• Breaking News

    Ketua FOKAL IMM Bima Ingatkan Kader Tak Terjebak Politik Praktis

    Foto bersama dalam kegiatan Musyawarah Cabang (Musycab) XIX IMM Cabang Bima, Selasa (29/9/2026) di Auditorium HM Tayeb Abdullah Kampus I UM Bima. 

    Kota Bima, Zona Rakyat.-
    Ketua Forum Komunikasi Alumni (FOKAL) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bima, Dr. Taufik Firmanto, S.H., LL.M., mengingatkan kader IMM agar tidak menyeret organisasi ke dalam politik praktis dan kepentingan politik pribadi maupun kelompok.

    Pesan tersebut disampaikan Taufik dalam Musyawarah Cabang (Musycab) XIX IMM Cabang Bima yang mengusung tema “Restorasi Khittah Gerakan IMM Bima Berkemajuan”, di Auditorium H.M. Tayeb Abdullah, Kampus I Universitas Muhammadiyah Bima, Selasa (29/9/2026).

    Musycab XIX kata Taufik, menjadi momentum bagi IMM Cabang Bima untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan dan kepemimpinan ke depan. Tema restorasi khittah menegaskan pentingnya mengembalikan IMM pada jati dirinya sebagai organisasi kader yang berorientasi pada nilai-nilai Muhammadiyah, intelektualitas, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Taufik menegaskan, IMM tidak boleh dijadikan kendaraan untuk kepentingan politik praktis.

    “Jangan giring IMM ke ranah politik praktis. Jangan hanya untuk memuaskan dahaga politik, kongkow dan ngopi dengan orang partai, bermesraan dengan penguasa, atau menjadi antek bagi pejabat,” tegas Taufik.

    Menurutnya, proses kaderisasi dan perjalanan organisasi pada akhirnya akan menjadi ruang seleksi untuk membedakan kader yang sungguh-sungguh menempa diri demi mewujudkan tujuan Muhammadiyah dengan mereka yang menjadikan IMM sebagai batu loncatan.

    “Hukum alam akan menyeleksi siapa yang bersih dan jernih menempa diri untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah. Dan membuktikan siapa yang hanya menjadikan IMM sebagai batu loncatan, kepentingan pribadi dan kelompok yang jauh dari tujuan Muhammadiyah,” ujarnya.

    Taufik juga menitipkan masa depan IMM kepada pimpinan komisariat (PK) dan seluruh peserta Musycab agar tetap menjaga independensi organisasi.

    “Saya titip IMM ke depan. PK dan peserta cabang jangan berpolitik praktis,” imbuhnya.

    Ia berharap kader IMM tidak menghabiskan energi hanya untuk mengurusi konflik internal organisasi. Kader harus mampu memperluas orientasi gerakan dengan mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan negara, daerah, dan masyarakat.

    “Ke depan IMM jangan hanya ngurusin pertengkaran internal. Urus negara, daerah, masyarakat. Kalau sudah di atas jangan lupa turun,” pesannya.


    Kaderisasi Jadi Penentu Masa Depan IMM

    Sementara itu, Ketua Karateker IMM Cabang Bima, Muhammad Ikbal, S.H.,M.H menekankan pentingnya kaderisasi sebagai jantung kehidupan organisasi.

    Ia menyebut keberlangsungan IMM sangat ditentukan oleh konsistensi dalam melakukan proses kaderisasi dan menyiapkan generasi penerus.

    “Kalau ingin membunuh IMM, maka hentikan kaderisasinya,” tegasnya.

    Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa restorasi khittah gerakan IMM harus dimulai dari penguatan kaderisasi sebagai basis utama keberlangsungan organisasi.

    Negara Membutuhkan Kehadiran Kader IMM

    Ketua DPD IMM NTB, Nuryadin, S.H., M.H., meminta kader untuk fokus bekerja dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.

    Menurutnya, tantangan IMM ke depan semakin kompleks sehingga kader dituntut mampu merespons persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Fokuslah bekerja untuk IMM. Tantangan IMM ke depan sangat kompleks. Negara membutuhkan kehadiran kalian,” ujar pria yang akbar disapa Yadin Tata Negara.

    Ia berharap kader IMM tidak hanya memiliki kemampuan dalam mengelola organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan pembangunan daerah.

    Dibuka PDM Kota Bima

    Musycab XIX IMM Cabang Bima secara resmi dibuka oleh PDM Kota Bima melalui Wakil Ketua Bidang Kader dan Sumber Daya Insani (SDI), Dr. Ihlas, S.Pd.I., M.Pd.

    Musycab XIX dengan tema “Restorasi Khittah Gerakan IMM Bima Berkemajuan” diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali identitas IMM sebagai organisasi perkaderan, sekaligus mendorong kader agar lebih aktif memberikan kontribusi bagi Muhammadiyah, masyarakat, daerah, dan bangsa.

    Forum tersebut juga menjadi ruang untuk melahirkan kepemimpinan baru yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, komitmen kaderisasi, serta konsistensi dalam menjalankan nilai dan tujuan Muhammadiyah.

    Musyawarah Cabang XIX IMM ini turut dihadiri PDM Kabupaten Bima, Kapolres Bima Kota yang diwakili KBO Binmas IPTU Muhdar, Cipayung Plus, para dekan dan dosen UM Bima, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya. (ZR3)

    Tidak ada komentar