Seleksi Kepala SMA Muhammadiyah Sape dan Dena, Akhlak Jadi Pertimbangan Utama
![]() |
| Proses seleksi Kepala SMA Muhammadiyah Sape dan SMA Muhammadiyah Dena, di kampus 2 UM Bima, Senin (28/9/2026). |
Bima, Zona Rakyat.-Seleksi calon kepala sekolah SMA Muhammadiyah Sape dan SMA Muhammadiyah Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, berlangsung di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah (UM) Bima, Senin (28/9/2026).
Seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya Persyarikan Muhammadiyah melalui Majelis Dikdasmen memastikan calon kepala sekolah tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan manajerial, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, serta komitmen terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.
Tim seleksi diantaranya Assoc. Prof. Dr. Ruslan, M.Ag., M.Pd., Dr. Wahyu Mulyadin, M.Pd.I, Dopu Teibang, M.Pd. dan Assoc. Prof. Dr. Ihlas, S.Pd.I., M.Pd.
Sebelum proses seleksi dimulai, Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen) PDM Kabupaten Bima, Assoc. Prof. Dr. Syarifuddin, M.Pd., memberikan arahan kepada para peserta.
Syarifuddin menekankan pentingnya kepala sekolah dan pengelola amal usaha Muhammadiyah membangun komunikasi serta mendengarkan arahan para tokoh Muhammadiyah di tingkat ranting dan cabang.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki banyak kader dan tokoh yang dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan sekolah, termasuk mereka yang memiliki pengalaman sebagai asesor maupun pendamping pendidikan di tingkat nasional.
"Perlu amal usaha mendengar arahan dari tokoh-tokoh Muhammadiyah di ranting dan cabang. Banyak tokoh Muhammadiyah yang bisa dimanfaatkan oleh kepala sekolah Muhammadiyah di cabang-cabang Muhammadiyah Kabupaten Bima," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar proses seleksi maupun dinamika di lingkungan sekolah Muhammadiyah berlangsung dalam suasana yang sejuk dan mengedepankan penyelesaian masalah secara internal.
"Proses seleksi ini berlangsung sejuk, tidak usah panas-panas. Kalau ada masalah di sekolah, tidak usah diungkap di media sosial. Mari kita menjaga Muhammadiyah," katanya.
Syarifuddin mengakui setiap amal usaha Muhammadiyah memiliki dinamika dan persoalan masing-masing. Namun, persoalan tersebut menurutnya perlu diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan komunikasi yang baik.
"Semua amal usaha ada masalah, tetapi mari kita selesaikan dengan baik," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengabdian di Muhammadiyah tidak selalu harus diwujudkan dengan menduduki jabatan kepala sekolah. Menjadi wakil kepala sekolah maupun guru juga merupakan bentuk pengabdian kepada Persyarikatan.
PDM Bima: Kepala Sekolah Harus Pahami Hubungan dengan Persyarikatan
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Nasaruddin, M.Pd.I selaku sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bima dalam sambutannya menekankan pentingnya memahami posisi kepala sekolah dalam struktur Persyarikatan Muhammadiyah.
PDM Kabupaten Bima mengapresiasi kerja Majelis Dikdasmen yang dinilai telah menjalankan tugas dengan penuh kesabaran dalam mengelola berbagai dinamika pendidikan Muhammadiyah, khususnya di Kecamatan Sape.
Dalam pesan yang disampaikan kepada peserta, ditegaskan bahwa anggapan kepala sekolah tidak memiliki hubungan dengan PDM karena proses pengangkatannya berkaitan dengan pimpinan wilayah merupakan pandangan yang perlu diluruskan.
"Semua unsur dalam amal usaha Muhammadiyah tetap berada dalam sistem dan tanggung jawab Persyarikatan," ujar lelaki yang akrab disapa Uba Neso.
Selain persoalan organisasi, PDM Kabupaten Bima memberikan perhatian khusus terhadap aspek akhlak calon kepala sekolah. Akhlak dinilai menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan seorang pemimpin amal usaha Muhammadiyah. Kompetensi akademik, gelar sarjana maupun magister, menurut PDM, belum cukup jika tidak disertai akhlak yang baik.
"Carilah yang paling baik akhlaknya. Jangan sampai ketika menjadi pemimpin atau kepala sekolah, akhlaknya tidak baik," pesannya.
Akhlak tersebut tidak hanya berkaitan dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga bagaimana seseorang berkomunikasi dan bersikap di ruang digital, termasuk media sosial.
PDM juga mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan Persyarikatan merupakan bagian dari akhlak. Karena itu, kader dan calon pimpinan di lingkungan Muhammadiyah diharapkan menjaga etika organisasi serta menghindari tindakan maupun pernyataan yang dapat merugikan Persyarikatan.
Kepala Sekolah Bukan Sekadar Jabatan
PDM Kabupaten Bima juga mengingatkan para peserta bahwa menjadi kepala sekolah merupakan amanah, bukan sekadar jabatan yang dapat dibanggakan. Amanah tersebut tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab kepada Persyarikatan Muhammadiyah, tetapi juga memiliki dimensi pertanggungjawaban kepada Allah SWT.
"Menjadi kepala sekolah itu bukan hanya sekadar mengelola amal usaha, tetapi merupakan amanah. Bukan hanya bertanggung jawab kepada Persyarikatan, yang lebih besar adalah tanggung jawab kepada Allah SWT," demikian pesan yang disampaikan.
Karena itu, calon kepala sekolah diharapkan memiliki kesiapan moral, spiritual, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas apabila nantinya mendapatkan mandat. Dalam proses tersebut, Majelis Dikdasmen berperan memfasilitasi seleksi, sementara keputusan akhir mengenai penetapan kepala sekolah tetap berada pada kewenangan pimpinan Muhammadiyah sesuai ketentuan organisasi yang berlaku.
Seleksi calon kepala sekolah Muhammadiyah Sape dan SMA Muhammadiyah Dena tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan tata kelola amal usaha pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Bima, sekaligus memastikan kepemimpinan sekolah berjalan berdasarkan kompetensi, akhlak, amanah, dan komitmen terhadap Persyarikatan. (ZR3)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar