Maklumat Perempuan Bima Untuk Indonesia: Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka Dalam Suara Perempuan
Bima, Zona Rakyat.-Memperingati momentum refleksi 81 tahun Indonesia merdeka, Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Bima menegaskan kembali posisi dan arah perjuangan perempuan di Daerah Bima.
Melalui kepemimpinan Ketua KOPRI PC PMII Bima, Sofiah Rahmawati, maklumat ini menjadi refleksi kritis sekaligus seruan aksi atas situasi sosial yang dihadapi perempuan di wilayah Bima pasca-delapan dekade kemerdekaan bangsa.
Sofiah Rahmawati menegaskan bahwa arti kemerdekaan bagi perempuan Bima bukan sekadar lepas dari penjajahan fisik, melainkan terbebas dari diskriminasi, keterbelakangan ekonomi, dan ketakutan akan kekerasan.
Menurut Sofiah, refleksi 81 tahun kemerdekaan RI dan fokus utama maklumat KOPRI Bima diantaranya Refleksi Kemerdekaan Sejati: Memaknai 81 tahun kemerdekaan dengan memastikan hak-hak dasar perempuan Bima terpenuhi secara utuh, mulai dari ruang aman, kebebasan berpendapat, hingga kesetaraan dalam pembangunan.
Selain itu, Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender: Mendesak pengesahan serta implementasi regulasi daerah yang tegas untuk menindak kasus kekerasan seksual dan KDRT yang masih kerap terjadi di Kabupaten maupun Kota Bima.
Akses Pendidikan Inklusif di Pelosok Bima: Meminta pemerintah daerah menjamin fasilitas pendidikan tinggi dan pelatihan keterampilan yang merata, khususnya bagi perempuan di wilayah pesisir dan pedalaman Bima.
Kemandirian Ekonomi Perempuan Desa: Mendorong bantuan modal serta pendampingan berkelanjutan bagi UMKM perempuan dan petani perempuan lokal untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi keluarga. Pencegahan Pernikahan Usia Dini: Menguatkan edukasi berbasis komunitas di level desa guna menekan angka pernikahan anak yang masih menghambat potensi perempuan muda Bima.
Tidak kalah pentingnya adalah Kepemimpinan Strategis Perempuan: Mengajak perempuan Bima untuk berani mengambil peran dalam pengambilan keputusan politik, birokrasi, dan posisi strategis daerah.
Sofiah Rahmawati menutup maklumatnya dengan menekankan bahwa Indonesia tidak akan benar-benar merdeka jika perempuan Bima masih tertinggal dan belum mendapatkan keadilan sosial yang setara. (ZR5)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar