• Breaking News

    Yusril Sampaikan Salam Presiden Prabowo di Milad PMI Dea Malela, Tekankan Moral sebagai Fondasi Bangsa

    Menteri Yusril Ihza Mahendra  juga hadir dalam pelantikan santri baru PMI Dea Malela di Sumbawa.

    Sumbawa, Zona Rakyat
    .Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kegiatan pelantikan santri baru dan perayaan satu dasawarsa Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela), Sabtu (18/7/2026).


    Dalam sambutannya, Yusril mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sejatinya berkeinginan hadir langsung dalam momentum tersebut. Namun, karena agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan, kehadiran tersebut urung terlaksana.

    “Beliau menyampaikan salam hangat sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Dea Malela yang selama satu dekade terakhir telah berkontribusi besar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia,” ujar Yusril.

    Yusril menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dalam konteks tersebut, pesantren memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membina karakter generasi bangsa.

    “Pesantren adalah tempat pembinaan akhlak dan karakter. Di sinilah fondasi moral bangsa dibangun,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada aspek teknologi, hukum, dan ekonomi semata. Menurutnya, dimensi etika, moral, dan keimanan harus menjadi pilar utama dalam membangun peradaban bangsa.

    “Kita mungkin telah maju dalam bidang teknologi dan memiliki sistem hukum yang baik. Namun, tanpa kesadaran etika dan akhlak, semua itu tidak akan bermakna,” ujarnya.

    Yusril bahkan menyoroti pentingnya integritas moral dalam penegakan hukum. Ia menyatakan bahwa keberadaan aparat penegak hukum tidak akan efektif jika tidak diiringi dengan kesadaran iman dan moralitas.

    “Apa gunanya hukum, jaksa, dan polisi jika tidak dibangun moral dan keimanan kepada Allah. Di situlah kunci keadilan yang sesungguhnya,” katanya.

    Selain itu, ia juga menyinggung pembangunan ekonomi yang terus berjalan, namun masih dihadapkan pada persoalan kesenjangan sosial. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan material harus diimbangi dengan pembangunan hati nurani.

    “Kita punya sistem hukum yang baik, ekonomi terus tumbuh, tetapi ketimpangan masih ada. Karena itu, yang perlu dibangun adalah kesadaran hati nurani sebagai bangsa,” pungkasnya.

    Momentum satu dasawarsa PMI Dea Malela, lanjut Yusril, menjadi refleksi penting bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan karakter merupakan kunci dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas secara moral. (ZR3)


    Menteri Abdul Mu’ti Lantik Ratusan Santri Baru, PMI Dea Malela Rayakan Satu Dasawarsa

    Sumbawa, Zona Rakyat.–Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, melantik ratusan santri baru Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela) Tahun Ajaran 2026/2027. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Sang Surya, Sabtu (18/7/2026), dirangkaikan dengan tasyakuran satu dasawarsa berdirinya lembaga pendidikan tersebut.

    Kegiatan ini berlangsung semarak dan dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, di antaranya Yusril Ihza Mahendra, Fauzan, serta Hanif Faisol Nurofiq. Hadir pula unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pimpinan yayasan, serta ratusan wali santri.

    Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti yang juga Pembina Yayasan PMI Dea Malela menyampaikan ucapan selamat kepada para santri baru. Ia menegaskan bahwa PMI Dea Malela merupakan lembaga pendidikan bertaraf internasional yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

    “Selamat kepada para santri yang hari ini resmi dilantik. Ini bukan hanya awal perjalanan pendidikan, tetapi juga bagian dari rasa syukur atas 10 tahun kiprah PMI Dea Malela,” ujarnya.

    Ia menyampaikan tiga pesan penting kepada para santri. Pertama, menanamkan tekad dan niat kuat untuk meraih masa depan gemilang. Kedua, meneladani tokoh-tokoh inspiratif seperti Ismail Dea Malela yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat global. Ketiga, belajar dari sejarah peradaban besar yang lahir dari tempat sederhana, sebagaimana wahyu pertama di Gua Hira.

    Mu’ti juga mengingatkan pentingnya doa restu orang tua dan penghormatan kepada guru sebagai sumber cahaya ilmu dalam kehidupan. Ia juga berpesan agar santri senantiasa memohon doa dan restu orang tua serta menghormati guru sebagai sumber cahaya ilmu. “Guru adalah suluh ketika kalian berada dalam kebingungan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Pengasuh PMI Dea Malela, Din Syamsuddin, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 10 tahun lembaga tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan para muhsinin yang telah mendukung pembangunan PMI Dea Malela.

    “InsyaAllah kami akan terus mengembangkan fasilitas, termasuk pembangunan GOR sepak bola berstandar nasional serta Kampus II Dea Malela di Sentul, Bogor,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sekitar 50 persen alumni PMI Dea Malela memilih bidang data sains dan banyak yang melanjutkan studi ke luar negeri serta berkiprah sebagai muslim saintis. “Kami mohon dukungan dan kerja sama semua pihak, khususnya para orang tua,” imbuhnya.

    Ketua Yayasan Wakaf PMI Dea Malela, Amich Alhumammi, menegaskan bahwa pengembangan pendidikan di Dea Malela bertumpu pada integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, adab, dan karakter.

    Menurutnya, PMI Dea Malela didukung fasilitas pembelajaran modern yang mengintegrasikan sains dan ilmu keislaman. Selain itu, santri yang menempuh pendidikan di lembaga ini berasal dari berbagai negara sahabat di Asia dan Eropa.

    Momentum pelantikan dan milad satu dasawarsa ini menegaskan posisi PMI Dea Malela sebagai pusat pendidikan Islam berkelas internasional yang terus berkomitmen mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. (ZR3)

    Tidak ada komentar