahun ini sudah diberlakukan zakat untuk PNS se-Lombok Barat.

    "Belum dari kelompok tani, di Lombok Barat ada 1.600 kelompok tani, belum Alfamart Indomart," tambahnya.

    Sedangkan untuk zakat pegawai Departemen Agama (depag) bupati minta diarahkan setengahnya untuk perbaikan sanitasi ponpes yakni perbaikan kamar mandi dan toilet-toilet pondok pesantren.

    Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bapak Ir. H. Muhammad Nadratuzzaman Hosen menyampaikan pandangannya, Ph.D. mengatakan pimpinan Baznas itu tidak mesti ulama karena menurutnya yang terpenting managementnya dan nilai ekonominya karena menyangkut uang, selain paham tentang agama.

    Selain itu mereka punya kemampuan dan dapat diterima oleh masyarakat Lombok Barat. 

    "Banyak yang pandai tapi tidak diterima oleh masyarakat," ujar Hosen.

    Untuk itu setelah dilantik pengurus Baznas nantinya ia harapkan ada pelatihan manajemen keuangan dari pemerintah. 

    "Bekerja mereka sudah benar tapi administrasinya tidak diikuti untuk membuat laporan," katanya. 

    Ia mencontohkan ada Menteri Agama masuk penjara itu bukan karena korupsi tapi tidak mengerti regulasi. 

    "Karena ini menyangkut uang bisa jadi akan turun melakukan pemeriksaan. Ini yang kami tidak inginkan," jelas Hosen (dedy/prokopi)