KPID NTB Gelar Diskusi Publik di Ponpes Darul Hikmah Darek
*Ajak Santri Jadi Garda Terdepan Literasi Digital dan Lawan Hoaks
![]() |
| Anggotaa KPID NTB Abdul Muluk, S.PdI saat kegiatan diskusi publik dan literasi media, Senin (27/7/2026). |
Lombok Tengah, Zona Rakyat.-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (KPID NTB) terus berkomitmen membangun kesadaran dan kecakapan bermedia masyarakat di era digital.
Melalui program edukasi berkelanjutan, KPID NTB menggelar kegiatan Diskusi Publik dan Literasi Media bertajuk "Ngaji Penyiaran: Bersama Santri Menjaga Ruang Publik Tetap Sehat" yang bertempat di Pondok Pesantren Darul Hikmah Darek, Lombok Tengah, Senin (27/7/2026).
Komisioner KPID NTB Abdul Muluk, S.PdI mengatakan, di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, lalu lintas informasi bergerak sangat cepat. Kehadiran berbagai platform media digital baru kini memungkinkan setiap individu menjadi "penyiar" di platform dan akun media sosialnya masing-masing. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan besar, salah satunya adalah maraknya penyebaran informasi palsu (hoaks) yang mengancam tatanan sosial dan kondusivitas masyarakat.
Menurut Muluk, melihat fenomena tersebut, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki potensi besar sekaligus tanggung jawab moral untuk menjadi benteng pertahanan dalam melawan hoaks. Berbekal kekayaan ilmu agama, nilai-nilai kejujuran, serta jaringan alumni yang luas, pesantren dapat mengambil peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kebenaran di ruang publik digital.
Penyebaran hoaks tidak hanya merusak hubungan antarwarga, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Islam yang sangat menjunjung tinggi kejujuran dan tradisi tabayyun (konfirmasi/verifikasi). Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik." (QS. An-Nahl: 125).
"Ayat ini mengingatkan kita bahwa dakwah di era modern harus dilakukan dengan cara yang bijaksana (hikmah)," terangnya.
Lebih lanjut Muluk menjelaskan bahwa pengembangan dan penyebaran konten positif di media sosial merupakan wujud nyata dari dakwah digital masa kini.
Melalui kegiatan "Ngaji Penyiaran" ini, KPID NTB mendorong pemberdayaan santri dan alumni pesantren agar tidak sekadar menjadi konsumen informasi, melainkan aktif menjadi content creator yang bijak.
"Santri diharapkan mampu memproduksi konten-konten berkualitas baik berupa artikel, infografis, maupun video kreatif yang berisi narasi kebaikan, kebenaran, serta edukasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa," pintanya.
Ditambahkan Komisioner KPID ini, bahwa perubahan lingkungan digital yang sehat harus dimulai dari diri kita sendiri.
"Mari kita biasakan untuk selalu memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya (saring sebelum sharing). Saatnya pesantren bangkit, memanfaatkan ilmu dan teknologi untuk memimpin gerakan literasi media, menekan laju hoaks, dan menciptakan ruang digital yang aman, sehat, serta menyejukkan bagi seluruh masyarakat," pungkas Muluk. (ZR4)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar