UM Bima Wisuda 635 Sarjana dan Magister, Rektor Tekankan Pentingnya Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Kemanusiaan
Kota Bima, zonarakyat.com.-Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) mewisuda 635 mahasiswa program sarjana dan magister dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan Ke-5 Tahun 2026, Sabtu (29/8/2026).
Prosesi wisuda berlangsung khidmat di halaman Kampus 2 UM Bima, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA. Ribuan keluarga dan kerabat wisudawan memadati lingkungan kampus untuk menyaksikan momen penting tersebut.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya pelaku UMKM yang turut memasarkan berbagai jenis kuliner, sovenir, buket dan jasa fotografer. Halaman, taman, lapangan olahraga dan sejumlah ruang terbuka Kampus 2 UM Bima dipenuhi keluarga wisudawan dan masyarakat, menciptakan suasana perayaan akademik yang meriah.
Wisuda tersebut turut dihadiri Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E., perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali Nusra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bima, serta para pimpinan perguruan tinggi swasta se-Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.
Hadir pula jajaran pimpinan UM Bima, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Bima, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota dan Kabupaten Bima, organisasi otonom Muhammadiyah, tokoh agama, tokoh masyarakat, mitra industri, pejabat pemerintah daerah, serta para orang tua dan wali wisudawan.
Rektor: Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Kemanusiaan
Rektor UM Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H.,M.H, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada 635 wisudawan dan wisudawati yang secara resmi menyandang gelar sarjana dan magister.
Ilyas mengingatkan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi titik jeda sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dari keberhasilan para wisudawan.
“Di balik keberhasilan seorang anak, selalu ada doa orang tua yang bekerja dalam diam.”
Memasuki dunia yang berubah cepat, Rektor mengingatkan lulusan UM Bima mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Teknologi kini mampu membaca, menulis, menghitung, menerjemahkan, menganalisis hingga menghasilkan karya dalam waktu singkat. Namun, perkembangan tersebut menurutnya tidak boleh menghilangkan nilai kemanusiaan.
Karena itu, ia berpesan agar para lulusan menjadikan AI sebagai alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan.
“Jangan pernah menyerahkan nurani kepada algoritma. Mesin boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap semakin beradab," ingatnya.
Selain menguasai teknologi, para lulusan juga diminta membawa spirit Al-Ma’un dan tajdid dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Ilyas, ilmu yang diperoleh di kampus harus melahirkan kepedulian dan kebermanfaatan. “Al-Ma’un mengajarkan bahwa keberagamaan harus melahirkan kepedulian, ilmu harus melahirkan kebermanfaatan, dan pendidikan harus berpihak kepada kemanusiaan.”
Ia juga meminta para lulusan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Wisuda bukanlah akhir, tetapi awal perjalanan baru. Jangan berhenti belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan. Sebab, siapa yang berhenti belajar akan tertinggal oleh zaman.
UM Bima Perkuat Mutu, Riset dan Inovasi
Di hadapan para tamu undangan, Rektor menegaskan bahwa wisuda juga merupakan bentuk pertanggungjawaban UM Bima kepada masyarakat.
Kepercayaan masyarakat, kata dia, merupakan amanah yang terus dijaga melalui penguatan mutu akademik, riset dan inovasi, prestasi mahasiswa, transformasi digital serta pengembangan infrastruktur.
“UM Bima tidak sekadar menjadi tempat memperoleh gelar, tetapi menjadi rumah ilmu, rumah pembentukan karakter, dan rumah lahirnya peradaban," imbuhnya.
Kepada para wisudawan, Rektor juga berpesan agar tidak takut memulai kehidupan setelah kampus, termasuk memulai dari bawah.
“Jangan takut memulai dari bawah, karena pohon besar bermula dari benih kecil. Banyak keberhasilan lahir dari keberanian untuk memulai," kata Ilyas.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan jasa orang tua serta menjaga nama baik almamater.
Mulai hari itu, para lulusan merupakan bagian dari wajah UM Bima di tengah masyarakat. Karena itu, mereka diminta menjadi pribadi yang jujur, amanah, rendah hati dan bermanfaat.
“Jangan hanya menjadi orang pintar, tetapi jadilah orang benar. Jangan hanya sukses, tetapi jadilah manusia yang membawa manfaat," Rektor mengingatkan.
Wisuda Angkatan Ke-5 Tahun 2026 tersebut menjadi momentum UM Bima melepas 635 putra-putri terbaiknya untuk melanjutkan perjalanan dan pengabdian di tengah masyarakat.
Para lulusan diharapkan mampu menggabungkan ilmu, integritas, kreativitas, inovasi, nilai-nilai Muhammadiyah dan semangat pengabdian untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Bima, daerah, bangsa dan kemanusiaan.
“Jadilah cahaya, solusi, dan rahmat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan," pesan Rektor.
Wali Kota: Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja
Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E. dalam sambutannya mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan setelah memperoleh gelar akademik.
Ia mendorong para sarjana UM Bima untuk tampil sebagai generasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Jadilah sarjana pencipta lapangan kerja. Jangan bertanya apa yang diberikan Kota Bima kepada kita, tetapi tanyakan apa yang bisa kita berikan kepada Kota Bima," pesan Wali Kota.
Menurutnya, gelar akademik harus diikuti dengan semangat pengabdian, kreativitas dan keberanian mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi para lulusan agar menjadikan ilmu yang diperoleh selama di perguruan tinggi sebagai modal untuk membangun kemandirian sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
LLDIKTI: 635 Lulusan Bukti Prestasi UM Bima
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali Nusra, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., menilai lahirnya 635 sarjana dan magister merupakan bukti nyata prestasi UM Bima dalam menjalankan pendidikan tinggi.
Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan UM Bima membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan fungsi pendidikan tinggi, termasuk bersama LLDIKTI.
“635 sarjana dan magister ini adalah bukti nyata prestasi UM Bima dan kemampuan kolaborasinya dengan semua pihak, termasuk LLDIKTI," katanya.
Ia berharap para lulusan tidak berhenti setelah memperoleh ijazah, tetapi mampu terus mengembangkan kapasitas diri menghadapi perubahan zaman. Jadilah sarjana yang kreatif, inovatif dan memiliki daya saing.
Pesan tersebut dinilai penting karena lulusan perguruan tinggi saat ini menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat yang semakin kompetitif dan dinamis.
PP Muhammadiyah: Jadilah Sarjana yang Bermanfaat
Pesan serupa disampaikan perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Para lulusan UM Bima diminta tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi mampu menjadi manusia yang hadir dan bermanfaat ketika masyarakat membutuhkan.
“Jadilah sarjana yang bermanfaat ketika masyarakat membutuhkan. Milikilah integritas, dan jadilah manusia yang berkemajuan," ajaknya.
PP Muhammadiyah juga menekankan pentingnya posisi UM Bima dalam mengembangkan keunggulan lokal tanpa kehilangan orientasi global. Kampus UM Bima memiliki keunggulan lokal, tetapi harus berdaya saing internasional.
Pesan tersebut menjadi dorongan agar UM Bima terus memperkuat karakter dan potensi lokal sekaligus meningkatkan kualitas akademik, inovasi, jejaring dan daya saing lulusannya di tingkat yang lebih luas. (ZR1)





.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar