• Breaking News

    Menteri Abdul Mu’ti Lantik Ratusan Santri Baru, PMI Dea Malela Rayakan Satu Dasawarsa

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, foto bersama undangan dan santri Dea Malela, Sumbawa.

    Sumbawa, Zona Rakyat.–
    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, melantik ratusan santri baru Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela) Tahun Ajaran 2026/2027. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Sang Surya, Sabtu (18/7/2026), dirangkaikan dengan tasyakuran satu dasawarsa berdirinya lembaga pendidikan tersebut.


    Kegiatan ini berlangsung semarak dan dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, di antaranya Yusril Ihza Mahendra, Fauzan, serta Hanif Faisol Nurofiq. Hadir pula unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pimpinan yayasan, serta ratusan wali santri.

    Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti yang juga Pembina Yayasan PMI Dea Malela menyampaikan ucapan selamat kepada para santri baru. Ia menegaskan bahwa PMI Dea Malela merupakan lembaga pendidikan bertaraf internasional yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

    “Selamat kepada para santri yang hari ini resmi dilantik. Ini bukan hanya awal perjalanan pendidikan, tetapi juga bagian dari rasa syukur atas 10 tahun kiprah PMI Dea Malela,” ujarnya.

    Ia menyampaikan tiga pesan penting kepada para santri. Pertama, menanamkan tekad dan niat kuat untuk meraih masa depan gemilang. Kedua, meneladani tokoh-tokoh inspiratif seperti Ismail Dea Malela yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat global. Ketiga, belajar dari sejarah peradaban besar yang lahir dari tempat sederhana, sebagaimana wahyu pertama di Gua Hira.

    Mu’ti juga mengingatkan pentingnya doa restu orang tua dan penghormatan kepada guru sebagai sumber cahaya ilmu dalam kehidupan. Ia juga berpesan agar santri senantiasa memohon doa dan restu orang tua serta menghormati guru sebagai sumber cahaya ilmu. “Guru adalah suluh ketika kalian berada dalam kebingungan,” imbuhnya.

    Sementara itu, Pengasuh PMI Dea Malela, Din Syamsuddin, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 10 tahun lembaga tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan para muhsinin yang telah mendukung pembangunan PMI Dea Malela.

    “InsyaAllah kami akan terus mengembangkan fasilitas, termasuk pembangunan GOR sepak bola berstandar nasional serta Kampus II Dea Malela di Sentul, Bogor,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sekitar 50 persen alumni PMI Dea Malela memilih bidang data sains dan banyak yang melanjutkan studi ke luar negeri serta berkiprah sebagai muslim saintis. “Kami mohon dukungan dan kerja sama semua pihak, khususnya para orang tua,” imbuhnya.

    Ketua Yayasan Wakaf PMI Dea Malela, Amich Alhumammi, menegaskan bahwa pengembangan pendidikan di Dea Malela bertumpu pada integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, adab, dan karakter.

    Menurutnya, PMI Dea Malela didukung fasilitas pembelajaran modern yang mengintegrasikan sains dan ilmu keislaman. Selain itu, santri yang menempuh pendidikan di lembaga ini berasal dari berbagai negara sahabat di Asia dan Eropa.

    Momentum pelantikan dan milad satu dasawarsa ini menegaskan posisi PMI Dea Malela sebagai pusat pendidikan Islam berkelas internasional yang terus berkomitmen mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. (ZR3)

    Tidak ada komentar