Ratusan Warga Ikuti Kampanye Antinarkoba Mahasiswa KKN UM Bima di Desa Rade
Bima, Zona Rakyat.–Ratusan warga mengikuti Kampanye dan Seminar Bahaya Narkoba di Lapangan Sepak Bola Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut digagas Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) Posko Desa Rade.
Kegiatan yang menggandeng Pemerintah Desa, Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, TNI, serta organisasi pegiat antinarkoba itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak tingkat desa.
Kampanye tersebut tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi, tetapi juga memperlihatkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memperkuat benteng pencegahan narkoba. Desa dinilai menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Ketua Posko KKN UM Bima Desa Rade, Hulafaurasidin, mengatakan kegiatan itu merupakan program kerja mahasiswa yang dirancang bersama pemuda dan didukung penuh Pemerintah Desa serta masyarakat.
"Ini program Mahasiswa KKN UM Bima yang berkolaborasi dengan pemuda Desa Rade serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan masyarakat. Kami berharap edukasi ini mampu meningkatkan kesadaran warga untuk bersama-sama melawan narkoba," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, di antaranya BNN Kabupaten Bima, Satresnarkoba Polres Bima, Pemerintah Kecamatan Madapangga, Polsek Madapangga, Koramil 1608-02 Madapangga, dan BADAI NTB.
Kepala Desa Rade, Atfa, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UM Bima yang menghadirkan edukasi bahaya narkoba bagi masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKN UM Bima, Karang Taruna, dan seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi sñelenggarakan kegiatan ini. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai sehingga memahami secara utuh bahaya penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Camat Madapangga, H. Sahrul, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum.
"Pencegahan narkoba membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Orang tua harus menjaga anak-anaknya, dan apabila ada anggota keluarga yang terindikasi sebagai penyalahguna, segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar mendapatkan layanan rehabilitasi," tegasnya.
Sementara itu, perwakilan BNN Kabupaten Bima, Amirullah, mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan nasional yang harus dihadapi secara bersama.
"Masyarakat harus berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Penyalahguna yang memenuhi ketentuan dapat menjalani rehabilitasi, sedangkan pengedar akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.
Pesan serupa disampaikan Ipda Gatot Wahyudin, S.H., dari Satresnarkoba Polres Bima. Ia menegaskan komitmen kepolisian dalam menindak tegas seluruh pelaku tindak pidana narkotika.
"Pengedar, kurir maupun bandar narkoba akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya," ujarnya.
Pada sesi berikutnya, narasumber BADAI NTB, Uswatun Hasanah, memaparkan berbagai jenis narkoba yang banyak beredar, dampaknya terhadap kesehatan, sosial, dan hukum, hingga ciri-ciri penyalahguna narkoba. Ia menilai pencegahan hanya akan berhasil jika seluruh komponen masyarakat terlibat aktif.
"Peran keluarga, sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Karang Taruna sangat menentukan dalam menyelamatkan generasi muda. Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita melalui gerakan 'Bersama Lawan Narkoba'," ajaknya.
Kegiatan yang diawali dengan penyambutan tim BADAI NTB melalui Tari Wura Bongi Monca tersebut berlangsung hingga pukul 18.00 WITA. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar dengan pengamanan personel Polsek Madapangga, Polsek Bolo, Posramil 1608-02 Madapangga, dan Satpol PP.
Antusiasme ratusan warga yang mengikuti seminar hingga selesai menjadi gambaran meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba. Kolaborasi yang dibangun Mahasiswa KKN UM Bima bersama pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Desa Rade sebagai desa yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (ZR3)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar