• Breaking News

    GP Ansor Kota Bima Apresiasi Kodim 1608/Bima Musnahkan Senjata Rakitan

    GP Ansor Kota Bima ikut serta dalam memusnahkan senjata api rakitan dan senjata tajam di Kodim 1608/Bima.

    Kota Bima, Zona Rakyat.-
    Komando Resor Militer (Kodim) 1608/Bima, Nusa Tenggara Barat, memusnahkan barang sitaan hasil operasi teritorial dan cipta kondisi jelang malam pergantian tahun 2025 ke 2026 berupa senjata api (senpi) rakitan, senjata tajam, dan minuman beralkohol.


    Kegiatan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan tersebut berlangsung di halaman Kodim 1608/Bima dan dihadiri langsung oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala perangkat daerah, organisasi masyarakat (ormas), serta berbagai unsur pemuda termasuk Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bima.

    Pemusnahan sendiri dipimpin langsung oleh Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan S.Kom.,MSc.,dengan diikuti tamu undangan lainnya.

    Ketua GP Ansor Kota Bima Samrin, MPd menyampaikan apresiasi yang tinggi dan mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan Kodim 1608/Bima dalam memberantas kepemilikan senjata rakitan dengan pemusnahan secara terbuka, pada Senin (20/04/2026).

    "GP Ansor Kota Bima sangat mendukung penuh langkah tegas Dandim 1608/Bima. Ini bukti nyata kolaborasi antara aparat, masyarakat, dan ormas dalam menjaga masa depan anak bangsa. Sebagai putra asli Kota Bima, saya bangga melihat semangat kebersamaan ini,” ungkap Samrin.

    Sementara Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc, menyampaikan bahwa pemusnahan barang sitaan dalam periode tahun 2025, menjelang tahun baru 2026, hingga april 2026 ini merupakan bagian dari upaya TNI menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Bima.

    Senjata api rakitan yang dimusnahkan merupakan hasil operasi penggalangan teritorial Kodim di sejumlah kecamatan seperti Monta, Sape, dan Woha berjumlah total 10 pucuk. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah potensi konflik antar kelompok di wilayah Bima.

    Dandim mengaku, operasi penggalangan yang dilakukan menjelang natal 2025 sampai bulan april 2026, menunjukkan komitmen Kodim 1608/Bima serta dukungan dari unsur pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan suasana kondusif di daerah. Selain itu, partisipasi Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat lebih lebih tokoh muda melalui organisa kepemudaan, kemahasiswaan dan turut memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan wilayah.

    "Terutama menjelang malam natal, malam pergantian tahun dari 2025 hingga 2026 yang dijadwalkan pada 22 Desember 2025 hingga april 2026," ujarnya.

    Dandim menjelaskan kepemilikan senpi rakitan dan senjata tajam secara ilegal bisa menjadi faktor pemicu terjadinya kerawanan dan gangguan keamanan, terutama malam natal, menjelang malam tahun baru

    Dia turut memastikan TNI dalam upaya mengamankan kondisi lapangan terutama malam tahun baru, khususnya di Bima akan secara intensif melaksanakan operasi cipta kondisi.

    "Dengan adanya operasi cipta kondisi ini, kami berharap dapat mengurangi potensi gangguan yang dapat merusak stabilitas keamanan, baik dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat maupun peredaran minuman beralkohol yang dapat memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat," Dandim mengingatkan.

    Dia menegaskan pemusnahan yang berlangsung hari ini, merupakan langkah konkret Kodim 1608/Bima menjadi bagian dari bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan stabil bagi masyarakat Bima.

    "Dengan terus melaksanakan operasi cipta kondisi, Kodim 1608/Bima bertekad untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif, sekaligus menegakkan hukum untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat merayakan hari natal dan tahun baru 2026," pungkasnya. (ZR4)

    Tidak ada komentar