• Breaking News

    Dua Santri Ponpes Al Ikhlas Muhammadiyah Kota Bima Ikuti Pramuka Santri Nusantara di Kota Malang

    Kepala Kemenag Kota Bima H. Mansyur H. Hasan, didampingi Pimpinan Ponpes Al Ikhlas, Dopu Teibang saat melepas dua santri mengikuti Pramuka Santri Nusantara, Jumat (24/9/2026)

    Kota Bima, Zona Rakyat.-
    Dua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ijhlas Muhammadiyah Tolobali Kota Bima, Rizki dan Laili untuk mengikuti Pramuka Santri Nusantara di Kota Malang Jawa Timur. Keduanya dilepas secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima, H. Mansyur H. Hasan, S.Ag, Jumat (24/9/2026) di halaman Kantor Kemenag setempat.

    Kedua santri Ponpes Al Ikhlas Muhammadiyah tersebut dipercaya mewakili pondok pesantren di bawah Kemenag Kota Bima, untuk mengikuti kegiatan yang dijadwalkan pada 30 September hingga 6 Oktober 2026, dipusatkan di Kota Malang Jawa Timur.

    Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, H. Mansyur H. Hasan, S.Ag., menyampaikan harapan agar kedua santri dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan memberikan prestasi terbaik.

    “Harapan kami, anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, serta senantiasa menjaga nama baik Pondok Pesantren dan Kementerian Agama,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Rizki dan Laili akan bergabung dengan santri dari pondok pesantren lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membentuk regu. Mereka akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan Pramuka Santri Nusantara bersama santri dari berbagai daerah.

    Pimpinan Ponpes Al Ikhlas Muhammadiyah Tolobali Bima, Dopu Teibang, M.Pd., mengatakan akan memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan kedua santri.

    Menurutnya, keikutsertaan Rizki dan Laili merupakan kesempatan penting bagi santri untuk mendapatkan pengalaman, mengembangkan kemampuan, sekaligus membawa nama baik pondok pesantren.

    “Kami dari pondok tentu memberikan dukungan penuh dan maksimal kepada anak-anak untuk mengikuti kegiatan ini. Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk belajar, menambah pengalaman, membangun jaringan dengan santri dari pondok lain, dan tentu saja membawa nama baik Ponpes Al Ikhlas Muhammadiyah Tolobali,” kata Dopu Teibang.

    Ia mengakui, proses administrasi untuk mengikuti kegiatan tersebut tidak sederhana. Sejumlah persyaratan harus diselesaikan melalui sistem administrasi secara online yang cukup rumit dan membutuhkan ketelitian.

    “Memang proses administrasinya cukup panjang dan rumit karena banyak yang harus diselesaikan secara online. Tetapi kami tetap berusaha menyelesaikannya secara maksimal agar anak-anak bisa mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

    Dopu berharap pengalaman mengikuti Pramuka Santri Nusantara dapat menjadi bekal penting bagi Rizki dan Laili, bukan hanya dalam bidang kepramukaan, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.

    Keikutsertaan kedua santri tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Ponpes Al Ikhlas Muhammadiyah Tolobali. Mereka diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik serta menjaga nama baik pondok pesantren, Kemenag Kota Bima, dan daerah selama mengikuti kegiatan.

    Kegiatan Pramuka Santri Nusantara sendiri dijadwalkan berlangsung pada 30 September sampai 6 Oktober 2026, dipusatkan di Kota Malang. Rizki dan Laili akan bergabung dalam regu bersama santri dari pondok pesantren lain di NTB. (ZR3)

    Tidak ada komentar