SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima Tingkatkan Kompetensi Guru, Dorong Pembelajaran Lebih Interaktif
![]() |
| Kegiatan peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan, Sabtu 26/9/2026). |
Kota Bima, Zona Rakyat.-SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan pengembangan kompetensi guru dalam memahami konten pembelajaran dan mengajarkannya secara interaktif dengan memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP).
Kegiatan yang diikuti Kepala Sekolah, guru, serta tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima berlangsungnpada Sabtu (26/9/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Pembina SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima, Irfan, M.Pd., serta narasumber dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Abdul Mukti Aditya, M.Pd.
Kepala SD Muhammadiyah Gilipanda, Supriatin, S.Pd.I., mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus dibarengi dengan kreativitas dan kompetensi guru.
Menurut Supriatin, Interactive Flat Panel bukan sekadar perangkat teknologi yang ditempatkan di ruang kelas, tetapi dapat menjadi media yang membuka akses lebih luas bagi siswa untuk belajar.
“IFP bukan sekadar TV besar, tapi jendela dunia untuk belajar. IFP tanpa guru kreatif hanya akan jadi hiasan dinding. Tapi di tangan guru hebat, ia akan menjadi alat untuk mencerdaskan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh guru untuk terus berinovasi menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Mari bergerak dari pembelajaran yang membosankan menjadi menyenangkan,” katanya.
Sementara itu, Pengawas Pembina SD Muhammadiyah Gilipanda, Irfan, M.Pd., mendorong para guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Ia menilai penggunaan Interactive Flat Panel dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih mudah, menarik, dan interaktif.
“Mari manfaatkan Interactive Flat Panel untuk mengubah pembelajaran dari yang sulit menjadi mudah, dan dari yang membosankan menjadi menyenangkan. Guru hebat, teknologi hebat, murid cerdas berkemajuan,” ujar Irfan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima untuk memperkuat kapasitas pendidik sekaligus mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui penguasaan teknologi dan kreativitas guru, pemanfaatan IFP diharapkan tidak berhenti pada penggunaan perangkat, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik. (ZR3)
Kegiatan yang diikuti Kepala Sekolah, guru, serta tenaga kependidikan SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima berlangsungnpada Sabtu (26/9/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Pembina SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima, Irfan, M.Pd., serta narasumber dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Abdul Mukti Aditya, M.Pd.
Kepala SD Muhammadiyah Gilipanda, Supriatin, S.Pd.I., mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus dibarengi dengan kreativitas dan kompetensi guru.
Menurut Supriatin, Interactive Flat Panel bukan sekadar perangkat teknologi yang ditempatkan di ruang kelas, tetapi dapat menjadi media yang membuka akses lebih luas bagi siswa untuk belajar.
“IFP bukan sekadar TV besar, tapi jendela dunia untuk belajar. IFP tanpa guru kreatif hanya akan jadi hiasan dinding. Tapi di tangan guru hebat, ia akan menjadi alat untuk mencerdaskan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh guru untuk terus berinovasi menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Mari bergerak dari pembelajaran yang membosankan menjadi menyenangkan,” katanya.
Sementara itu, Pengawas Pembina SD Muhammadiyah Gilipanda, Irfan, M.Pd., mendorong para guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Ia menilai penggunaan Interactive Flat Panel dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih mudah, menarik, dan interaktif.
“Mari manfaatkan Interactive Flat Panel untuk mengubah pembelajaran dari yang sulit menjadi mudah, dan dari yang membosankan menjadi menyenangkan. Guru hebat, teknologi hebat, murid cerdas berkemajuan,” ujar Irfan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima untuk memperkuat kapasitas pendidik sekaligus mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui penguasaan teknologi dan kreativitas guru, pemanfaatan IFP diharapkan tidak berhenti pada penggunaan perangkat, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik. (ZR3)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar