• Breaking News

    RS PKU Muhammadiyah Bima Kerahkan Tim KKB Respons Gempa 7,7 di Ende

    Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bima 

    Kota Bima, Zona Rakyat.-
    Merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), RS PKU Muhammadiyah Bima mengerahkan Tim Komite Kesehatan Bencana (KKB) untuk membantu penanganan masyarakat terdampak pada masa tanggap darurat.

    Tim yang diberangkatkan terdiri atas tenaga kesehatan lintas profesi, yakni dokter, perawat, bidan, dan fisioterapis. Mereka ditugaskan untuk memberikan pelayanan kesehatan serta dukungan kemanusiaan selama masa tanggap darurat awal di wilayah terdampak bencana.

    Direktur RS PKU Muhammadiyah Bima, dr. H. Muh. Ali, mengatakan pengerahan Tim KKB merupakan bentuk respons cepat rumah sakit sekaligus wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam kerja-kerja kemanusiaan.

    Menurutnya, pengiriman tim tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dukungan Direktur dan Badan Pembina Harian (BPH) RS PKU Muhammadiyah Bima turut memperkuat langkah rumah sakit dalam merespons bencana tersebut.

    “Ketika terjadi bencana, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk hadir membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit,” ujar dr. H. Muh. Ali.

    Ia menegaskan, keterlibatan RS PKU Muhammadiyah Bima dalam penanganan bencana merupakan bagian dari panggilan kemanusiaan yang selama ini menjadi komitmen Muhammadiyah melalui berbagai amal usahanya.

    “Sebagaimana kita merasakan dampak dan kepedihan ketika bencana terjadi di daerah kita sendiri, demikian pula ketika saudara-saudara kita di Ende dan NTT mengalami musibah. Rasa kemanusiaan itulah yang mendorong kami untuk hadir dan memberikan bantuan sesuai kemampuan yang kami miliki,” katanya.

    Sementara itu, Ketua BPH RS PKU Muhammadiyah Bima, Drs. H. Ichwan P. Syamsuddin, M.Ap., mengatakan kehadiran Tim KKB di wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan RS PKU Muhammadiyah Bima sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah.

    Menurutnya, dalam situasi bencana, kecepatan merespons menjadi hal penting. Karena itu, tenaga kesehatan harus siap bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

    “Ini adalah bagian dari amanah kemanusiaan. Ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, maka kita harus hadir sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. RS PKU Muhammadiyah Bima memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan, bukan hanya kepada masyarakat yang datang ke rumah sakit, tetapi juga kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di tengah bencana,” ujar Ichwan.

    Ia menambahkan, pengiriman tim tersebut juga menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan Muhammadiyah tidak mengenal batas wilayah.

    “Bencana tidak mengenal batas daerah. Karena itu, kepedulian kita juga tidak boleh dibatasi oleh wilayah. Apa yang bisa kita lakukan, itulah yang kita berikan. Mudah-mudahan kehadiran Tim KKB dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Ende,” katanya.

    Menurut Ichwan, dukungan terhadap kerja kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran RS PKU Muhammadiyah Bima dalam penanggulangan bencana sekaligus memperkuat semangat pengabdian tenaga kesehatan.

    Tim KKB RS PKU Muhammadiyah Bima selanjutnya menjalankan tugas sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa.

    Keterlibatan dokter, perawat, bidan, dan fisioterapis diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan secara terpadu, sekaligus memberikan rasa aman dan dukungan kepada masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat.

    RS PKU Muhammadiyah Bima memastikan komitmen pelayanan kemanusiaan akan terus menjadi bagian penting dari pengabdian rumah sakit, termasuk dalam menghadapi kondisi kebencanaan yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

    Melalui Tim KKB, RS PKU Muhammadiyah Bima menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berlangsung di dalam rumah sakit, tetapi juga hadir di tengah masyarakat ketika bencana terjadi.

    Kerja kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan pelayanan dan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud nyata dakwah kemanusiaan di tengah situasi bencana. (ZR2)

    Tidak ada komentar