• Breaking News

    Kades Tolowata Bantah Laporkan Aktivis Gelar Sosialisasi Narkoba, tapi Soal Fitnah di Medsos

    Kepala Desa Tolowata, Juardi

    Bima, Zona Rakyat.-
    Kepala Desa Tolowata, Juardi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan dirinya melaporkan seorang aktivis anti-narkoba ke pihak kepolisian. Terkait gelaran kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di Gedung Serba Guna (GSG) Desa Tolowata, pada 27 Maret 2026 lalu dan menjadi perbincangan netizen di beranda media sosial Facebook hingga saat ini.


    Juardi menegaskan bahwa laporan yang ia layangkan bukan ditujukan untuk menghalangi kegiatan sosial, melainkan bentuk keberatan atas dugaan tuduhan dan fitnah yang dilakukan oleh oknum tertentu melalui media sosial Facebook.

    "Perlu saya luruskan, yang kami laporkan bukan kegiatan sosialisasi anti-narkobanya, melainkan konten di media sosial yang mengandung unsur fitnah dan menyerang pribadi maupun institusi Pemerintah Desa. Ini adalah dua hal yang berbeda," ujar Juardi dalam keterangan tertulisnya.

    Pemerintah Desa Tolowata kata dia, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap segala bentuk kegiatan positif di masyarakat, termasuk sosialisasi bahaya narkoba yang dilaksanakan pada 27 Maret 2026 lalu. Juardi menyebutkan bahwa suksesnya acara tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah desa tidak pernah melarang atau menghambat kegiatan tersebut.

    "Jika memang kami menolak, tentu kegiatan itu tidak akan bisa terlaksana dengan sukses hingga selesai. Nyatanya, teman-teman penyelenggara bisa menjalankan acara di GSG dengan lancar," tambahnya.

    Mengenai ketegangan yang sempat terjadi, Kades Tolowata mengakui adanya sedikit miskomunikasi antara pihak Pemerintah Desa dengan panitia penyelenggara terkait prosedur administrasi. Namun, ia menyayangkan jika kendala teknis tersebut dipelintir menjadi narasi "kriminalisasi aktivis".

    "Kami berharap masyarakat tidak termakan informasi yang sepihak. Pemerintah Desa Tolowata tetap menjadi mitra bagi siapa saja yang ingin membangun desa, termasuk para pejuang anti-narkoba. Namun, kami juga meminta agar penggunaan media sosial dilakukan secara bijak tanpa harus menebar fitnah," tutupnya. (ZR4)

    Tidak ada komentar