Wisuda UM Bima Geliatkan UMKM, Kampus Jadi Ruang Tumbuh Ekonomi Warga
![]() |
| Para pelaku UMKM memanfaatkan momen wisuda UM Bima untuk menjual dan menawarkan jasanya, Sabtu (29/8/2026). |
Kota Bima, zonarakyat.com.-Ribuan orang memadati Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) saat pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan Ke-5 Tahun 2026, Sabtu (29/8/2026).
Di balik prosesi akademik dan kebahagiaan 635 wisudawan, terdapat pemandangan lain yang tak kalah menarik. Momentum wisuda turut menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Puluhan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan keramaian tersebut untuk berjualan. Mulai dari penjual jamu, makanan dan minuman, buket bunga, suvenir hingga jasa fotografer memenuhi sejumlah titik di sekitar arena wisuda.
Sejak pagi, aktivitas perdagangan terlihat di berbagai sudut Kampus 2 UM Bima. Ribuan keluarga wisudawan yang datang dari berbagai wilayah menjadi pasar tersendiri bagi pelaku usaha lokal.
Kawasan kampus pun tidak hanya menjadi ruang perayaan akademik, tetapi juga berubah menjadi ruang ekonomi yang mempertemukan masyarakat, pelaku UMKM dan konsumen.
Salah seorang penjual buket, Mei, warga asal Kampung Sumbawa, mengaku bersyukur dagangannya laris meski persaingan antarpedagang cukup tinggi.
“Laku banyak buket saya, Pak, meskipun saingan banyak. Alhamdulillah,” ujar Mei kepada media ini.
Tingginya jumlah wisudawan dan keluarga yang hadir membuat permintaan terhadap buket dan berbagai hadiah meningkat. Bagi Mei, momentum wisuda menjadi kesempatan untuk menambah pendapatan.
Hal serupa dirasakan Idham, salah seorang penyedia jasa fotografer. Ia mengaku kewalahan memenuhi pesanan dokumentasi dari para wisudawan dan keluarga.
“Orderan banyak sekali. Sampai saya kewalahan. Karena banyak yang pesan, kemungkinan saya akan bekerja sampai malam,” kata Idham.
Tidak hanya buket dan fotografer, pedagang makanan dan minuman juga merasakan dampak langsung dari ramainya kegiatan. Sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka laris dan ramai dibeli keluarga wisudawan maupun masyarakat yang datang ke lokasi.
Para pedagang menyampaikan terima kasih kepada UM Bima karena memberikan ruang kepada masyarakat untuk berjualan di arena wisuda.
Rektor: Silakan Jualan, Manfaatkan Momen Wisuda
Rektor UM Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., mengatakan keterlibatan UMKM dalam kegiatan wisuda bukan sesuatu yang kebetulan. Pihak kampus memang sengaja memberikan ruang kepada masyarakat agar ikut merasakan manfaat dari kegiatan yang menghadirkan ribuan orang tersebut.
Menurut Ilyas, keberadaan perguruan tinggi tidak boleh hanya dirasakan oleh mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Masyarakat di sekitar kampus juga harus mendapatkan manfaat, termasuk manfaat ekonomi.
“Memang kami sengaja memberikan ruang kepada UMKM. Kami ingin masyarakat juga kebagian berkah dari keberadaan Kampus UM Bima,” ujar Ilyas.
Ia mempersilakan masyarakat memanfaatkan setiap momentum kegiatan besar di kampus untuk mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan.
“Silakan jualan, manfaatkan momen wisuda ini untuk mengumpulkan rezeki. Selama ada kegiatan di kampus dan ada masyarakat yang datang, kami ingin UMKM juga ikut mendapatkan manfaat,” katanya.
Ilyas menegaskan, UM Bima ingin tumbuh bersama masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya.
“UM Bima tidak hanya ingin menjadi ruang kuliah. Kami ingin keberadaan kampus ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kalau ada kegiatan yang menghadirkan banyak orang, maka masyarakat harus ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan nilai kebermanfaatan yang selama ini menjadi bagian penting dari gerakan Muhammadiyah.
Kehadiran UMKM dalam kegiatan kampus, kata dia, juga menjadi bentuk keterbukaan kampus terhadap masyarakat.
Dari Wisuda, Ekonomi Warga Ikut Bergerak
Geliat UMKM dalam momentum wisuda menunjukkan bahwa aktivitas perguruan tinggi memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar pendidikan.
Wisuda 635 sarjana dan magister UM Bima secara tidak langsung menciptakan kebutuhan terhadap berbagai layanan. Keluarga wisudawan membutuhkan makanan dan minuman, buket, suvenir, jasa dokumentasi hingga berbagai kebutuhan lainnya.
Kondisi tersebut menciptakan transaksi ekonomi yang memberikan keuntungan bagi masyarakat.
Ada penjual jamu yang mendapatkan pelanggan, pedagang makanan yang dagangannya laris, penjual buket yang kebanjiran pesanan hingga fotografer yang harus bekerja sampai malam karena banyaknya order. Bagi pelaku usaha kecil, keramaian seperti ini menjadi peluang yang sangat berarti.
Momentum wisuda akhirnya tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan para lulusan, tetapi juga menjadi momentum berbagi manfaat dengan masyarakat.
Di tengah toga dan ijazah, ada pedagang yang membawa pulang hasil penjualan. Ada fotografer yang mendapatkan banyak pesanan. Ada penjual buket yang dagangannya laris, serta pelaku UMKM lainnya yang memperoleh kesempatan meningkatkan pendapatan.
UM Bima tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga berupaya menghadirkan kebermanfaatan yang dapat dirasakan masyarakat.
Kampus hadir sebagai ruang pendidikan, ruang sosial sekaligus ruang tumbuh ekonomi warga.(ZR1)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar