• Breaking News

    Dibalik Sukses Program Kota Bima BISA, Hadirnya Petugas Kebersihan di Ruang Publik

    Opini Oleh Munir Husen
    (Dosen Universitas Muhammadiyah Bima)

    Wajah Kota Bima
    saat ini terlihat cukup bersih, komitmen Walikota Bima Man-Feri terbukti. Tidak ada lagi tumpukan sampah. Tidak ada hewan berkeliaran di jalan raya. Mulai KM 0 sampai  di batas Kota Bima Ni’u bersih dari sampah.


    Sejak menjabat Plt hingga dilantik menjadi Kadis DLH Kota Bima defenitif, Syahrial Nuryadin bekerja penuh tanggung jawab menuntaskan persolan sampah, hasilnya terbukti Kota Bima bersih. Tidak ada ikhtiar yang sia-sia dan tidak ada usaha menghianati hasil.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup merangkul petugas kebersihan untuk mendukung visi Kota Bima BISA dengan tiga pilar profesional, suportif dan apresiatif. Disamping itu, Kadis DLH berempati pada petugas kebersihan yang kerja keras, dan hasilnya terbukti Kota Bima sudah bersih.

    Langit Kota Bima masih gelap, dinginnya udara pagi menusuk tulang, namun Petugas kebersihan sudah mulai beraktivitas di zona yang ditentukan. Menyapu dan mengumpulkan sampah, kemudian diangkut dengan mobil compactor dan dump truck dibawa ke TPA. Kehadiran petugas kebersihan di area publik menciptakan lingkungan sehat, nyaman dan aman. Tiap hari terus bergelut dengan sampah. Keringatnya membasahi di sekujur tubuh dipicu oleh aktifitas rutin membersihkan Kota Bima sebagai rasa tangung jawab terhadap tugas.

    Di balik keberhasilan program Kota Bima BISA, petugas kebersihan bekerja dengan sunyi sering kali luput dari perhatian publik. Ketulusan dan dedikasi mereka terbukti wajah Kota Bima bebas dari sampah. Wajar jika Walikota Bima memberi penghargaanpada  petugas kebersihan berprestasi. Dengan demikian, petugas kebersihan perlu diberi perhatian khusus terkait keselematan kerja, melindungi dari segala resiko pekerjaan. Menyiapkan alat pelindung diri sesuai dengan SOP. Baju kerja disesuaikan, sarung tangan, sepatu keselamatan, kaca mata pelindung dan masker repirator.

    Pengunaan APD merupakan syarat utama melindungi mereka dari segala resiko seperti penyakit kulit, gangguan pernapasan, kecelakaan kerja dan dan sebagainya. Dengan harapan kru petugas kebersihan Kota Bima tetap dalam kondisi prima.

    Mewujudkan Kota Bima BISA tanggung jawab bersama, naif dan picik akal kita jika berdalih sampah merupakan tangugng jawab petugas kebersihan dengan alasan retribusi telah dibayar. Sampahmu tanggun jawabmu, membuang sampah pada tempatnya adalah tindakan mulia dan terpuji.

    Contoh kasus tumpukan sampah di tanjakan Sonco Tengge, Plt Kadis DLH waktu itu bekerja membantu petugas kebersihan mengangkat sampah. Hal ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap sampah. PR DLH Kota Bima. (media kahaba 25 Oktober 2025).

    DLH ibarat dokter, terus sosialisasi dan edukasi sampah pada masyarakat. Pejabat tidak boleh kecil hati jika menemukan sampah dibuang oleh masyarakat bukan pada tempatnya. Sebagaimana dokter tidak marah pada pasien, sekalipun terkadang pasien tidak mengikuti petunjuk dokter. Ada saat masyarakat sadar sampah merupakan memang musuh bersama.

    Saat ini DLH Kota Bima memiliki dua inovasi terkait dengan sampah dengan inovasi MAIKAKURA merupakan gerakan pengelolaan sampah organik dimulai dari sumbernya, dari rumah tangga, perkantoran dan fasilitas umum.
    Inovasi Retribusi Sampah berbayar lewat QRIS layanan digital semua ini merupakan gagasan inovatif DLH Kota Bima perlu didukung oleh semua pihak, siapa lagi kalau bukan kita. Dua inovasi ini merupakan terobosan baru DLH Kota Bima. (*)
    Fastabiqul khairat.

    Tidak ada komentar